Connect with us

Pemerintahan

Satlantas Makota Antisipasi Booming Vacation

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Booming vacation Malang diprediksi terjadi minggu ini. Libur panjang 29-31 Oktober diramal membanjiri Malang dengan wisatawan.

Satlantas Polresta Makota pun bersiap. Pengamanan jalanan saat libur panjang bakal diperketat.

“Kami tetap mengimbau warga masyarakat mengikuti anjuran pemerintah. Karena, belum ada jaminan tidak tertular Covid-19. Tapi, kami tetap antisipasi pengamanan,” ujar Kasatlantas Polresta Makota, AKP Ramadhan Nasution, Senin (26/10).

Satlantas harus mengantisipasi ledakan wisata. Kota Malang adalah jalur penghubung dengan destinasi wisata Batu.

Wisatawan yang menuju Kabupaten Malang, juga lewat Kota Malang. Sehingga, jalanan diramal padat kendaraan.

“Kami siapkan 142 personel jalanan. Jalur padat akan dimonitor. Untuk melancarkan arus wisata kabupaten-batu,” tambah Ramadhan.

Para personel Satlantas akan terjun sejak Selasa malam (27/10). Mereka bakal intens mengatur lalu lintas sampai akhir pekan.

“Mereka akan disebar di titik jalan keramaian. Misalnya, LA Sucipto dan Jalan Borobudur. Serta, jalur Sukarno Hatta dan Dinoyo,” sambung Ramadhan.

Kasatlantas juga sudah memberi instruksi anggotanya. Polantas harus membuat diskresi begitu melihat jalan macet.

“Begitu volume kendaraan padat, kami akan abaikan traffic light. Diskresi kepolisian, agar lalu lintas lancar,” kata Ramadhan.

Satlantas memprediksi, peningkatan arus akan meningkat 70 persen. Ini dibandingkan tanggal yang sama tahun lalu.

Selain itu, Ramadhan juga mengumumkan Kantor Samsat libur 28-30 Oktober. Layanan baru dibuka Sabtu, 31 Oktober 2020.(carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Positif Covid-19, Giat Walikota Malang Diampu Wawali

Diterbitkan

||

Nur Widianto, Kabag Humas Pemkot Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan diri positif Covid-19, melalui Instagram pribadinya, @sam.sutiaji.

Selanjutnya, aktivitas harian dan kegiatan Walikota Malang akan diampu oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

“Otomatis aktivitasnya Pak Sutiaji dialihkan kepada Wakil Walikota Malang, terutama aktivitas yang bersifat luring,” ujar Nur Widianto, Kabag Humas Pemkot Malang, dihubungi Kabarmalang.com, Selasa (1/12).

Pria yang akrab disapa Wiwid ini mengatakan kegiatan yang bersifat daring masih bisa dilakukan oleh Walikota Malang.

“Aktivitas yang dilakukan secara webinar maupun zoom meeting, seperti Rakor kemarin, masih bisa dilakukan Pak Sutiaji, karena secara fisik beliau baik-baik saja,” jelasnya.

Wiwid mengutip beberapa pesan dari postingan instagram Walikota Malang saat mengumumkan dirinya positif Covid-19.

“Pak Sutiaji mengajak masyarakat untuk hati-hati, agar tidak menyepelekan pandemi covid-19, dan terus memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Gedung Balaikota Malang sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, setelah mendapat kabar ada sejumlah ASN yang reaktif Covid-19.

“Kalau balaikota sudah kita lakukan penyemprotan disinfektan pada hari Sabtu dan Minggu kemarin,” terangnya.

Sementara itu, Husnul Muarif, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang saat dihubungi Kabarmalang.com, masih belum bisa memberikan statemen.

Husnul  masih menunggu informasi resmi dari Humas Pemerintah Kota Malang. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19
Sutiaji saat menyampaikan dirinya terpapar Covid-19 di Instagramnya. (Foto : Tangkapan Layar)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan diri positif Covid-19. Ini ditegaskan Sutiaji dalam Instagram pribadinya, @sam.sutiaji, Selasa (1/12).

“Baru hasil lab kemarin malam (Senin) hasilnya kami dinyatakan positif,” ujar Sutiaji. Dalam video Instagramnya, Sutiaji masih terlihat normal.

Dia memakai kaos polo dan peci sesuai ciri khasnya. Namun, ada sesuatu di tangannya di menit akhir video. Tampak selang infus menancap di tangan kanannya.

Meski demikian, nada Sutiaji tidak kuyu atau lemah. Sutiaji terlihat bugar dan berupaya kuat di hadapan masyarakat. Wali Kota Malang juga tidak menunjukkan gejala parah.

Pernyataan positif Covid-nya didasari hasil swab. Namun, sebelum ini Sutiaji telah menjalani serangkaian pemeriksaan.

“Rapid kami non reaktif. Cek darah dan general checkup non reaktif. Tapi badan kami memang terasa tidak enak,” sambung Sutiaji.

Sehingga, dia memilih untuk menghentikan semua aktivitasnya. Sutiaji sejatinya ingin bekerja normal. Namun, atas keputusannya dan keluarga, dia mengisolasi diri.

“Atas keputusan saya dan keluarga, kami membatasi diri,” terangnya. Terpaparnya Sutiaji menambah daftar ASN positif Covid.

Sebelumnya, Wasto masuk rumah sakit dan dicurigai Covid. Lalu, ada 15 ASN Pemkot Malang yang positif.

Sehingga, Sutiaji memerintahkan WFH bergantian untuk ASN. “Seluruh ASN WFH bergantian. 14 hari masuk 14 hari WFH,” ujarnya.

Dia pun mengaku tidak tahu dari mana paparan Covid-nya. “Saya sendiri belum tahu dari mana saya terpapar Covid,” sambung Sutiaji.

Sutiaji mengaku tetap bersemangat. Karena, dia meyakini ada hikmah positif yang bisa diambil.

Namun, dia tetap berpesan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan.
“Tolong jaga kesehatan, 3M tetap dilakukan. Tingkatkan imun. Jangan terlalu banyak capek. Ketika capek imun turun. Di situ virus bersarang,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Selama Pandemi, Angka Penderita HIV/AIDS Kota Malang Turun

Diterbitkan

||

Komisi Penanggulangan AIDS Kota Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Angka jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Malang selama pandemi tahun 2020 ini mencapai 345 penderita. Mengalami penurunan dibanding tahun 2019 yakni 573 penderita.

Hal tersebut dibenarkan oleh Iwan Subagyo, selaku Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Malang.

Iwan mengatakan tahun 2019 angka penderita HIV/AIDS tertinggi selama 15 tahun terakhir, dengan temuan 48 penderita per bulan.

“Pada tahun 2020, semenjak masuk pandemi, yang dimulai pada bulan April, ternyata angka penderita langsung menurun,” ujar Iwan kepada Kabarmalang.com, di Kantor KPA, (1/12).

Menurut Iwan, alasannya karena banyak orang yang takut ke puskesmas, karena jika tes HIV/AIDS, nanti juga akan disuruh tes Covid-19 juga.

Ia mengatakan pihak puskesmas juga ada jam pelayanan yang terbatas, tidak seperti sebelum pandemi.

“Pihak LSM yang biasanya merujuk orang untuk pemeriksaan juga sulit melakukan pertemuan secara langsung. Sehingga mereka tidak bisa mendampingi,” lanjutnya.

Tempat usaha yang tutup selama pandemi, kata Iwan, seperti karaoke, tempat hiburan, dan pijat juga berefek pada penurunan angka penderita HIV/AIDS.

Pelayanan HIV/AIDS Selama Pandemi

Iwan menuturkan selama pandemi, pelayanan kepada ODHA masih tetap berjalan, karena para ODHA harus selalu memeriksa tiap bulan ke layanan kesehatan.

“ODHA harus mengambil obat ke layanan rujuk. Mereka juga harus minum obat, karena obat tersebut harus diminum seumur hidup,” jelasnya.

Para pendamping ODHA juga melakukan pendampingan, baik bertatap muka secara langsung tapi dengan jaga jarak atau dengan video call.

“Yang penting tetap memastikan ODHA semangat minum obat, karena mereka kelompok rentan, ada masalah sistem pada kekebalan tubuh mereka,” terangnya.

Target Program Three Zero 2030

Iwan mengutarakan seluruh penanggulangan HIV/AIDS, tujuan akhirnya adalah program three zero di tahun 2030, yakni menuju sepuluh tahun akhir HIV/AIIDS 2030.

“Yang pertama, di tahun 2030, diharapakan tidak ada infeksi baru HIV dan tidak ada orang kena HIV baru,” katanya.

Kemudian, yang kedua tidak ada orang yang meninggal karena HIV/AIDS

“Ketiga, diharapkan pada tahun 2030 tidak ada stigma dan diskriminasi kepada orang-orang yang HIV AIDS,” tutupnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com