Peristiwa
Korban Kecelakaan Poncokusumo Butuh Biaya, Pemuda Ledoksari Gerak

KABARMALANG.COM – Korban kecelakaan Poncokusumo semuanya berasal dari Dusun Ledoksari Tumpang, Kabupaten Malang. Mereka sekarang butuh biaya besar untuk perawatan.
Pemuda Dusun Ledoksari pun bergerak untuk meringankan beban warganya yang tertimpa musibah akibat menjadi korban kecelakaan Poncokusumo.
Seperti berita sebelum ini, rombongan arisan asal Ledoksari kecelakaan di Dusun Simpar, Desa Wringanom, Kecamatan Poncokusumo pada Rabu (26/5).
Kabar Lainnya : Kecelakaan Poncokusumo Klaim 7 Nyawa, Ini Kronologi Resminya.
Pemuda Ledoksari tergerak lantaran korban yang masih mendapatkan perawatan membutuhkan biaya dengan total mencapai ratusan juta rupiah.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dari pemuda dan warga yang mencoba meringankan beban keluarga yang terkena musibah. Apalagi kami mendapatkan informasi kalau biaya untuk perawatan cukup besar,” ungkap salah satu pemuda, Pungky Ardi pada Sabtu (29/5).
Penggalangan dana telah berjalan sejak (27/5). Metode donasi bergulir dengan dua jalur. Pertama, pemuda Ledoksari melakukan penggalangan dengan cara konvensional.
Kabar Lainnya : Kabar Update Kecelakaan Poncokusumo, Kapolres : 8 Orang Meninggal.
Kedua, pemuda Ledoksari juga memanfaatkan sosial media untuk melakukan sosialisasi terkait pengumpulan donasi.
Alhasil tidak hanya masyarakat sekitar yang peduli, namun juga warga yang berada jauh di luar kota.
Kepedulian masyarakat yang tinggi membuat donasi hingga kemarin sudah terkumpul di angka 78 Juta. “Kami mengucapkan terimakasih atas kepedulian masyarakat terhadap tragedi ini,” ungkapnya.
Hingga saat ini korban yang masih dalam perawatan tinggal tiga orang, yakni Sutrisno, Istikomah dan Satyaning Rachmasari.
Kabar Lainnya : Kecelakaan Poncokusumo Kabupaten Malang Belum Ada Tersangka.
Sebelumnya ini, kendaraan roda 4 bak terbuka L300 N 9610 BD mengangkut rombongan sebanyak 14 orang.
Rombongan dari warga Ledoksari menabrak pohon yang ada di pinggir jalan, saat melaju dari arah Lumajang menuju Malang.
Dari 14 orang dalam rombongan itu, 8 orang di antaranya dinyatakan tewas. Sedangkan korban lainnya mengalami luka parah.
Mereka adalah rombongan yang baru saja pulang dari Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang usai menghadiri acara arisan keluarga di sana.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi3 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































