Connect with us

Peristiwa

Korban Meninggal Tabrakan KA Penataran Dengan Xenia Jadi 3 Orang

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan KA Penataran dengan mobil Daihatsu Xenia N-1784-EU di perlintasan Kebonsari, Ngebruk, Sumberpucung, Kabupaten Malang, bertambah menjadi 3 orang.

“Korban meninggal menjadi tiga orang, satu meninggal di lokasi dan dua lainnya saat dalam perawatan di rumah sakit,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto, Kamis (10/9/2020).

Dua korban meninggal dunia dalam perawatan dalam perawatan di rumah sakit adalah Setiawan Junaidi (52), warga Jalan Perjuangan, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pengemudi mobil Xenia ini meninggal dalam perawatan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Berikutnya adalah Muhammad Faren (6), beralamat sama dengan Setiawan Junaidi.

“Keduanya meninggal dalam perawatan di rumah sakit,” tegas Agus.

Sedangkan, korban pertama meninggal dunia adalah Sandi Rusanti (39), warga Jalan Sidoluhur Barat, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Penumpang mobil Daihatsu Xenia ini meninggal di lokasi kejadian. Selain korban meninggal dunia, mobil berpenumpang 7 orang tersebut juga mengakibatkan empat korban luka-luka.

Mereka adalah Sri Utami (40) dan Devan (7), keduanya warga Jalan Perjuangan, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang mengalami luka di bagian kepala.

Dua korban selanjutnya, Nur Faida (38) dan Farel Bahtiar (7), merupakan warga Jalan Welirang, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Empat korban luka sudah dirawat di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen,” tutup Agus. (rjs/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Bila Terbukti Lalai, Polisi Siapkan Jerat Pidana di Laka Kerja RSI Unisma

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM– Polresta Malang Kota terus mendalami insiden kecelakaan kerja di proyek RSI Unisma yang menewaskan 4 pekerja. Pihak yayasan akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut.

Selain yayasan, pelaksaan proyek juga turut akan dihadirkan. Kesemuanya dimintai keterangan sebagai saksi. “Pihak yayasan Unisma maupun kontraktor akan segera dipanggil, kemungkinan dalam minggu ini,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratasa Guspitu, Kamis (17/9/2020).

Satreskrim Polresta Malang Kota telah mengantongi identitas pelaksana proyek, yakni PT. Dwi Ponggo Seto yang disebut berdomisili di wilayah Ponorogo.

“Kontraktornya adalah PT. Dwi Ponggo Seto, domisili di Ponorogo, surat panggilan sudah kami kirimkan,” ujar Azi.

Menurut Azi, pemanggilan pihak yayasan untuk menggali keterangan seputar proyek yang dikerjakan. Mulai dari perencanaan, proses lelang, hingga sampai penunjukkan pemenang tender.”Kan yayasan yang melelang, proses tendernya bagaimana,” tuturnya.

Azi mengaku, pihaknya juga menunggu hasil olah TKP oleh Tim Labfor yang sudah digelar satu hari setelah kejadian. Labfor telah membawa sejumlah alat bukti untuk diselidiki.

“Kita juga menunggu hasil penyelidikan Labfor, saat olah TKP sejumlah barang bukti ikut dibawa. Yakni kabel seling dan rangka lift,” beber Azi.

Penyidik sendiri menyiapkan jeratan pidana, apabila dalam insiden kecelakaan kerja tersebut, ditemukan adanya kelalaian. Pasal yang dikenakan adalah 359 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. “Jika terbukti ada kelalaian, maka bisa dijerat Pasal 359 KUH Pidana,” tegas Azi.

Seperti diketahui, proyek pembangunan gedung RSI Unisma menelan korban jiwa (8/9/2020). Empat orang pekerja tewas setelah terjatuh dari lantai empat gedung yang tengah dalam pembangunan. Sementara enam orang pekerja lainnya mengalami luka berat, dan satu pekerja berhasil selamat.

Kejadian tersebut terjadi saat para pekerja akan naik ke lantai lima. Saat itu mereka menumpangi lift proyek. Namun ketika sampai di lantai empat, tiba-tiba tali sling dari lift tersebut putus sehingga menyebabkan para pekerja langsung jatuh dan menyebabkan empat pekerja tewas dan enam luka berat. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Usai Geger Kecelakaan Kereta Api Di Sumberpucung, Satu Hari Kemudian Di Kromengan Ditemukan Mayat

Diterbitkan

||

Oleh

Petugas saat berupaya mengevakuasi jenasah yang ditemukan bersimbah darah di Kecamatan Kromengan (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga Dusun Jatirejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jumat (11/09/2020) siang kemarin geger dengan adanya mayat tergeletak penuh darah di area Dam Sungai Rubiyah kawasan setempat.

Berdasarkan temuan warga, jenazah itu diketahui berjenis kelamin laki-laki atas nama Saiful Wijayanto, warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

”Iya (ada penemuan mayat, red), informasinya korban merupakan warga Kota Malang,” terang Camat Kromengan, Joanico da Costa, saat dikonfirmasi Jumat (11/09/2020) malam.

Joanico menuturkan, kasus penemuan mayat ini diketahui pertama kali oleh salah satu warga setempat, yang bernama Mujiantoro pada Jumat (11/09/2020) sekitar pukul 12.00 WIB saat pihaknya hendak pergi ke sawah.

”Berdasarkan keterangan saksi (Mujiantoro) saat itu dirinya hendak pergi ke sawah dan saat diperjalanan dirinya melihat ada mayat laki-laki yang tergeletak di lokasi kejadian,” bebernya.

Tak ayal, pihaknya pun terkejut dengan hasil temuannya itu yang ternyata adalah jenazah manusia. Lantas tanpa pikir panjang ia melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas dari Polsek dan Koramil Kromengan, hingga petugas medis dari Puskesmas Kromengan, dikerahkan ke lokasi peneman mayat.

”Jenasah sudah dievakuasi menggunakan mobil ambulan untuk dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang),” kata Joanico.

Sejauh ini, Joanico belum berani berspekulasi terkait penyebab kematian pria yang di KTP-nya (Kartu Tanda Penduduk), lahir pada 23 September 1989 tersebut.

Bahkan ketika dikonfirmasi apakah korban meninggal diduga karena dibunuh, sebab ditemukan banyak darah di area wajah? , Joanico mengaku belum mendapat informasi soal kabar burung yang beredar di kalangan masyarakat tersebut.

”Lebih lengkapnya silahkan ditanyakan kepada Kapolsek (Kromengan),” tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kromengan hingga sabtu (12/09/2020) pagi, saat dihubungi melalui sambungan telfon tak kunjung ada respon. Begitupun saat dihubungi melalui pesan Whatsapp juga tidak ada balasan. (qiq/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Korban Kecelakaan Kereta Api Mendapat Santunan Jasa Raharja Senilai Rp. 50 Juta

Diterbitkan

||

Oleh

Jasa Raharja memberikan bantuan kepada keluarga korban kecelakaan tabrakan kereta api

 

KABARMALANG.COM – Korban kecelakaan yang ditabrak kereta api di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kamis (11/09/2020) kemarin mendapat santunan dari Jasa Raharja.

Bersama anggota Polres Malang, Santunan itu diberikan oleh Jasa Raharja kepada keluarga korban di rumah duka masing-masing pada Jum’at (11/09/2020). Salah satu petugas Jasa Raharja Perwakilan Malang, Deny Prayudha mengatakan nilai bantuan itu untuk korban meninggal mencapai Rp. 50 juta.

“Santunan itu kita berikan untuk setiap ahli waris dari 3 korban meninggal yang mengalami kecelakaan kemarin (Jum’at, 11/09/2020),” ungkap Deny.

Tidak hanya itu, korban yang mengalami luka-luka juga diberikan santunan oleh Jasa Raharja senilai Rp. 20 juta.

“Jadi untuk empat korban yang saat ini dirawat di rumah sakit biayanya free, karena sudah ditanggung oleh Jasa Raharja. Namun nilai tanggungannya hanya mencapai maksimal Rp. 20 juta,” tuturnya.

Jika jumlah pengobatan lebih dari Rp 20 juta, maka biayanya akan ditanggung sendiri oleh korban.

“Kalau korban ikut BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) maka otomatis biaya pengobatan yang melebihi Rp. 20 juta otomatis akan tercover BPJS,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah korban kecelakaan antara mobil Xenia dan Kereta Api yang terjadi di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Kepanjen kemarin sebanyak 7 orang. Tiga orang di antaranya meninggal dunia, dan empat orang yang lainnya luka berat. Kini Keempatnya dalam tahap penanganan di RSUD Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (imr/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com