Connect with us

COVID-19

Razia Yustisi Kabupaten Malang Terbanyak Nasional

Diterbitkan

||

Kabagops Polres Malang, AKP Hegy Renanta. (foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Razia Yustisi  Forkopimda Kabupaten Malang menjadi terbanyak se-Indonesia. Hal ini terjadi karena mereka terus menggenjot frekuensi operasi.

Kabagops Polres Malang, AKP Hegy Renanta membenarkan klaim ini. Dalam 14 hari, Kabupaten Malang menggelar setidaknya 6000 operasi. Teguran diberikan kepada kurang lebih 128.000 warga.

Razia yustisi itu digelar di 30 Kecamatan. Dampaknya diklaim positif. Kabupaten Malang menjadi zona kuning Covid-19 dari yang awalnya orange.

“Penindakan setiap hari kebanyakan di Polsek. Ada total delapan kali operasi yustisi setiap harinya. Untuk itu, kami ada sekitar 6000 pelaksanaan. Itu terbanyak se Nasional,” kata Hegy, Senin (5/10).

Hegy menjelaskan, 6000 razia yustisi itu  bukannya tanpa kendala. Polres Malang, Satpol PP dan jaksa-hakim sebenarnya merasa letih. Karena penindakan dilakukan hingga malam hari.

“Tapi inilah komitmen dari Forkopimda Kabupaten Malang. Letih dan capek saat operasi bisa tertatasi. Karena kami ingin Kabupaten Malang menjadi seperti dulu lagi. Bebas dari Covid-19,” tuturnya.

Baca juga : Operasi Yustisi di Cafe, 57 Pelanggar Terciduk.

Hegy berharap razia mampu menetralkan Kabupaten Malang dari Covid-19. Dia berjanji akan tingkatkan lagi giat operasi yustisi.

“Kami tidak akan lelah mensosialisasikan 3M. Yakni, Mengenakan Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan,” tutupnya.

Perlu diketahui, per 4 Oktober, pasien positif Covid-19 adalah 912.  Yang dinyatakan sembuh, 812. Sementara, yang meninggal 59. Terakhir, pasien Covid-19 dalam perawatan adalah 51 orang. (haq/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Target Kota Malang Masuk Zona Kuning

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs H Sutiaji dalam pemaparan penanganan Covid-19

KABARMALANG.COMKota Malang terbilang sukses dalam penanganan virus Covid-19. Dengan tetap berada di zona orange dalam beberapa waktu terakhir. Pekan depan ditargetkan berubah menjadi zona kuning.

“Mudah-mudahan, minggu depan masuk zona kuning,” ujar Wali Kota Malang Drs H Sutiaji kepada wartawan di gedung DPRD, Selasa (20/10/2020).

Tak lupa Sutiaji mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder yang secara terus menerus menyampaikan literasi disiplin protokol kesehatan.

Sehingga kemudian membawa masyarakat Kota Malang menjalani kehidupan dengan kenormalan baru.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat, stakeholder dan media yanh terus memberikan literasi disiplin. Hingga kehidupan masyarakat ada kenormalan baru,” ucap Sutiaji.

Baca juga : Satu Pegawai Dinsos Kota Malang Dikabarkan Meninggal Gegara Covid-19

Menurut Walikota, kunci dari kondisi sekarang adalah masyarakat. Apakah ingin tetap mempertahankan atau tidak.

“Tinggal sekarang dipertahankan atau tidak tergantung dari masyarakat,” tuturnya.

Walikota mengklaim bahwa tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Malang sudah mencapai 87 persen.

Dirinya menyakini prosentase tersebut akan mengalami peningkatan secara terus menerus.

“Kesembuhan kita meningkat terus, sekarang sudah 87 persen. Memang hari ini, ada yang meninggal dua orang, karena Covid-19, biasanya hanya satu,” ungkapnya.

Baca juga : Kesadaran Masyarakat Menurunkan Kasus Pertambahan Covid-19 di Malang

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang per 19 Oktober 2020, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 1937 atau bertambah 8 orang dari hari sebelumnya.

Sementara pasien meninggal sebanyak 191 atau bertambah 1 orang, pasien sembuh sebanyak 1702 atau bertambah 13 orang. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Total 6 Dokter IDI Malang Meninggal Karena Covid-19

Diterbitkan

||

Humas Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM –  Dr dr Siswanto MSc, anggota IDI Malang Raya meninggal, Senin (19/10). Kematiannya menambah daftar dokter IDI yang dikebumikan karena Covid-19.

“Sebelumnya, ada 5 dokter IDI Malang Raya yang wafat,” kata Humas Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif.

“Dari konfirmasi RS, para dokter memang terpapar Covid-19,” tambahnya. Kota Malang, ada dua dokter. Sedangkan, dari Kabupaten Malang ada tiga dokter.

Nama dr Siswanto, menambah daftar menjadi enam dokter. Sampai 18 Oktober, ada 1929 kasus positif Covid-19.

Terdapat 190 pasien yang meninggal dunia. Pasien sembuh sebanyak 1691.

Lalu ada 2716 suspek. Dengan 123 orang masih diisolasi di rumah sakit.

51 orang diisolasi di rumah. Sebanyak 83 pasien meninggal dunia. Serta, 2439 discarded.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Dokter Meninggal Tertular Covid-19, Dari Tempat Praktek

Diterbitkan

||

Dokter Siswanto anggota IDI Malang Raya meninggal karena Covid-19
Dokter Siswanto anggota IDI Malang Raya meninggal karena Covid-19

KABARMALANG.COM – Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, Dr dr Siswanto meninggal setelah terpapar virus Covid-19. Dugaan muncul, dokter Siswanto terserang virus dari tempat praktek pribadinya. Yaitu di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan Vebri Prasetyo, mengatakan, ada dugaan bahwa virus menyerang Siswanto dari tempat prakteknya di wilayah Kepanjen.

Menurut informasi yang dimiliki Dony, dokter Siswanto membuka praktek sebagai dokter umum di wilayah Kepanjen. Selama membuka praktek jumlah pasien yang datang cukup banyak.

Baca juga : Dokter di Malang Meninggal Karena Covid-19

“Informasi kami dapatkan, buka praktek umum di Kepanjen itu. Kemungkinan virus berasal dari sana,” terang Dony saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

Dony menegaskan, bahwa dokter Siswanto bukan berdinas di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, melainkan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).

Staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran UB ini dilarikan ke RSSA setelah mengalami sakit dengan gejala yang mengarah kepada Covid-19.

“Masuk dan dirawat di RSSA 14 Oktober, besoknya di-swab hasilnya positif. Dan besoknya lagi menjalani swab kedua, hasilnya sama positif. Ada riwayat gangguan sel darah merah saat dilakukan penanganan selama di RSSA,” jelas Dony.

Baca juga : Total 6 Dokter IDI Malang Meninggal Karena Covid-19

Sementara Ketua IDI Malang Raya dr Djoko Heri menyebut, sudah ada 6 dokter merupakan anggota IDI Malang Raya yang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19.

“Dengan dokter Siswanto, sudah enam dokter meninggal dunia sejak Maret lalu,” tegas Djoko terpisah.

Seperti diberitakan, Dr Siswanto meninggal dunia pada Senin dini hari tadi. Dia adalah dosen organik Fakultas Kedokter UB. FKUB sendiri, aktif bekerjasama dengan RSSA untuk penanganan Covid. (rjs/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com