Serba Serbi
Inilah Pria Asal Dampit Pelopor Las Plastik Di Malang

KABARMALANG.COMĀ – Jasa las plastik di Desa Kepatihan, Kecamatan Dampit adalah legenda. Pasalnya, si empu, Slamet, 57 terhitung sejak tahun 1990 lalu telah menekuni las plastik tersebut.
“Sebelum las plastik ini populer, mungkin saya yang pertama sudah menekuni las plastik ini,” ungkapnya, Sabtu (27/3).
Dalam melakoni profesinya itu, Slamet sama sekali tidak menggunakan lem, serta alatnya pun terhilang tradisional.
Yakni menggunakan plastik cair di atas kompor hasil rakitannya sendiri, kemudian plastik tersambung dengna menggunakan plastik cair tersebut.
“Dengan ini, plastik akan semakin kuat seperti sedia kala (sebelum pecah,” katanya.
Dia juga menjamin hasilnya akan sehalus seperti sebelumnya. Sebab, bapak dari 2 anak itu akan menggosok bekas tambalan itu dengan kertas ampelas.
Jika bidangnya mengkilat, maka ia akan mengecatnya seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah, tidak hanya dari Malang, beberapa pelanggan saya juga ada yang dari luar kota. Seperti Sidoarjo, Surabaya dan Pasuruan,” ujarnya.
Mereka datang, menurut Slamet bukan dari hasil promosinya dari media sosial. Tetapi kemungkinan dari mulut ke mulut.
“Saya tidak pernah promosi baik secara perorangan maupun melalui media sosial. Karena handphone milik saya saja masih jadul,” katanya sambil tersenyum.
Tidak hanya mengelas, Slamet juga bisa membuat barang apapun yang berbahan plastik, sesuai keinginan pelanggannya.
“Saya pernah membuat grill dan bumper mobil 100 persen sesuai keinginan pelanggan,” ujarnya.
Kabar Lainnya : Sertu Heri Purnomo, Pelopor Kopi Taji.
Untuk hal itu, ia biasanya akan membuat sketsa terlebih dulu untuk barang ciptaannya. Latar belakang Slamet sebagai seniman memudahkan pekerjaannya.
“Dulu saya pelukis, dan pernah juga bermain musik. Tetapi karena kebutuhan ekonomi, akhirnya saya mengelas plastik,” tuturnya.
Sebelum benar-benar terjun di dunia las plastik, terlebih dahulu Slamet berjualan onderdil motor dan mobil bekas.
“Lantas, jika ada yang cacat maka saya las sendiri. Hingga kemudian banyak orang yang minta tolong untuk ngelas,” imbuhnya.
Sebagai pemusik, Slamet mengaku pernah mempunyai grup musik dangdut bernama Ersiko.
“Tetapi sekarang sudah bubar karena personelnya sudah meninggal semua. Hanya tersisa saya. Waktu itu saya pemegang melodi,” urainya.
Mengelas plastik di Slamet, tarifnya terbilang murah. Yakni berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 50 saja. “Tergantung tingkat kesulitannya,” tukasnya.
Jika ingin mengelas plastik pada Slamet. Pelanggan tinggal mengunjungi rumahnya di Desa Kepatihan, Kecamatan Dampit, sisi utara dari Pasar Dampit.
Ketika sudah memasuki Desa Kepatihan, maka tanyakan saja alamat “Pak Slamet Las Plastik”.
Pasti warga setempat tahu semua lokasi rumahnya. Sebab ia terbilang terkenal di kawasan tersebut.(im/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































