Pemerintahan
Ketua DPRD Kota Malang Kritisi Perencanaan Belanja Pemkot yang Kurang Presisi, Desak SILPA Dialokasikan ke Sektor Kesehatan dan Pendidikan

KABARMALANG.COM – Ketua DPRD Kota Malang mengkritisi tajam perencanaan belanja daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang dinilai kurang presisi menyusul ditemukannya sisa anggaran yang belum terserap secara optimal.
Kritikan pedas yang disampaikan pimpinan legislatif pada Sabtu, 25 Juli 2026 ini menyoroti ketimpangan antara pengalokasian anggaran awal dengan realisasi program kerja di lapangan yang memicu membengkaknya sisa dana APBD.
Guna mengoptimalkan pemanfaatan dana publik tersebut, DPRD mendesak Pemkot Malang untuk segera merombak formulasi penganggaran pada APBD Perubahan (APBD-P) dengan memprioritaskan sisa dana ke sektor-sektor vital khususnya peningkatkan layanan kesehatan gratis masyarakat, pembenahan fasilitas sekolah.
Serta beasiswa pendidikan agar sisa belanja daerah memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga Kota Malang.
Poin Kritik Utama DPRD dan Solusi Alokasi Anggaran
​Untuk memperjelas arah pengawasan legislatif terhadap kinerja keuangan daerah, Ketua DPRD Kota Malang menekankan beberapa pilar prioritas:
​Evaluasi Perencanaan OPD: Mendesak Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun estimasi belanja yang lebih akurat dan realistis.
​Prioritas Sektor Kesehatan: Mengalihkan sisa anggaran untuk pemenuhan Universal Health Coverage (UHC), peningkatan sarana Puskesmas, dan penanganan stunting.
​Penguatan Sektor Pendidikan: Menyalurkan dana mengendap untuk perbaikan infrastruktur sekolah rusak, insentif tenaga pendidik, serta bantuan operasional siswa kurang mampu.
Tabel Pemetaan Analisis Pengawasan APBD Kota Malang
​Berikut adalah tabel rincian mengenai poin krusial kritikan legislatif dan arah alokasi anggaran daerah:
Indikator Pengawasan | Isu & Catatan DPRD Kota Malang | Arah Solusi & Rekomendasi |
|---|---|---|
Evaluasi Kinerja APBD | Perencanaan belanja Pemkot kurang presisi & tidak terserap. | Penyusunan program kerja yang terukur & realistis. |
Sektor Prioritas 1: Kesehatan | Penguatan anggaran sarana medis & jaminan UHC. | Pemenuhan hak kesehatan dasar bagi warga miskin. |
Sektor Prioritas 2: Pendidikan | Perbaikan gedung sekolah & bantuan siswa berprestasi. | Pemerataan mutu pendidikan dari jenjang PAUD–SMP. |
Mekanisme Penyerapan | Pengintegrasian dana sisa ke formulasi APBD-P | Percepatan pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar). |
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang































