Pemerintahan
PPKM Darurat Malang Gagal, Menko Marves Nilai Pakai Google Maps

KABARMALANG.COM – Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) menilai Kota Malang gagal melaksanakan PPKM Darurat.
Ini tercetus saat rakor bersama Walikota Sutiaji dan jajaran Forkopimda Kota Malang pada hari Rabu (7/7).
Menko Marves menilai Kota Malang belum berhasil menerapkan PPKM Darurat oleh pemerintah pusat.
“Kota Malang belum berhasil menerapkan PPKM Darurat. Karena terlihat dari Google Maps-nya. Pergerakan orang di wilayah Kota Malang masih cukup tinggi. Baik siang maupun malam hari,” tegas Sutiaji.
Oleh karenanya, lanjut Sutiaji, daerah mendapat kesempatan memperbaiki. Pemkot harus membuat kebijakan-kebijakan darurat sesuai dengan keadaan masing-masing wilayahnya.
Sutiaji menyatakan ini terhitung sejak sore kemarin; Kota Malang memperketat aturan PPKM Darurat.
Salah satunya adalah dengan melakukan penyekatan di batas wilayah Kota Malang dengan tujuan untuk mengurangi mobilitas orang.
“Nanti juga akan kita koordinasikan dengan wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang untuk sama-sama melakukan penyekatan,” tambah Sutiaji.
Tidak berhenti di situ, Pria berkacamata tersebut juga menegaskan aturan lain. Terhitung sejak kemarin malam semua jenis usaha akan tutup sejak pukul 20.00 WIB.
Hal ini juga dalam rangka agar masyarakat tidak keluar malam. Terutama jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak.
“Kemarin Pemkot telah memberikan kelonggaran pada masyarakat. Pedagang masih bisa berjualan dan membeli makanan secara delivery atau take away di atas jam 8 malam.
“Namun penghentian kebijakan mematikan PJU malah mobilitas masyarakat semakin tinggi,” ujar Sutiaji.
Dengan kata lain, Kota Malang masih gagal menerapkan PPKM Darurat.
Lebih lanjut, atas dasar itu pula maka Walikota Sutiaji dan jajaran Forkopimda Kota Malang akan memperketat aturan yang ada.
“Mobilitas orang nanti akan ada batasan. Ada penyekatan. Orang tidak boleh keluar malam di jam tertentu, jika tidak ada kepentingan esensial,” ucap Sutiaji.
Kabar Lainnya : Penyekatan Tahun Baru, Kendaraan Bukan Plat Malang Diusir.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, mengamini.
Sia menyatakan pihaknya siap membantu Pemerintah Kota Malang dalam upaya memperketat pelaksanaan PPKM Darurat.
Menurut Buher, jajaran Polresta Malang Kota akan merumuskan penyekatan tersebut. Hal ini guna meminimalisir mobilitas keluar masuk Kota Malang.
Buher juga menyampaikan sore kemarin, pihaknya sudah melakukan trial penyekatan. Nantinya penyekatan akan diberlakukan di beberapa titik pintu masuk ke Kota Malang.
Di antaranya, exit tol Madyopuro, kawasan Kacuk, dan kawasan terminal Landungsari.
“Ini kami rumuskan, sore ini kami rumuskan, perbatasan akan ada penyekatan. Jadi tidak ada lalu lintas dan mobilitas. Dari Batu ke Malang Kota atau dari Kabupaten, kami sudah sangat melokalisir,” jelasnya.
Budi juga menambahkan akan melakukan pengawasan di jalan-jalan alternatif atau jalan tikus. Serta terus melaksanakan Operasi Yustisi.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































