Connect with us

Pemerintahan

Demo PPKM Di Malang : Jangan Dalih Prokes, Perhatikan Ekonomi PKL

Diterbitkan

,

Demo PPKM Di Malang : Jangan Dalih Prokes, Perhatikan Ekonomi PKL
Aliansi Rakyat Tertindas saat teatrikal menyindir PPKM di depan Balaikota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Demo mengkritisi PPKM terjadi di depan Balaikota Malang, Senin (9/8).

Puluhan mahasiswa dan pedagang di Kota Malang bersatu dalam barisan Aliansi Rakyat Tertindas menyoroti efek terhadap ekonomi pedagang kecil maupun kaki lima (PKL).

Di tengah demo di depan Balaikota Malang, massa aksi menyuguhkan teatrikal berupa sindiran terhadap program PPKM dari pemerintah.

Teatrikal itu menceritakan pedagang pasar yang sedang berjualan sayur. Pedagang sayur itu tampak lesu.

Lalu datanglah petugas keamanan menyuruh pedagang untuk menutup lapaknya karena sudah jam malam. Itu bagian dari peraturan PPKM.

John Man, Korlap Aliansi Rakyat Tertindas membenarkan. Aksi itu terdiri dari elemen mahasiswa dan pedagang pasar.

“Dari elemen pasar ada 10 orang, yaitu dari Pasar Tawangmangu, Pasar Gadang, Pasar Arjosari dan Pasar Blimbing,” ujar John kepada media di depan Balaikota Malang, Senin (9/8).

Dia menjelaskan maksud dari aksi teatrikal tersebut agar pemerintah jangan hanya menindak para pedagang dengan dalih prokes. Tetapi, pemerintah juga harus memandang dari segi ekonominya.

Lalu, dia juga menambahkan dalam unjuk rasa itu pihaknya membawa dua tuntutan. Yakni penuntasan program BLT dan penghilangan jam malam saat PPKM.

“Alasannya karena kita lihat dari segi ekonomi itu banyak yang terdampak (PPKM). Pedagang kecil, jualan kopi, dan hal-hal yang lebih spesifik itu dari UMKM kecil,” ungkapnya.

John meminta agar Pemkot Malang bisa membuat kebijakan PPKM yang berbasis kedaerahan sesuai dengan keadaan di Kota Malang.

“Kepala daerah harus menggunakan otonomi daerah, harus mampu memberikan pandangan dan wawasan kepada masyarakat Kota Malang. Solusi yang kita inginkan adalah soal aspek ekonominya,” tutupnya.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler