Connect with us

Serba Serbi

Pengamat Media UMM : Live Lamaran Atta Aurel Langgar Hak Publik

Diterbitkan

,

Pengamat Media UMM : Live Lamaran Atta Aurel Langgar Hak Publik
Jadwal rangkaian pernikahan Atta Halilintar dengan Aurel Hermansyah yang akan tayang live di TV (Foto: potongan layar)

 

KABARMALANG.COM – Pengamat media UMM, Nurudin, jengah dengan live lamaran selebriti. Yakni, tayangan langsung lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.

Kejengahan pengamat media UMM mewakili protes sejumlah kalangan lainnya. Menurutnya, live lamaran Atta Aurel tidak mewakili kepentingan publik.

Stasiun TV seenaknya saja memakai frekuensi milik publik. Sementara, publik bukan cuma penggemar Atta Aurel saja.

“Frekuensi itu terpakai untuk kepentingan pribadi. Itu termasuk dari pelanggaran hak publik. Bahkan untuk artis sekalipun,” kata Nurudin kepada Kabarmalang.com, Selasa (16/3).

Siaran langsung acara tersebut tayang pada Sabtu (13/3) kemarin. Bahkan telah tersebar poster rangkaian agenda pernikahan Atta Aurel.

Salah satu stasiun tv swasta bahkan menayangkan live. Tak hanya lamaran, prosesi akad bakal live April 2021 nanti.

Berbagai pihak pun melayangkan kritikan. Termasuk Nurudin sebagai pengamat media dari UMM.

Menurutnya, tayangan lamaran Atta Aurel hanya kepentingan pribadi. Misalnya orang yang menyukai infotainment atau fans kedua selebriti ini.

Tetapi, ini bukan hak publik dalam arti masyarakat umum. Tayangan publik memiliki Pedoman Perilaku Penyiaran Pasal 11.

Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan kepentingan publik. Nurudin yang juga penulis, menilai live lamaran Atta Aurel tidak memenuhi unsur ini.

Kabar Lainnya : Razia Yustisi Kabupaten Malang Terbanyak Nasional.

Kemudian, aturan Standar Program Siaran Pasal 13 Ayat 2. Bahwa program siaran permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi seluruh isi mata acara. Kecuali demi kepentingan publik.

Nurudin juga mendesak Komisi Penyiaran Indonesia berlaku tegas. Dia mendorong KPI menghentikan stasiun TV yang menanyangkan acara tidak berfaedah. Yaitu live lamaran Atta Aurel.

“KPI tetap harus berteriak. Tolong beri peringatan kepada TV yang melanggar peraturan. Meskipun KPI tidak mempunyai sanksi yang tegas seperti pengadilan,” ujar dosen Ilmu Komunikasi UMM tersebut.

Di samping itu, Nuruddin juga mengajak meningkatkan literasi media. Peran serta pemerintah, masyarakat dan para akademisi sangat penting.

“Saya ini selalu berusaha melakukan itu. Dan itu kewajiban. Meskipun dampaknya tidak bisa kita nikmati sekarang. Harapannya di masa depan meningkatkan tingkat melek media masyarakat,” ringkasnya.

Baginya pengamat media UMM itu, literasi media penting. Sebab belum semua masyarakat paham tentang persoalan media. Misalnya frekuensi milik publik dan sebagainya.

“Harus terus gencarkan itu. Karena, budaya tonton dan budaya dengar masyarakat masih tinggi. Bukan budaya baca,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Sumantri, Warga Malang Nekat Bersepeda Ke Jakarta Demi Baim Wong

Diterbitkan

,

Sumantri, Warga Malang Nekat Bersepeda Ke Jakarta Demi Baim Wong
Sumantri dan keluarganya. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah grup Facebook beberapa waktu lalu ramai dengan konten Youtube Baim Wong yang menampilkan sosok warga Kabupaten Malang, yakni Sumantri.

Dalam konten itu, pria bernama asli Sumatriansyah itu menemui Baim Wong di kediamannya dengan menggunakan sepeda kayuh selama 11 hari.

Dia nekat bertolak ke Jakarta untuk menemui suami Paula Verhoeven itu.

Kini, Sumantri sudah kembali ke keluarganya di Malang, yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Kanigoro, Kabupaten Malang.

Selasa (6/4) Kabarmalang.com menemuinya di kediamannya. Dia mengaku nekat menemui Baim Wong karena nge-fans padanya sejak lama.

“Saya ngefans atas sifat dermawannya Baim Wong,” ungkapnya.

Sebelum ngefans dengan Baim Wong, pria berusia 35 tahun itu mengatakan pernah ngefans juga dengan mendiang Olga Syahputra.

“Sama dengan Baim Wong, saya ngefans kepada Olga karena kedermawanan dan ketulusannya. Jadi, kedua artis itu punya tempat khusus di hati saya,” tuturnya.

Sumantri mengaku sudah sejak 2 tahun lalu punya keinginan besar bertemu dengan Baim Wong.

Namun, usahanya selalu menemui kendala baik dari sisi ekonomi maupun dari sarana yang bisa mempertemukannya.

“Sampai pada akhirnya saya bertekat bulat pada 4 bulan lalu, sekitar bulan Januari 2021. Namun, saya tertimpa musibah kesetrum saluran listrik saat mengecat rumah kakak,” ujarnya.

Alhasil, uang tabungan untuk berangkat ke Jakarta terpaksa menjadi biaya perawatannya. Ketika sudah cukup pulih dari perawatan medis, tekat Sumantri muncul kembali pada Senin (15/3) lalu.

“Dengan uang saku Rp 355 ribu dan sepeda kayuh pinjaman milik teman, saya berangkat ke Jakarta,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Tips Lolos Tes CPNS, Konten Andalan Dosendeso.

Selama 11 hari menempuh perjalanan itu, Sumantri kerap mengalami suka duka. Dengan bekal Rp 355 ribu, dia selalu membeli satu bungkus nasi untuk 2 kali makan.

Meski begitu, uang saku itu pun tidak cukup untuk bekalnya sampai ke Jakarta. Alhasil, ia menghubungi keluarganya di Malang untuk mengirimi uang lagi sebanyak Rp 150 ribu.

“Di Cirebon itu juga, jas hujan saya hilang. Terpaksa saya harus menempuh perjalanan ke Jakarta dengan basah kuyup saat hujan turun,” bebernya.

Sementara itu, dia memilih sepeda kayuh sebagai alat transportasinya agar perjuangannya untuk menemui Baim Wong lebih berkesan dan punya nilai perjuangan.

Dia tidak memilih alat transportasi yang lain, seperti mobil atau kereta.

Tidak hanya itu, keberangkatannya menemui Baim Wong itu juga tidak diketahui oleh keluarga besarnya. Dia mengaku hanya izin untuk keluar sebentar ke Jakarta.

“Termasuk kepada ibu saya, saya hanya izin keluar sebentar ke Jakarta. Saya juga tidak bilang kalau saya berangkat menggunakan sepeda kayuh. Agar ibu saya tidak khawatir,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Luncurkan Brand Kopi Marhaen Menang, GMNI Malang dukung Petani Kopi Malang Raya

Diterbitkan

,

GMNI Malang luncurkan Brand Kopi Marhaen Menang

 

KABARMALANG.COM – Kopi merupakan suatu minuman konsumsi favorit banyak orang. Semakin populer dan dekat di hati kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di Malang.

Kopi kini hadir dengan berbagai varian. Perkembangan kopi saat ini sangat pesat, GMNI Malang luncurkan Brand Kopi Marhaen ala Bumi Arema.

Kopi Marhaen adalah campuran citra rasa dari Dampit dan gunung Kawi.

Ketua GMNI Malang, Bung Yongki mengatakan Brand Kopi Marhaen menang, diharapkan mampu mendorong para petani kopi di Malang Raya, agar bangkit bersaing di era kekinian, dan tidak tersudutkan di buminya sendiri.

Kopi Marhaen Menang tersedia jenis arabika sampai robusta

Kopi Marhaen Menang tersedia jenis arabika sampai robusta

“Brand kopi Marhaen ini di harapkan mampu mendorong para petani kopi di Malang Raya agar bangkit bersaing di era kekinian, dan para petani kopi ini tidak tersudutkan di buminya sendiri,” ujarnya, Minggu (4/4).

Yongki juga mengharapkan pemerintah agar tidak menutup mata dengan prodak petani lokal.

“Kehadiran pemerintah harus menyuport penuh petani-petani di Malang Raya ini,” pungkas Yongki.

Kopi Marhaen Menang, bekerja sama dengan kartika Jaya Kopi, jenis kopi yang tersedia dimulai dari jenis arabika sampai robusta, berpaduan citra rasa dari kopi Dampit dan Kopi Gunung Kawi. (carep-03/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Make-up Artist Asal Malang Ini Disebut Mirip Ashanty

Diterbitkan

,

Make-up Artist Asal Malang Ini Disebut Mirip Ashanty
Erlita Faradina, MUA asal Malang yang dianggap mirip Ashanty, istri Anang Hermansyah dan calon mertua Atta Halilintar. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang make-up artist (MUA) asal Turen Kabupaten Malang mirip Ashanty. Postingannya di Instagram maupun Facebook acapkali mendapat komentar itu.

Sejumlah netizen menyebut make-up artist ini mirip dengan istri Anang Hermansyah tersebut.

Dari Instagramnya @fara.dina.9849, dengan followers 31 ribu, netizen bisa melihat paras sang MUA mirip Ashanty.

Atau, netizen juga bisa melihat akun Facebooknya Fara Dina. Sekilas, pemilik akun MUA @fara_lie84 tersebut memang mirip Ashanty.

Hidung mancung ala Ashanty menjadi ciri khas MUA yang juga cantik ini. Wanita tersebut bernama Erlita Faradina.

Kepada Kabarmalang.comFara mengakui acap menerima komentar itu. “Ya sering ada yang bilang mirip. Walaupun, saya tidak merasa secantik Ashanty,” kata Fara, Kamis (1/4).

Meskipun banyak yang bilang mirip Ashanty, MUA ini tidak memusingkannya. Karena, setiap wanita memiliki kecantikan dan ciri khas masing-masing.

MUA ini juga tidak berusaha memirip-miripkan diri dengan Ashanty. Menurut Fara, ini adalah wajah natural pemberian Tuhan.

Dia mengaku menyukuri pemberian Tuhan. Begitu juga, dia bersyukur bisa menjalani profesinya sebagai make-up artist.

“Saya mencintai profesi sebagai MUA berawal dari hobi,” ujar ibu empat anak tersebut.

Dia mengaku menikmati profesinya sebagai MUA. Karena, dia bisa membantu para wanita memunculkan kecantikan diri.

MUA mirip Ashanty bernama Erlita Faradina asal Malang. (Foto : Istimewa)

Seperti katanya, setiap wanita memiliki kecantikan dan ciri khas masing-masing. Tugasnya sebagai MUA, adalah memunculkan ciri khas kecantikan itu.

“Berawal dari hobi, akhirnya menjadi profesi. Karena hobi saya ini mendatangkan uang,” ringkasnya.

Fara sendiri juga memiliki salon MUA di tempat tinggalnya. Salonnya, Fara Lie terletak di Jalan Gatot Subroto 12, Talok, Kecamatan Turen Kabupaten Malang.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com