Serba Serbi
Nyepi di Kota Malang, Rangkaian Ritual Digelar Terbatas Karena Prokes

KABARMALANG.COM – Nyepi di Kota Malang memang benar-benar sepi. Khususnya bagi umat Hindu yang merayakan Nyepi, Minggu (14/3).
Memang, perayaan Nyepi mewajibkan umat Hindu membatasi mobilitas. Apa lagi, pandemi covid-19 mencegah adanya kerumunan.
Alhasil, Nyepi umat Hindu kian khidmat. I Gusti Ngurah Susanta, Pemangku Pura Luhur Dwijawarsa Kota Malang membenarkan.
Kabar Lainnya : Walikota Sutiaji Berdialog Dengan Umat Hindu Jelang Hari Raya Galungan.
Lebih lanjut, ada empat brata penyepian bagi umat Hindu.
“Yakni, tidak bekerja, tidak menyalakan api. Tidak bepergian, dan tidak bersenang-senang,” ujar Susanta kepada wartawan, Minggu (14/3).
Nyepi berasal dari kata sepi. Yakni sunyi atau senyap. Saat nyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa. Sebab, hari ini, umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian.
Sebelum Nyepi, umat Hindu di Kota Malang sudah upacara. Salah satunya adalah upacara tawur kesanga.
Pura Luhur Dwijawarsa juga menggelar upacara tawur kesanga. Upacara terlaksana sehari sebelum hari raya nyepi, Sabtu (13/3). Umat Hindu menjalani upacara dengan penerapan prokes ketat.
“Itu upacara peselarasan alam semesta. Jadi ada sejenis berdoa untuk keselarasan isi alam semesta. Termasuk manusianya,” terangnya.
Kabar Lainnya : Situs Pendem Adalah Candi Hindu Abad 9.
“Alam terdiri dari beberapa kekuatan. Kegiatan itu bertujuan untuk menselaraskan. Dalam rangka mempersiapkan nyepinya,” tambahnya.
Umat Hindu melaksanakan upacara tawur kesanga secara bertahap. Karena, pemangku pura menerapkan protokol kesehatan.
“Acara intinya itu jam 07.00 sampai 10.00Â WIB. Nanti jam 11.00 ada lagi sampai sore. Ada pembagian dan bertahap karena sedang pandemi,” jelasnya.
Kabar Lainnya : Bukan di Bali, Ini ‘Tanah Lot’ Jawa Timur.
Sebelum pandemi, umat Hindu banyak hadir ke Pura Luhur Dwijawarsa. Mereka menjalani tawur sanga dalam jumlah besar.
Bisa mencapai 750 kepala keluarga Hindu. Namun, pandemi memaksa adanya pembatasan.
“Karena ada pengumuman tidak boleh ramai-ramai. Ada kemungkinan perwakilan saja satu orang dari keluarga,” ringkasnya.
“Kita mengikuti protokol kesehatan. Jadi tidak boleh lebih dari 20. Namun tempat ibadah umat Hindu luas di sini. Jadi mungkin ada tambahan lebih sedikit,” akhirnya.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































