Connect with us

Pemerintahan

Atas Nama Pribadi, Sutiaji Dukung Tuntutan Demonstran

Diterbitkan

,

Wali Kota Malang, Sutiaji menemui demonstran tolak omnibus law di depan Gedung Balaikota. (Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji secara pribadi menandatangani tuntutan demonstran. Senin (26/10), individu Sutiaji mendukung penolakan mahasiswa terhadap Omnibus Law.

Dia tidak memakai jabatan Wali Kota untuk menyatakan dukungannya.

“Kalau atas nama Sutiaji, silakan. Tapi jangan mengatasnamakan Wali Kota. Kalau Sutiaji, atas nama pribadi saya sendiri. Jabatan Wali Kota merepresentasikan seluruh warga Kota Malang,” katanya kepada demonstran dari BEM Malang Raya.

Secara individu, dia mendukung aksi para demonstran. Jejak digital Sutiaji juga menjadi bukti. Sutiaji memastikan dia menolak Omnibus Law secara pribadi.

Meski demikian, secara pemerintahan, Pemkot Malang juga bersikap.

Pemkot Malang mengajak demonstran melakukan kajian UU Cipta Kerja.

“Awal November, kami akan mengumpulkan akademisi serta perwakilan mahasiswa,” kata Sutiaji kepada massa yang hadir.

Sutiaji menuturkan, agenda itu adalah forum membuat catatan kolektif. Hasil forum, akan diberikan kepada Kementerian dan Presiden Jokowi.

“Inilah sumbangsih pemikiran-pemikiran. Para mahasiswa, akademisi, praktisi untuk disampaikan kepada pusat,” terangnya.

“Otoritas sepenuhnya pemerintah pusat. Apakah akan didengar atau tidak, itu bukan domain kami,” bebernya.

Dia mengharap BEM Malang Raya merespons baik rencana ini.

“Kami sudah komunikasi dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI). Perguruan-perguruan tinggi negeri juga,” imbuhnya.

Sutiaji meminta mahasiswa terlibat. Terutama, hukum tata negara, politik dan disiplin ilmu lain.

Perwakilan mahasiswa dan pergerakan diminta menjadi peserta forum.

Pekan kedua November, Sutiaji, akan merilis kepada seluruh media.

“Bahwa inilah sumbangsih dan pemikiran warga domisili Kota Malang. Baik mahasiswanya, akademisinya, dan kaum buruhnya,” tegas Sutiaji.

“Kemarin sudah saya sampaikan. Bahwa kesalahan fatal. Kami belum pernah diajak berbicara membahas UU Cipta Kerja,” lanjutnya.

Menurut Sutiaji, UU itu bertubrukan dengan UU lain. Yakni, UU Nomor 15 Tahun 2019.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Wasto, Sekda Pemkot Malang Pensiun, ‘Sasaji’ Tak Akan Terdengar Lagi

Diterbitkan

,

Wasto, Sekda Pemkot Malang Pensiun, 'Sasaji' Tak Akan Terdengar Lagi
Sekda Kota Malang, Wasto (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pekikan ‘Salam Satu Jiwa’ ala Wasto tak akan terdengar lagi. Karena Sekda Kota Malang itu pensiun. Dia purna tugas pada hari ini, 28 Februari 2021.

Wasto memang terkenal enerjik saat memimpin rapat. Dia pun tak pernah luput memekikkan Salam Satu Jiwa.

Kini, pekikan salam khas itu bakal absen dari Pemkot. Tetapi, dia tidak menyesal. Dia sudah berupaya mengabdi sebaik mungkin untuk Kota Malang.

Wasto pun menceritakan sepak terjangnya di Pemkot Malang. Dia berkarir selama 41 tahun mulai pada tahun 1980.

Sejak awal merintis karier, dia telah berproses sebagai birokrat. Dia juga menorehkan sejumlah pencapaian untuk kemajuan Kota Malang.

“Saya masuk di Pemkot Malang 20 Desember 1980. Sukuan juga tidak ada bayaran,” ujar Wasto kepada wartawan, Minggu (28/2).

Kemudian dia pengangkatan tanggal 1 Maret 1983. Ijazahnya SLTA SMEA. Dia berangkat dari golongan 2 A ke 2 B.

“Dua tahun saya dapat jabatan eselon 5A. Pangkatnya 3B” tambahnya.

Saat berpangkat 3B, Wasto mendapat jabatan kepala seksi. Kepala seksi saat itu sama dengan kabid a1.

“Saya mulai dari kantor urusan perumahan (Dulu Dinas Perumahan),” imbuhnya.

Selanjutnya, tahun 1998 Wasto pindah. Dia menjadi kasi ketenagaan SDM dan Guru SD.

Kemudian 2002 Wasto pindah ke Dinas Pendapatan Daerah. Dia pindah lagi ke Kasubag peraturan perundang-undangan. Eselonnya saat itu 4A

Setelah itu, Wasto menjadi Kabag Hukum Oktober 2004. Dia menjadi Kabag Hukum selama 2 tahun.

Sejak Agustus 2009, Wasto bergeser ke DKP Kota Malang. Karirnya juga cukup panjang di sini. Yakni sampai awal 2015.

“Saat di DKP ini saya benar-benar menjiwai. Karena menyangkut risiko. Utamanya terkait sampah dan penghijauan. Dalam dua hal itu saya sangat konsen. Supaya, ada perubahan di Kota Malang,” bebernya.

Kabar Lainnya : Inilah Kriteria Pengganti Sekda Kota Malang Versi Sutiaji.

Dia bersyukur karena DKP sukses. Pemerintah pusat akhirnya mendistribusikan bantuan. Nilainya Rp 250 miliar untuk Tempat Pembuangan Akhir.

“Bantuan ini bukan bantuan berupa uang. Tetapi bantuan progam. Seluruhnya itu pusat menyerahkan, baru kami kelola,” ungkap Sekda.

Menurut Wasto, tugas dan kebijakan DKP baik. Tetapi, tanpa pelibatan masyarakat tentu akan berat.

“Oleh karena itu saya bentuk organisasi lingkungan. Yang saya berharap menjadi sebuah mitra DKP. Sehingga membentuk kader lingkungan,” tuturnya.

Dari situ Wasto menggerakkan kader lingkungan. Dengan tujuan mendirikan Koperasi Bank Sampah.

Sehingga, mengedukasi masyarakat soal sampah. Karena, sampah terkonversi menjadi tabungan dunia.

Moncer di DKP, perjalanan Wasto berlanjut di BAPPEDA. Di tempat yang baru tersebut, dia tetap berprestasi.

“Bersama teman-teman Bappeda saya mengadakan lomba kampung tematik. Kemudian lomba rancang Malang. Kami libatkan mahasiswa perguruan tinggi mendampingi RW lomba,” ungkapnya.

“RW yang berinisiasi, harus tahu visinya. Baru perguruan tinggi melakukan visualisasi. Yang mendahului UMM itu kampung tematik warna-warni,” lanjutnya.

Meski sudah pensiun, Wasto tetap siap menjalin silaturahmi. Dia juga tetap akan dekat dengan awak media Kota Malang.

Sekda Kota Malang (batik biru) bersama wartawan di Pemkot Malang. (Foto : Istimewa)

“Pertemanan, persahabatan, tidak ada pensiunnya. Yang boleh pensiun itu kan status ASN-nya. Saya kira itu yang saya sampaikan,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Ribuan Pedagang Pasar Kota Malang Akan Suntik Vaksin Tahap 2

Diterbitkan

,

Ribuan Pedagang Pasar Kota Malang Akan Suntik Vaksin Tahap 2
Kegiatan jual beli di Pasar Bunulrejo Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Ribuan pedagang pasar Kota Malang menjadi prioritas vaksinasi. Mereka termasuk dalam kelompok pelayan publik. Sehingga, harus ikut vaksinasi tahap 2.

Kabar Lainnya : 10 Proyek Prioritas Dilanjut 2021.

Plt Kadiskopindag, Wahyu Setianto membenarkan. Vaksinasi tahap 2 akan menyasar 8 ribuan pedagang pasar Kota Malang.

“Kami sudah sosialisasikan pentingnya vaksinasi untuk para pedagang. Mereka tiap hari berinteraksi dengan orang-orang yang rawan covid-19,” ujar Wahyu kepada wartawan, Minggu (28/2).

Wahyu merinci, 8 ribuan pedagang berasal dari 26 pasar. Pasar Besar saja jumlah pedagangnya 3 ribuan. Kemudian Pasar Blimbing 1900-an.

Jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi pedagang masih pembahasan. Diskopindag masih belum mendapatkan informasi pasti.

“Insyallah jadwalnya dalam waktu dekat. Kami masih menunggu kabar dari Dinkes Kota Malang,” tutur Wahyu.

“Lokasinya mungkin dari Dinkes langsung ke pasar-pasar. Karena kalau pedagang harus ke puskesmas, nanti berkerumun,” lanjutnya.

Terpisah, Plt Kadinkes Kota Malang, Sri Winarni mengamini. Lokasi dan waktu vaksinasi bagi pedagang masih pembahasan.

“Nanti ada informasi jadwal dan tempat vaksinnya. Kita sampaikan ke media,” terang Winarni.

Kabar Lainnya : Dorong Pemkot Batu, DPRD Tak Ingin Jabatan Plt Terus Menjamur.

Winarni pun menanggapi usulan dari Plt Diskopindag. Terkait vaksinasi pedagang agar langsung di tiap pasar.

“Saran kita perhatikan, dan akan kita tindak lanjuti. Saat jadwal sudah ada, akan kita laksanakan,” tutupnya.

Hingga 27 Februari 2021, 6.873 pelayan publik sudah vaksinasi. Progresnya sudah 33,36 persen.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Bubarkan Kerumunan Di Kafe Dau

Diterbitkan

,

Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Bubarkan Kerumunan Di Kafe Dau
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat membubarkan kerumunan pengunjung yang melanggar PPKM mikro di Dau. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Satgas Covid-19 Kabupaten Malang kembali melakukan operasi yustisi. Kali ini, sasarannya adalah kafe-kafe di Dau.

Sabtu (27/2) malam, satgas membubarkan kerumunan pengunjung kafe. Tepatnya di Jalan Raya Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau.

Kafe-kafe ini biasa menjadi tempat anak muda nongkrong. Sehingga, kawasan tersebut menjadi sasaran operasi.

Kabar Lainnya : Polisi Siap Bubarkan Kerumunan Malam Tahun Baru.

Mereka bandel karena nongkrong melebihi batas waktu. Sehingga, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang langsung membubarkannya.

“Lumayan banyak kafe-kafe yang buka sampai malam. Setelah kita cek, 50 persen buka hingga 23.30. Masih ada juga yang melakukan aktivitas,” kata AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang, Minggu (28/2).

Hendri menerangkan, ini peringatan terakhir bagi kafe di Mulyoagung. Jika masih membangkang, petugas akan merekomendasi pencabutan izin operasionalnya.

Kabar Lainnya : Rapid Test Kafe Preston, 3 Pengunjung Reaktif.

“Jika kafe masih melanggar, akan kami tindak lebih tegas,” terangnya.

Peringatan petugas tidak hanya berlaku bagi kafe-kafe di Mulyoagung. Tetapi, bagi tempat usaha di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Termasuk tempat hiburan malam.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com