Connect with us

COVID-19

Devi Erlinda, Srikandi Gojek Tangguh Saat Pandemi

Diterbitkan

,

Devi Erlinda, driver Gojek asal Jalan Galunggung Kota Malang. (Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Devi Erlinda, 26, adalah perempuan tangguh. Srikandi Gojek ini berjuang melayani konsumen di masa pandemi.

Ini demi menghidupi dan memenuhi kebutuhan keluarganya di rumah. Itu juga memotivasi Linda, sapaannya, mengais rezeki di jalanan.

“Karena yang kerja hanya bapak saya saja. Itupun tukang parkir. Jam kerjanya malam. Mau tidak mau saya harus kerja juga. Dan setor pemasukan ke rumah. Untuk bayar air, listrik dan lain-lain,” jelas Linda kepada Kabarmalang.com di pangkalan Gojek Jalan Kawi, Minggu (25/10).

Rumah Linda, tak jauh dari pangkalan Gojeknya. Wanita lajang ini tinggal di Jalan Galunggung.

Linda beredar di pangkalan Kawi sejak pukul delapan pagi. Setiap hari, di situlah tempatnya menunggu konsumen sampai malam.

Di pangkalan itu juga, dia pertama menjadi driver. Linda menggeluti dunia ojol ini sejak tahun 2017.

“Awalnya diajak teman saya. Sebelumnya saya kerja di toko bangunan. Saat itu pemasukan jadi Gojek sehari sampai 200 ribu. Saya jadi tertarik,” kata Linda.

Selain coba-coba, Linda merasa tertantang. Tidak semua perempuan berani menjadi driver Gojek.

“Terus akhirnya saya ikut teman saya antar orderan. Akhirnya keterusan jadi driver sampai sekarang. Karena seru,” imbuhnya.

 

Alami Suka Duka Pejuang Ojol Perempuan

Tiga tahun lamanya, Linda menjadi pejuang jalanan Kota Malang. Dia mengaku banyak mengalami asam garam sebagai driver.

Dia pernah hampir dibegal saat mengantar orderan. “Waktu itu saya antar orderan di daerah Tidar. Kayak mau dibegal, saat malam hari,” ujar driver berhijab ini.

Beruntung Linda berhasil lepas dari ancaman kejahatan itu. Ada pula pengalaman apes lainnya.

Saat mengantar pesanan, pesanannya jatuh. Padahal, waktu itu dia sudah hampir sampai ke tujuan.

Akhirnya ia harus balik lagi ke restoran. Dia harus merogoh koceknya sendiri. Untuk mengganti pesanan yang jatuh.

Belum lagi pengalamannya dengan konsumen yang menuntut pesanan cepat.

“Misalnya pesanan di restoran itu lama. Karena memang antreannya panjang. Ada customer yang minta dipercepat. Sering seperti itu,” ungkap Linda.

Meski demikian, Linda dengan sabar melayani konsumen. Namun, pengalaman yang paling tricky, adalah konsumen genit.

Pengendara motor matic ini menuturkan, dia sering diminta nomor kontak. Dia juga acapkali diajak jalan konsumen.

Tapi Linda menolak dengan halus dan sopan. Dia berupaya menjaga profesionalitasnya sebagai driver Gojek.

Meski demikian, driver perempuan punya keunggulannya sendiri.

Dia sering mendapat perlakuan spesial konsumen. Linda acapkali diberi tip lebih.

“Saya pernah dikasih tip paling besar itu 50 ribu. Saat antar pesanan ke Batu. Biasanya kalau hujan juga dikasih tip,” kenangnya.

“Kalau yang ngorder perempuan, beberapa kali sekalian diajak makan,” tambahnya.

Devi Erlinda bersama rekan sesama driver Gojek di pangkalan Kawi.

Alhasil, berkat hasil keringatnya sendiri, Linda bisa merenovasi rumah.

“Keuntungan di Gojek lumayan. Bisa renovasi rumah. Terus nabung dikit-dikit. Beli alat elektronik , televisi, dipan kasur, dan kursi,” terangnya.

Linda sangat menikmati profesinya sebagai driver Gojek. Dia bisa mengenal banyak orang dan bertemu orang baru. Pun, mendapatkan pemasukan lumayan.

 

Protokol Kesehatan Selamatkan Pendapatan Driver

Menurutnya, sebelum pandemi pemasukannya bisa Rp 200 ribu sehari. Omzet bersihnya di angka Rp 130 ribuan.

Namun, saat pandemi mulai awal Maret lalu, pendapatannya menurun.

“Selama pandemi paling bagus 50 ribu, pagi sampai malam. Kalau pas awal-awal Covid-19, malah 16-30 ribu. Itu udah bagus,” curhatnya.

Orderan Gojek sangat merosot saat pandemi. Karena pasar utama Gojek di Malang adalah mahasiswa.

Mereka butuh jasa Go-Ride. Saat pandemi mereka banyak yang pulang kampung.

Belakangan, masa new normal menyelamatkan para driver. Orderan mulai ramai kembali.

Linda mengakui saat ini banyak pesanan di GoFood.

“Sekarang kebanyakan pesanan makanan dan minuman di GoFood. Mayoritas datangnya dari rumahan dan kantor,” jelasnya.

Menurut Linda, ini keseriusan Gojek melayani dan melindungi customer. Penerapan protokol kesehatan membuat konsumen GoFood nyaman.

Sehingga, konsumen berani order GoFood.

 

Terapkan Protokol Kesehatan Lewat Posko Aman Gojek

Linda menceritakan, para driver diberdayakan secara protokol kesehatan. Disediakanlah pula Posko Aman Gojek.

“Tiap minggunya sepeda motor disemprot desinfektan. Suhu badan saya dicek. Diberikan hand sanitizer, dan masker. Saya ke Posko Aman Gojek di Kantor Gojek Malang,” jelasnya.

Konsumen jadi tahu suhu badan driver. Kalau aman, konsumen jadi tidak takut order.

“Aplikasi gojek juga tertera suhu tubuh driver. Ini bisa diketahui customer. Misalnya, suhu tubuh Devi Erlinda tidak sampai 37,5 derajat,” bebernya.

Selama pandemi, GoFood menyediakan layanan physical distancing dengan konsumen. Pesanan bisa ditaruh di depan rumah tanpa harus bertemu.

“Sudah sering selama pandemi. Konsumen minta pesanannya ditaruh di pagar aja. Ada juga yang minta ditaruh di atas sangkar burung,” tuturnya.

Devi Erlinda saat mengantarkan order GoFood dengan protokol kesehatan

Ada pula konsumen yang minta jangan sampai dekat pagar. Konsumen minta orderan ditaruh agak jauh.

Orderan ini nanti diambil pakai tongkat. Supaya, tidak bersentuhan tangan.

Lalu, uang pembayaran atau kembalian dimasukan ke dalam kresek.

Linda juga merasakan sendiri keamanan protokol kafe dan restoran. Mitra usaha Gojek menjalankan protokol kesehatan antar jemput makanan.

“Contohnya resto di Mall Olympic Garden Malang. Nanti driver diukur suhu tubuhnya. Kemudian dicatat pegawai resto. Lalu catatan itu disertakan di luar bungkus pesanan konsumen,” terangnya.

Linda juga menambahkan, mayoritas kafe-resto serius menegakkan protokol. Misalnya, memberi cable ties di tiap pesanan customer. Ini menambah safety.

“Protokol seperti itu sangat membantu banget ke driver. Kita kerjanya aman, tidak takut dan khawatir. Customer juga merasa aman,” jelasnya.

 

Pelaku Usaha Dukung Protokol Kesehatan

Pelaku usaha juga mendorong pelaksanaan protokol kesehatan. Natalita Trisna Dewi, Pimpinan My Kopi O!, membenarkan.

Kafenya sudah memenuhi standard protokol kesehatan. My Kopi O! sudah mendapat sertifikat dari Disporapar Kota Malang. Yakni, terverifikasi sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Contohnya, cara pengemasan pesanan take away. Natalita menuturkan orderan GoFood dikemas berlapis-lapis untuk menjaga kebersihan.

“Pertama-tama, pesanan dimasukan ke dalam food container. Setelah itu dibungkus dengan plastik wrap. Lapisan kedua dikemas dengan kantong plastik. Lalu ditali. Hingga lapisan ketiga dikemas lagi dengan plastik. Baru diberikan kabel ties,” kata Natalita, di Kafe My Kopi O!

Bagi driver, tersedia pengecekan suhu di My Kopi O!. Wastafel pencuci tangan dan hand sanitizer pun ada. Lalu, semua karyawannya diwajibkan menggunakan masker dan face shield.

“Ketika ada order GoFood, interaksinya dengan kasir. Tapi diberi pembatas sekat akrilik. Antreannya juga diberi jarak satu meter,” tambahnya.

Pelaku usaha dan driver berkolaborasi menjaga kesterilan pesanan. Supaya, order tetap aman hingga tiba ke tangan customer.

 

Protokol Kesehatan Gojek Diapresiasi Masyarakat Kota Malang

Salah satu konsumen Gojek, Rachmania Santoso merasa terbantu. Layanan GoFood selama pandemi menolong konsumen tidak keluar rumah.

“Semenjak pandemi, saya tetap di rumah aja. Kalau merasa takut keluar rumah, kehadiran GoFood sangat solutif,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com melalui pesan suara, (21/10).

Ocha, sapaannya, mengapresiasi Gojek yang menjunjung tinggi protokol kesehatan.

“GoFood kesehatannya lebih terjamin. Ada sistem tidak perlu ketemu driver. Pesanannya bisa ditaruh di pagar. Duit pembayarannya diamplopin,” terang mahasiswi Ilmu Komunikasi UB itu.

Selain protokol kesehatan Gojek, ada promo yang ramah mahasiswa.

“Gojek ada cashback. Menurutku sangat membantu. Apalagi di masa pandemi, kita susah nyari duit. Juga karena ada voucher kode promo dan lain-lain,” jelas Ocha.

Dinkes Kota Malang mengapresiasi kehadiran platform digital GoFood. Ini sangat menekan penyebaran virus Covid-19.

“Kehadiran platform digital layanan makanan sangat berpengaruh. Karena, keluar rumah tanpa protokol kesehatan meningkatkan potensi penyebaran,” ungkap Husnul Muarif, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang, kepada Kabarmalang.com.

Dengan tetap di rumah saja, masyarakat terhindar dari kerumunan.

“Jadi, sebenarnya prinsipnya adalah hindari kerumunan. Kemudian, kebersihan lingkungan dan pribadi harus diperhatikan,” tutup Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Malang ini.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Kapolresta Dandim Resmikan Kampung Tangguh Semeru Tasikmadu

Diterbitkan

,

Kapolresta Dandim Resmikan Kampung Tangguh Semeru Tasikmadu
Kapolresta dan Dandim bersama jajaran serta penggerak KTS Bentis Tasikmadu meninjau kebun sayur. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kapolresta Malang Kota dan Dandim meresmikan Kampung Tangguh Semeru (KTS). Kali ini, peresmian terhelat di Jalan Tenis Meja, Tasikmadu.

Nama kawasan ini yaitu Kampung Tangguh Semeru Bentis. Sementara, pendirinya adalah warga RW 03 Kelurahan Tasikmadu.

Peresmian tergelar pada Rabu (3/3) kemarin. Kapolresta dan Dandim juga menyuplai bantuan untuk KTS ini.

Kabar Lainnya : Bung Edi Sambang Kelurahan Tasikmadu, Cermati Proses Pelayanan.

Kapolresta dan Dandim pun turut meninjau KTS Bentis Tasikmadu. Mulai dari pengecekan ruang isolasi.

Kemudian, peninjauan kebun sayur. Serta, pemberian edukasi tentang protokol kesehatan kepada masyarakat.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata membenarkan. Dia mengatakan akan terus mendorong kelahiran KTS.

“Karena, sekarang Kota Malang sudah keluar dari zona 5 besar. Tren paparan covid-19 terus menurun. Kita patut bersyukur. Tetapi, tidak boleh lengah juga,” ujar Leo.

Karena itu, Kapolresta dan Dandim siap sosialisasi secara masif. Dia bakal menggenjot promosi kesehatan 5M kepada masyarakat.

Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan. Serta, mengurangi mobilitas di luar rumah.

Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona sepakat. Dia sangat mengapresiasi berdirinya KTS RW 03 Tasikmadu.

Dia berharap warga bisa menekan penyebaran virus covid-19. KTS ini juga bentuk dukungan kesuksesan program pemerintah. Yaitu vaksinasi untuk masyarakat.

“Oleh sebab itu mari dukung program pemerintah mengenai vaksinasi. Dukung juga pelaksanaan protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19,” pungkas Ferdian.

Turut hadir dalam peresmian KTS, antara lain jajaran Polresta. Kemudian, jajaran Kodim 0833.

Kabar Lainnya : Jembatan Kedungkandang Resmi Beroperasi Hari Ini.

Hadir juga Kecamatan Kedungkandang dan jajaran. Serta, para relawan dan tokoh masyarakat sekitar.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang

Diterbitkan

,

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang
Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang gencar sosialisasi vaksinasi tahap 2. Pesan kesehatan terus tergaung di tengah masyarakat.

Sosialisasi vaksinasi tahap 2 sudah berjalan sejak awal 2021. Tetapi, pelaksanaan suntik vaksinnya sendiri mulai akhir Februari lalu.

Hingga kini vaksinasi masih berlangsung. Dengan sasaran para petugas layanan publik.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang membenarkan. Dia bergerak bersama Diskominfo Kota Malang.

“Kita melaksanakan promosi kesehatan yang gencar. Juga bekerja sama dengan Kominfo. Kami melaksanakan edukasi masyarakat mengikuti vaksinasi covid-19,” ujar Hanun, kepada Kabarmalang.com, Rabu (3/3).

Kabar Lainnya : Pemkab Malang Ingin Libatkan Influencer dalam Vaksinasi Covid-19.

Dinas Kesehatan dan Diskominfo gencar melakukan sosialisasi. Yakni melalui media online dan platform media sosial masing-masing.

Hanun menuturkan, pekan depan akan keliling. Dia mengagendakan sosialisasi hingga April 2021. OPD kesehatan ini akan keliling  ke tiap posyandu. Dengan tujuan untuk sosialisasi vaksinasi tahap 2.

“Kita akan mensosialisasikan kepada posyandu-posyandu. Kami ingin mengajak masyarakat. Supaya, mau datang ke tempat-tempat vaksinasi  covid-19 ini,” ujarnya.

Karena, pedagang pasar, lansia dan sebagainya harus tercover semua. “Kita libatkan kader posyandu untuk mensukseskan sosialisasinya,” tambahnya.

Memang, ada muncul pro dan  kontra terkait vaksinasi. Tetapi, OPD kesehatan Kota Malang terus mengedukasi masyarakat.

Supaya, mau menghadiri layanan vaksinasi. Sehingga, masyarakat bisa sehat.

“Karena vaksinasi secara total bisa memunculkan herd imunity. Minimal bisa terbentuk 70 persen,” terangnya.

Menurutnya reaksi vaksin hampir sama dengan imunisasi bayi. Asalkan tidak ada keluhan. Badan dalam kondisi sehat jadi syarat utama.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat. Jangan takut akan vaksinasi covid-19 ini. Selain itu, vaksin ini gratis, pemerintah yang menanggung,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat.

“Takut memang wajar tapi jangan berlebihan. Asalkan badan kita mantap dan sehat. Insyallah tidak ada reaksi,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tali Masker Nge-tren Tapi Berbahaya, Ini Kata IDI Malang Raya

Diterbitkan

,

Tali Masker Nge-tren Tapi Berbahaya, Ini Kata IDI Malang Raya
Penggunaan tali pengait masker (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Tali pengait masker atau strap masker semakin ngetren belakangan ini. Modelnya juga beragam dan semakin fashionable.

Tren ini memudahkan pengguna melepas masker tanpa repot. Misalnya saat makan, minum, dan berolahraga. Pengguna tinggal melepas dan menggantung masker.

Tetapi, masyarakat perlu mengetahui bahayanya. Tali masker memiliki risiko untuk kesehatan pengguna.

Dr Dhelya Widasmara SpKK(K) FINSDV, Humas IDI Malang Raya membenarkan. Dia menjelaskan bahaya tali pengait masker. Tinjauannya adalah perspektif medis.

“Tali masker justru berpotensi menularkan virus covid-19. Bagian luar masker berfungsi menyaring virus, bakteri, kuman. Supaya, tidak terhirup ke saluran pernapasan,” ujar Lala, sapaannya, kepada wartawan, Rabu (3/3).

“Sedangkan, bagian dalam masker berguna menghambat droplet dari mulut,” tambah dosen Fakultas Kedokteran UB tersebut.

Apabila memakai tali masker, maka akan mengenai baju. Padahal masker tidak boleh kontak dengan benda lainnya. Karena, masker harus tetap steril.

“Kuman virus di bagian luar masker bisa terhirup masuk. Baik lewat hidung atau terhisap masuk mulut. Itu jika masker terletak di bawah hidung atau dagu,” jelasnya.

Lala memberikan alternatif lain agar bisa menjaga higenitas masker. Misalnya masyarakat bisa menyiapkan wadah penyimpan khusus.

“Menggunakan tempat khusus masker. Bisa berupa pouch yang steril. Usahakan dalam aktivitas sehari-hari terus menggunakan masker. Tidak sering lepas pakai,” jelasnya staf medik fungsional RSSA tersebut.

Kabar Lainnya : Total 6 Dokter IDI Malang Meninggal Karena Covid-19.

Dia juga menerangkan penggunaan masker yang baik dan benar. Apalagi, saat ini ketersediaan masker medis sudah normal.

Studi terbaru CDC Amerika Serikat menyebutkan manfaat masker ganda. Karena dapat membantu mengurangi risiko paparan covid-19 secara signifikan.

“Penggunaan dua masker sekaligus. Yakni masker bedah dan masker kain. Secara bersamaan dapat memblokir sekitar 83% partikel,” terang Lala.

Selain itu, hasil studi membuktikan efektivitas masker ganda. Masker kain harus berposisi di atas masker bedah. Supaya, lebih dari 95% partikel menular terhalangi.

“CDC tidak merekomendasikan penggunaan dua masker medis. yaitu melapisi masker medis dengan masker medis lainnya,” ucap dokter yang juga penulis buku itu.

Masker medis sekali pakai tidak untuk menutupi wajah secara maksimal. Penggunaan masker bedah ganda tidak dapat menambah keamanan.

“CDC juga tidak menyarankan penggunaan masker dobel KN95. Atau masker respirator N95 yang sudah ketat,” tambahnya.

Menurut Lala, pemakaian satu lapis masker KN95 sudah cukup efektif. Sehingga tidak perlu ada lapisan masker lagi.

Lala berpesan kepada masyarakat agar tetap berpikiran positif. Selama menerapkan prokes 5 M, maka pandemi ini bisa terlewati bersama.

“Sayangi orang-orang di sekitar kita. Karena pandemi ini adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah bentuk perjuangan di era milenial,” pesannya.

“Gunakanlah masker, kapanpun dan di manapun. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tutup Lala.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com