Connect with us

Pemerintahan

Pocong Gentayangan di Kota Malang Saat PPKM Darurat

Diterbitkan

,

20210705 203508
Penampakan pocong-pocongan bergentayangan di Jalan Ijen Kota Malang dalam agenda edukasi prokes dan vaksinasi (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak empat pocong gentayangan di jalanan Kota Malang ketika PJU (Penerangan Jalan Umum) padam saat PPKM Darurat, Senin (5/7) malam.

Penampakan tiga pocong gentayangan terlihat di pos mitra 1 yang terletak di Jalan Agus Salim Kota Malang. Lalu di Jalan Ijen hingga ke Jalan Terusan Ijen Kota Malang.

Tapi tenang, itu bukan pocong sungguhan. Itu hanya pocong-pocongan yang menjadi bagian dari edukasi Polresta Malang Kota agar masyarakat taat protokol kesehatan.

Di situ juga terdapat dua keranda mayat berisikan replika jenazah berkain kafan. Di salah satu keranda ada pesan bertuliskan “Hobi Keluyuran Malah Diangkat Ke Kuburan”.

Kabar Lainnya : Keranda Terbang Di Malang Viral, Diduga Lokasi Di Singosari-Karangploso.

Dalam agenda edukasi itu ada banyak pihak yang saling bersinergi dengan polisi. Yakni TNI, Dishub, BPBD, dan Satpol PP Kota Malang.

Para petugas gabungan juga mengajak masyarakat agar mau dan tak ragu-ragu untuk mengikuti program vaksinasi dari pemerintah.

Kanit Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Saiful Ilmi yang hadir mengawal agenda tersebut membenarkan.

“Intinya malam ini (5/7) kita adakan kegiatan edukasi, terkait prokes Covid-19, yang mana kali ini kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Saiful, Selasa (6/7).

Pocong dan keranda adalah gambaran bahwa virus Covid-19 masih ada. Itu menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa resiko terburuk dari Covid-19 adalah meninggal dunia.

20210705 200251

Keranda dan pocong depan pos polisi Agus Salim Mitra 2. (Foto : Fathi)

“Ini (pocong dan keranda) bentuk gambaran kurang kedisiplinan dalam prokes Covid-19, jangan sampai warga masyarakat menjadi korban daripada Covid-19,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Keranda Terbang Viral Di Malang, Ternyata Ada Film Dan Mitos-Mitosnya.

Saiful mengatakan dalam PPKM Darurat ini pihaknya berupaya mengendalikan mobilitas masyarakat.

“Apabila masyarakat tidak berkepentingan, silahkan melaksanakan aktivitasnya di rumah. Masyarakat yang berjualan silahkan berjualan, namun lebih baik take away bagi yang beli,” ungkapnya.

“Begitu juga padamnya lampu, kegiatan masyarakat di luar semakin berkurang. Intinya itu. Biasanya jagongan, nongkrong dan ngopi jadi terbatas,” tutup Saiful.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler