Serba Serbi
2015, Erupsi Freatik Gunung Bromo Setinggi 1 Kilometer

KABARMALANG.COM – Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Gunung Api (PVMBG) merilis letusan freatik berpotensi terjadi di Gunung Bromo. Bukan kali ini saja, pada 2015 silam letusan sama pernah terjadi. Dengan tinggi erupsi sampai 1 kilometer.
“Tahun 2015 pernah, kolom abu mencapai tinggi 1 kilometer lebih dari puncak Gunung Bromo,” kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan kepada Kabarmalang.com, Rabu (21/10/2020).
Hendra mengatakan, ketika itu, erupsi terjadi secara terus menerus selama beberapa jam. Namun, kemudian aktifitas gunung berketinggian 2329 mdpl itu mereda.
“Letusan menerus beberapa jam kemudian reda, berfluktuasi,” ujar Hendra menjelaskan.
Menurut Hendra, terjadinya erupsi akan membawa dampak, apabila terbawa angin. Bisa sampai ke pemukiman penduduk atau menutupi area perkebunan.
“Bila terbawa angin, maka abunya terbawa ke atap-atap rumah penduduk atau ke perkebunan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Hendra turut menjelaskan, apa itu letusan freatik. Yakni, letusan uap air.
Letusan itu, tidak secara langsung diakibatkan oleh naiknya magma menuju permukaan sebuah gunung berapi.
“Letusan freatik itu adalah letusan uap air, jadi letusan yang tidak secara langsung diakibatkan oleh naiknya magma menuju permukaan,” jelas Hendra.
Sementara letusan freatik, lanjut Hendra, dapat hanya berupa uap air putih saja. Namun, bisa juga letusan disertai material lama yang berada pada dinding lubang kawah ikut terbawa uap air.
“Sehingga kemudian berwarna abu keputihan saat letusan terjadi,” pungkas Hendra.
Meski demikian, kata Hendra, aktifitas Gunung Bromo belum menunjukkan aktifitas secara signifikan.
Hanya saja, dengan status Waspada level II, direkomendasikan jarak aman diluar radius 1 kilometer dari kawah. Selain, adanya potensi letusan freatik secara tiba-tiba.
“Tremor bersifat menerus (terekam setiap hari), tapi energi tremornya masih kecil (amplitudo tremor rata-rata hanya 1 mm). Bandingkan dengan amplitudo tremor menjelang atau saat erupsi yang mencapai amplitudo rata-rata 25 mm,” paparnya.
PVMBG mengingatkan, letusan freatik Gunung Bromo berpotensi terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.
Rekomendasi sudah dikeluarkan, agar masyarakat, pengunjung wisata dan pengelola wisata tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif. (rjs/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara




































