Connect with us

Pemerintahan

Tenang, Stok Beras Kabupaten Malang Aman Hingga Idul Fitri

Diterbitkan

,

Tenang, Stok Beras Kabupaten Malang Aman Hingga Idul Fitri
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Masyarakat Kabupaten Malang bisa tenang dengan melimpahnya stok beras. Pemkab Malang memastikan stok beras jelang Idul Fitri masih aman.

Akhir tahun 2020 kemarin, petani surplus panen padi. Stok beras masih ada sekitar 72 ribu ton.

“Alhamdulilah, akhir Desember 2020, kita surplus panen padi. Masyarakat bisa tenang menjelang lebaran nanti,” papar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid, Sabtu (20/3).

Kabar Lainnya : Budidaya Lele dan Padi Hydroganik Hasilkan Omset Belasan Juta.

Tetapi, Pemkab ingin menambah varietas baru. Sehingga, Malang memiliki stok beras dan ketahanan pangan lokal.

Nasri mengatakan itu semakin menguntungkan Kabupaten Malang. Karena, nilai surplus beras akan semakin meningkat.

“Tanpa varietas sebenarnya sudah sangat terbantu. Neraca pangan kita rata-rata 7,1 ton gabah giling per hektar,” ringkasnya.

“Kalau ada varietas baru akan menambah stok beras lagi. Artinya surplus akan melonjak tinggi,” bebernya.

Dia berharap meningkatkan stok beras di gudang penyimpanan. Sehingga, Nasri berharap petani mengikuti arahan DTPHP. Yakni, untuk segera menambah kuantitas tanam padi.

“Misalnya, tanam panen di atas 10 ton dalam 2000 hektar. Tentu akan menambah surplus yang sangat signifikan,” ujarnya.

Surplusnya stok beras Kabupaten Malang kini menjadi andalan Jatim. Malang menjadi salah satu sumber pemasok pangan Jawa Timur.

“Tidak dapat dipungkiri, surplus ini membawa berkah daerah lain. Karena mendapat pasokan beras cukup dari sini,” ujarnya.

Selain itu, petani Kabupaten Malang juga mendapat untung. Karena, hasil panennya masuk daerah lain. Sehingga, stok beras petani bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Saat ini, suplai kita sudah menjangkau ke Jakarta. Dengan harga beras premium Rp 10.500 sampai Rp 11.000 sekolo. Harga tertingginya mencapai Rp 13.000 per kilogram,” akhirnya.(im/yds)

Iklan

Terpopuler