Connect with us

Pemerintahan

Harga Cabai Anjlok, Petani Merana

Diterbitkan

,

WhatsApp Image 2020 09 06 at 14.38.19
Tanaman cabai siap panen dibiarkan mengering oleh petani

KABARMALANG.COM – Pandemi Corona menambah penderitaan petani di Kabupaten Malang, sejumlah komoditas yang ditanam gagal dipanen karena harga jual turun. Tanaman pun dibiarkan sampai mengering.

Seperti terlihat pada lahan cabai di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Petani memilih tak memanen karena tak sebanding dengan biaya produksi.

“Petani sengaja tak memanen, karena harga cabai lagi turun. Jika dipaksa untuk panen, maka tentu akan rugi. Karena tak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan,” terang Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Poncokusumo, Syaiful Asyari, Minggu (6/9/2020).

Menurut Asyari, harga cabai normalnya sebesar Rp 50 ribu per kilogram di pasaran. Tetapi, saat ini turun hingga sebesar Rp 6 sampai 7 ribu per kilogram di tingkat petani. “Sekarang hanya Rp 7 ribu. Tentu sangat merugikan bagi petani. Makanya tidak dipanen,” tutur Asyari.

Pihaknya menyebut, pandemi COVID-19 adalah penyebab turunnya harga cabai, karena permintaan pasar berkurang dratis. Berbeda, ketika belum pandemi harga jual cabai masih bisa memberikan keuntungan bagi petani.

“Saat ini, sebenarnya panen raya. Tetapi permintaan pasar turun dratis. Tentu dampaknya terhadap harga jual,” terangnya. Asyari mengaku, Poncokusumo merupakan satu daerah penghasil komoditas cabai terbesar di wilayah Kabupaten Malang.

WhatsApp Image 2020 09 06 at 14.38.18

Jika ditotal, lanjut Asyari, dalam satu hari jumlah produksi cabai di Poncokusumo bisa mencapai 40 ton. Akibat pandemi corona, petani cabai di Poncokusumo terpaksa meratapi kerugian. “Jika dihitung, dalam satu hektare. Kerugian yang dialami petani bisa sampai Rp 50 juta,” tegasnya.

Asyari menambahkan, bukan hanya cabai yang mengalami penurunan harga jual. Tetapi juga menyasar komoditas lain, seperti kubis. Dimana harga jual kubis hanya Rp 300 per kilogram. “Padahal produksinya bisa per hari 50 ton untuk kubis. Namun dijual 300 Rupiah per kilogram,” tambah Syaiful.

Dengan kondisi kurang menguntung saat ini, kata Asyari, para petani memilih pasrah dan ada yang terpaksa mengalihkan keberuntungan dengan mulai menanam bawang ataupun buah-buahan. “Ada yang nekat mengganti dengan menanam buah-buahan. Tetapi banyak juga yang pasrah,” pungkasnya. (rjs/fir)

Iklan

Terpopuler