Connect with us

Pemerintahan

Sutiaji Apresiasi Terobosan BPNTD Dinsos P3AP2KB Kota Malang

Diterbitkan

,

IMG 20210324 200059
Simbolis Pemkot Malang bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang melaunching BPNTD (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi terobosan Dinsos P3AP2KB Kota Malang melaunching Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD).

Bantuan tersebut bakal tersalurkan kepada 7.226 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se Kota Malang. Setiap bulannya KPM akan menerima uang elektronik sebesar Rp 125 ribu untuk bantuan beras.

Besaran nilai bantuan tersebut mengalami kenaikan sebesar 12% dari tahun lalu yakni sejumlah Rp 110 ribu.

Melalui bantuan itu, akan semakin membantu Puskessos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang selama ini melakukan pendampingan masyarakat.

“Ini semakin memudahkan teman-teman Puskesos untuk membimbing saudara-saudara kita. Dulu harus nulis, sekarang hanya klik sudah bisa masuk untuk pembelanjaan di e-warung,” ujar Sutiaji, Rabu (24/3).

“Kalau dulu kan harus gesek, sekarang sudah pakai sistem pakai barcode,” tambahnya.

Sutiaji sendiri menyebut bantuan tersebut diperkirakan akan menaikkan angka inflasi. Namun, dengan naiknya angka inflasi, maka akan meningkatkan pula daya beli masyarakat.

“Kita gulirkan sehingga nanti gini,
saat ini kita pertumbuhan kemarin saya tanyakan pada BPS karena banyak bantuan dari pusat dan daerah belum jalan, sehingga inflasi kita kemarin masih rendah,” bebernya.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani sepakat. Dengan BPNTD distribusinya bisa lebih transparan lewat 53 e-warung di Kota Malang.

“Kadang kadang saat pembagian beras tingkat RW ada istilah bagi roto. Jadi yang kena kan dinas ya. Kok saya tidak menerima 10 kilo?,” terangnya.

“Karena sudah dibagi rata sama RWnya. Sekarang kalau dengan kartu kan yang dipegang kartunya. Pribadi, jadi kita aman,” tutupnya. (fat/fir)

Iklan

Terpopuler