Connect with us

Pemerintahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya

Diterbitkan

||

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo

 

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang membuka lowongan kerja tenaga non pegawai negeri sipil alias Non PNS.

Ada 15 formasi yang dibutuhkan Dinkes. Diantaranya dokter umum, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis kimia, tenaga kesehatan, komputer atau IT, teknik sipil, kesehatan lingkungan, administrasi, resepsionis, kesehatan tradisional, pengemudi, tenaga angkat barang atau menata IFK, dan pengelola kendaraan.

Adapun jumlah tenaga yang dibutuhkan yakni sebanyak 65 dokter umum, 13 dokter gigi, dan 39 tenaga administrasi.

“Untuk dokter umum dan dokter gigi nanti akan kami distribusikan di seluruh Puskesmas Kabupaten Malang, sedangkan tenaga administrasi sebagian di puskesmas, dan kebanyakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui di kantornya, Selasa (22/09/2020).

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, rekrutmen itu dilakukan untuk memenuhi kekurangan tenaga kesehatan di lingkungan Kabupaten Malang.

“Beberapa waktu lalu kami (Dinas Kesehatan) berbicara dengan Bupati Malang terkait kekurangan tenaga kesehatan. Alhasil, Bupati mengizinkan untuk membuka rekruitmen non PNS, gajinya untuk tenaga dokter Insyaallah nanti Rp. 3 juta,” terangnya.

Pria yang pernah menjabat Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Lawang menambahkan, proses rekruitmen itu sendiri akan melalui 4 tahapan, yakni pendaftaran, tes tulis, tes psikologi, dan tes wawancara.

“Pendaftaran dan seleksi administrasi pada tanggal 21-23 September, tes tulis dan tes wawancara tanggal 25 September, dan 28 tes psikotes,” ujarnya.

Arbani menegaskan bahwa pihaknya sengaja untuk membuat 4 tahapan untuk proses perekruitan. Tujuannya agar pihaknya mendapatkan tenaga yang benar-benar ideal sebagaimana diharapkan.

“Misalnya tes tulis dan tes wawancara kami lakukan untuk mengetahui skill masing-masing para pendaftar. Sedangkan tes psikologi untuk mengetahui kemauan untuk bekerja dari masing-masing personal. Meskipun skill-nya mampu, tapi tidak ada kemauan untuk bekerja tentu kita tolak,” tukasnya.

Sementara itu, syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar pekerjaan itu yakni Surat Permohonan, Ijazah terakhir dan IPK, Fotocopy KTP, Foto Copy STR untuk tenaga kesehatan, Surat Keterangan Berbadan Sehat, dan Surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. (haq/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Kebakaran di Kota Malang Menurun Saat Pandemi

Diterbitkan

||

M Teguh Budi Wibowo, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang (Foto : Istimewa).

KABARMALANG.COM – Kasus kebakaran di Kota Malang menurun di 2020. Salah  satu faktornya adalah masa Pandemi Covid-19.

Sejak Januari hingga September 2020, kebakaran hanya 46 kasus. Sementara, kebakaran tahun 2019 mencapai 133 kejadian.

“Berada pada masa pandemi covid-19, ini bisa dianggap keuntungan. Pasalnya warga selalu berada di rumah,” ujar M Teguh Budi Wibowo, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang, Kamis (22/10).

“Jadi ketika ada kebakaran kecil, cepat melakukan langkah penanggulangan,” imbuhnya.

Teguh menambahkan faktor lainnya karena masyarakat yang cukup tanggap. Ketika terjadi kebakaran, langsung sigap melakukan pemadaman.

“Ketika ada kebakaran kecil, mereka sudah tanggap memadamkan sendiri. Sebelum petugas pemadam kebakaran sampai,” sambungnya.

Ia menuturkan pemadam kebakaran kota seringkali mengadakan sosialisasi. Warga diedukasi bagaimana mengatasi kebakaran.

Mulai dari kebakaran yang paling kecil. Hingga penanganan kebakaran besar yang harus melibatkan Damkar.

“Kemarin menghadirkan tokoh masyarakat dari RT/RW sekota Malang. Kami berikan sosialisasi, mengenai langkah antisipasi. Dan cara untuk mengatasi kebakaran kecil,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkot Bakal Turunkan Ongkos Produksi Batik

Diterbitkan

||

Walikota Malang, Sutiaji bersama Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji menghadiri acara Gelar Batik Malangan (Foto : istimewa).

KABARMALANG.COM Pemkot Malang turun tangan untuk memurahkan harga batik. Ongkos produksi akan dipangkas.

Hal itu diungkapkan Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji. Ini ditegaskan Widayat saat berkunjung ke Gelar Batik Malangan.

“Jadi pengrajin membuat corak motifnya. Tetapi nanti pemerintah mewadahi dengan printing. Karena alatnya kan mahal,” ujar Widayati, Rabu (21/10).

Menurutnya jika printing dilakukan oleh IKM, itu menjadi berat. Maka, pemerintahlah yang akan bergerak nantinya.

Terkait harga, Widayati sudah studi banding. Dia memantau harga batik di daerah lain.

Widayati melihat di daerah lain harganya lebih murah. Karena, operasionalnya berbeda.

Sekalipun batik Kota Malang mahal, banyak produk yang handmade.

Dia meyakini Kota Malang bisa mengeluarkan ciri khas batiknya. Yakni, menyesuaikan heritage yang ada di Kota Malang.

“Kota Malang sudah merata motifnya di RT/RW. Merata di semua kecamatan. Motifnya beda-beda,” terangnya.

“Memang kriteria dari kita sendiri. Mengangkat batik Malangannya sehingga beragam,” tambahnya.

Widayati memantau batik Malangan itu di Gedung Kartini, Rabu. Di situ, ada Gelar Batik Malangan dan Produk Unggulan Kota Malang.

Acara dihelat dalam rangka HUT ke 75 Provinsi Jatim. Acara menampilkan bazzar produk-produk IKM dan UKM.

Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kota Malang. Ada pula penampilan fashion show.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Siapkan RDS, Wujudkan Pembangunan SPAM di Malang Selatan

Diterbitkan

||

Rapat koordinasi persiapan Survei Kebutuhan Nyata dipimpin langsung Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi
Rapat koordinasi persiapan Survei Kebutuhan Nyata dipimpin langsung Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi (foto - dokumen Perumda Tirta Kanjuruhan)

KABARMALANG.COM – Perumda Tirta Kanjuruhan telah menyusun rencana mengatasi kekeringan di wilayah Malang Selatan pada setiap tahunnya.

Sosialisasi Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Malang Selatan gencar dilaksanakan.

Langkah ini demi mewujudkan program pemerintah, untuk menyelesaikan keterbatasan air bersih bagi masyarakat.

Seperti yang sudah dilaksanakan di Balai Desa Rejoyoso di Kecamatan Bantur yang menghadirkan seluruh perwakilan dari desa yang berasal dari enam kecamatan.

Yakni Bantur, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, serta Gedangan, pada 17 September 2020 lalu.

Menindaklanjuti sosialisasi itu, Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai BUMD yang mendapatkan amanat untuk membantu penyediaan air bersih bagi warga masyarakat.

Akan melaksanakan Real Demand Survey (RDS) atau Survei Kebutuhan Nyata (SKN) bagi masyarakat yang berada di enam kecamatan tersebut.

“Salah satu hasil dari proses sosialisasi tersebut. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan SKN (Survei Kebutuhan Nyata) bagi masyarakat yang berada di 6 (enam) kecamatan yang dimaksud,” ungkap Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Kanjuruhan, Wahjoe Darmawan kepada Kabarmalang.com, Rabu (21/10/2020).

Menurut Wahjoe, SKN dilaksanakan untuk mendapatkan data dan informasi yang riil terkait kelayakan calon pelanggan, terutama yang berminat menjadi pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Khususnya yang terkait dengan kemampuan membayar beserta kebutuhan air bagi calon pelanggan, kebutuhan produksi air, pelanggan potensial, dan area pengembangannya,” tuturnya.

Wahjoe menambahkan, SKN akan merujuk berdasarkan jumlah penduduk di area
pelayanan sampai akhir tahun 2019.

Sementara estimasi jumlah penduduk yang mendapatkan manfaat pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di enam kecamatan itu sebanyak 480.406 jiwa.

“Dimana jumlah respondennya akan ditentukan agar mampu mewakili kondisi umum warga di area survei,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Kanjuruhan akan bekerjasama dengan USAID IUWASH PLUS.

Diawali dengan pelatihan enumerator untuk Survey Kebutuhan Nyata berdasarkan rencana yang telah disepakati.

Pelatihan enumerator akan digelar pada 23 Oktober 2020 mendatang. Diikuti sebanyak 15 enumerator yang nantinya bertugas menjalankan SKN.

Tujuannya, adalah memberikan ketrampilan pada personel SKN sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Tujuan dari pelatihan adalah memberikan ketrampilan pada Personil Perumda Tirta Kanjuruhan atau NGO atau CSO, dalam melaksanakan Survei Kebutuhan Nyata,” beber Wahjoe.

“Agar mampu memahami isi quesioner, strategi dan teknis pelaksanaan survei dengan menggunakan aplikasi M-Water. Dan survei akan dilaksanakan pasca pelatihan dengan estimasi waktu 10 hari,” pungkasnya. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com