Connect with us

Serba Serbi

Usung Kemandirian, Gelar Workshop Kostum Karnival

Diterbitkan

,

IMG 20201015 WA0008 e1602735798904
Workshop Pembuatan Kostum Karnival oleh Kabunga Grup, bertajuk Sanggar Seni Kampung (Foto : Istimewa).

KABARMALANG.COM – Kota Malang selalu ada event-event hari besar nasional. Tapi masyarakat sering kesulitan pengadaan kostum karnival. Dari itu, digelarlah workshop pembuatan kostum karnival.

Workshop ini diadakan oleh Kabunga Grup. Tajuknya Sanggar Seni Kampung. Lokasi workshop di Sanggar Celaket, Sasana Krida Budaya. Pelatihan digelar Rabu malam (14/10).

“Selama ini kesulitan menyewa dan pengadaan kostum untuk pawai,” ujar Priyo, pemateri pembuatan kostum karnival kepada Kabarmalang.com.

Sehingga inisiatif masing-masing daerah punya kreasi sendiri. Menurut Priyo, ketika event tersebut terhelat, warga tidak terbebani.

Priyo menuturkan workshop di sini bukan hanya workshop. Tapi, harus sampai jadi produk. Tidak hanya pengetahuan saja. Warga harus implementasi,

“Edukasinya karena kita untuk membuat kreasi. Juga agar ibu-ibu dan karang taruna menambah income. Agar warga ada pendapatan dari seni budaya. Bentuk karyanya, kostum karnival,” terangnya.

Priyo melanjutkan, workshop mengajari peserta cara memotong spons hati. Warga diajari pula cara memadukan warna. Serta, membuat desain suatu kostum.

Kostumnya bernuansa asli budaya Malang. Dia tidak menggunakan budaya-budaya lain. Corak ragam hiasnya harus khas Kota Malang.

“Kami sesuaikan dengan relief-relief candi yang ada. Karena Malang punya banyak candi. Misalnya Candi Jajago dan Candi Kidal. Diaplikasikan dalam ragam hias,” terang Priyo.

Ia menambahkan, Candi Jago adalah cikal bakalnya Pancasila. Maka, dibuatlah kostum tentang garuda nusantara.

Peserta dalam workshop ini ada 25 orang. Itu terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, dan pemuda.

“Semua unsur dilibatkan. Bagaimanapun, bapak-bapak biar tahu bagaimana pendanaan. Karena di tingkat RT/RW bapak-bapak yang bicara. Ibu-ibu di PKK. Anak muda di karangtaruna. Biar semua terangkum di situ,” jelasnya.

Workshop ini tidak hanya satu pertemuan saja. Bakal ada kelanjutannya. Empat sampai lima pertemuan.

 “Tetap akan kita follow up sampai jadi produk. Kita tidak ingin setengah-setengah. Peserta harus punya karya yang dibanggakan dan  diperagakan,” pungkasnya.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler