Connect with us

Pemerintahan

Peninjauan Kebakaran Hutan Bromo Dilakukan Bupati Malang Sanusi Beserta Jajaran Pemkab Malang

Diterbitkan

,

IMG 20260816 095312
Peninjauan kebakaran hutan Bromo dilakukan Bupati Malang Sanusi bersama jajaran Pemkab Malang dan Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (istimewa)

KABARMALANG.COM – Peninjauan kebakaran hutan Bromo dilakukan Bupati Malang Sanusi bersama jajaran Pemkab Malang dan Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

Langkah peninjauan lapangan yang dipimpin Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S.Sos, dan Sekda Dr. Ir. Budiar, M.Si ini berfokus pada evaluasi operasi pendinginan (mop up), mitigasi dampak Karhutla, serta persiapan pemulihan ekosistem kawasan TNBTS pasca-terbakar.

Kunjungan resmi ini juga memastikan kesiapan pembukaan kembali akses wisata Bromo secara aman setelah titik api di wilayah administratif Kabupaten Malang dipastikan padam total.

Kronologi Penyebaran dan Luas Dampak Kebakaran Hutan Bromo

​Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan konservasi TNBTS mencatatkan sejumlah fakta teknis:

​Awal Muncul Titik Api: Kobaran api pertama kali terpantau di Bukit Jantur/Bantengan pada wilayah administratif Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026, lalu merambat cepat terbawa angin hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026.

​Total Lahan Terdampak: Total area lahan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai ± 1.120,3 hektare (termasuk vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar). Khusus wilayah administratif Kabupaten Malang, area terdampak diperkirakan sekitar ± 30 hektare.

​Kondisi Terkini: Titik api di jalur Bromo via Jemplang, Seruni, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, hingga Pakis Bincil telah berhasil dipadamkan dan kini hanya menyisakan asap tipis di bawah pemantauan intensif.

Penutupan Pintu Masuk Wisata dan Bantuan Bagi Relawan

​Guna menjamin keselamatan publik dan kelancaran operasi pendinginan, Balai Besar TNBTS mengonfirmasi status operasional kawasan:

​Penutupan Akses Wisata: Seluruh pintu masuk menuju kawasan Bromo masih ditutup total untuk kunjungan umum, meliputi pintu Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Senduro (Lumajang), serta Pos Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang).

​Penyaluran Bantuan Sembako: Dalam kesempatan peninjauan di Watu Gede Padang Savana Gunung Bromo, Bupati Sanusi menyerahkan bantuan paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang bagi para petugas dan relawan penanganan darurat.

​Prosedur Pembukaan Kembali: Pembukaan kawasan wisata Bromo akan segera dilakukan oleh Balai Besar TNBTS setelah seluruh area dinyatakan benar-benar kondusif dan aman.

Imbauan Resmi Bupati Malang dan Komitmen Pencegahan Karhutla

​“Apabila kondisi sudah benar-benar dinyatakan aman, Balai Besar TNBTS akan segera membuka kembali kawasan Bromo. Kami juga memberikan imbauan kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Drs. H. M. Sanusi, MM, Bupati Malang (Sabtu, 15/8/2026).

Tabel Rangkuman Data Peninjauan Kebakaran Hutan Bromo

​Berikut adalah rekapitulasi data teknis penanganan Karhutla di kawasan TNBTS:

Parameter Kejadian

Detail Informasi Resmi Pemkab Malang & TNBTS

Agenda Utama

Peninjauan Kebakaran Hutan Bromo & Evaluasi Mop-Up

Pimpinan Peninjauan

Drs. H. M. Sanusi, MM (Bupati Malang)

Waktu Peninjauan

Sabtu, 15 Agustus 2026 (Pagi Hari)

Lokasi Bantuan

Watu Gede Padang Savana Gunung Bromo

Awal Mula Api

Bukit Jantur/Bantengan Probolinggo (3 Agustus 2026)

Masuk Kategori Malang

Pos Jemplang (5 Agustus 2026) — Status Terkini Padam

Estimasi Luas Total

± 1.120,3 Hektare (Area Malang ± 30 Hektare)

Pintu Akses Ditutup

Cemorolawang, Wonokitri, Senduro, Jemplang, & Coban Trisula

Iklan
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Iklan

Terpopuler