Connect with us

Serba Serbi

Pintu Tol Madyopuro Resmi Beroperasi

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Mulai hari pintu tol Madyopuro beroperasi. PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) menggratiskan biaya tarif untuk sementara.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 314/KPTS/M/2020, jadwal pengoperasian yang semula akan dilaksanakan Selasa (7/4/2020) pukul 6 pagi mundur menjadi pukul 21.00 WIB.

Pengoperasian Ruas Tol Pandaan-Malang Seksi 5 Pakis-Malang saat ini diberlakukan tanpa tarif (Rp 0,-) sampai dengan waktu yang akan ditentukan oleh Pemerintah.

Pengoperasian tanpa tarif ini ditujukan sebagai bentuk sosialisasi, khususnya masyarakat di sekitar Surabaya dan Malang. Selama masa uji coba pengoperasian Seksi Pakis-Malang, bagi pengguna jalan tol yang masuk dari Gerbang Tol (GT) Pandaan, Purwodadi, Lawang, atau Singosari menuju Malang, di gerbang tol keluar tetap wajib membayar tarif tol sampai dengan pintu tol Pakis, sesuai golongan kendaraan dan asal gerbang.

Begitu juga sebaliknya untuk kendaraan dari gerbang tol Malang ke Singosari, Lawang, Purwodadi atau Pandaan lewat jalan tol, di gerbang tol keluar tetap wajib membayar tarif tol yang diperhitungkan dari gerbang tol Pakis, sesuai golongan kendaraan.

Sehingga tarif (Rp.0,-) hanya berlaku untuk perjalanan Pakis-Malang dan sebaliknya. Seksi Pakis-Malang merupakan Seksi terakhir dari Jalan Tol Pandaan-Malang yang dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang memiliki lima Seksi sepanjang 38,48 km.

Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,47 km, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8,05 km dan Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,10 km. Selanjutnya Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 km dan Seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,11 km.

“Sebelumnya, pada 13 Mei 2019 telah dioperasikan Seksi I sampai III dan dilanjutkan pengoperasian Seksi IV pada tanggal 1 November 2019. Dengan dioperasikannya kelima Seksi hari ini, maka Jalan Tol Pandaan-Malang telah beroperasi penuh,” ujar Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2020).

Agus menambahkan, jika sebelumnya untuk menuju ke tengah kota Malang melalui GT Pakis kemudian keluar melalui jalan arteri Ki Ageng Gribig memakan waktu sekitar 30 menit, kini dengan tersambungnya jalan tol Pandaan-Malang dari GT Pakis keluar GT Malang membutuhkan waktu hanya 10 menit.

“Kami menghimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mentaati rambu-rambu, serta memantau kondisi lalu lintas perjalanan. Informasi lalu lintas di seputar tol dapat di akses melalui Call Center 24 Jam di nomor 14080,” pungkas Agus. (rjs/fir)

Kabar Batu

Wisata Air Terjun Coban Talun Bergeliat

Diterbitkan

||

Wisata Coban Talun di Kota Batu. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Wana wisata alam Coban Talun bergeliat. Setelah buka 4 bulan, omsetnya mencapai Rp 240 juta.

Ledakan wisata diakui terasa di Coban Talun. Harga tiket wisata air terjun Kota Batu memang murah. Cuma Rp 10 ribu saja.

“Sekitar 60 juta kurang lebih per bulan. Alhamdulillah bisa sampai seramai ini,” terang Samsul Hadi pengelola Coban Talun, Senin sore (23/11).

Dia menerangkan, wisatawan mencapai 1500 pengunjung di hari biasa. Saat akhir pekan, jumlahnya sampai dua kali lipat.

Yaitu, 2500 sampai 3000 pengunjung Dia pun optimis menyambut high season. Kenaikan wisatawan bisa memadati kapasitas Coban Talun.

“Kapasitas Coban Talun sekitar 5000 pengunjung. Kemungkinan akan penuh saat libur akhir tahun,” imbuhnya.

Wisatawan mulai beraktivitas di wisata alam tersebut. Protap kesehatan pun diterapkan secara ketat.

Mulai dari cek suhu dan cuci tangan. Serta, pembatasan pengunjung di satu spot.

“Pengunjung masuk diarahkan ke coban. Ketika coban penuh, diarahkan ke rumah oyot. Begitu seterusnya. Sehingga, pengunjung diajak ke 5 spot berbeda Coban Talun,” tandasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Coldiac ‘Sampaikan’ Single Baru, Lewat Label Raisa

Diterbitkan

||

Foto: Coldiac, grup band indie pop Kota Malang (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Band indie pop Kota Malang, Coldiac telah merilis karya terbaru berjudul “Sampaikan”. Di bawah naungan label Juni Records, Jumat lalu (13/11).

Label Juni Records kini menaungi banyak musisi kenamaan seperti Raisa, Kunto Aji, Dipha Barus, dan grup band Barasuara.

Single ini jadi lagu pertama yang dirilis dalam bahasa Indonesia. Ditulis oleh Derry selaku keyboardis dan Sambadha sang vokalis. Coldiac memproduksinya secara mandiri di Malang.

“Pemilihan lirik berbahasa Indonesia bikin rilisan terbaru Coldiac terasa beda, walaupun secara musik tetap punya benang merah dengan EP terdahulu,” ungkap Adryanto Pratono, CEO Juni Records.

Adryanto meyakini lagu “Sampaikan” dapat menjadi awalan yang baik untuk Coldiac.

Komposisi dan vibes lagu ini banyak terpengaruh tembang pop Indonesia era 90-an, seperti Dewa 19, KLa Project, Potret dan lainnya. Pemilihan suara keys dan gitar terdengar cukup vintage.

Seputar makna lagu, Coldiac berpesan untuk berani mengutarakan perasaan dan apa yang sedang dipikirkan.

“Ide lagu ini berangkat dari sesuatu yang dekat dengan keseharian kita, seperti momen menyatakan sesuatu ke orang lain tapi ragu sehingga akhirnya dipendam. Padahal hidup itu cukup singkat untuk memiliki penyesalan,” ungkap Sambadha.

Elemen Indonesia juga diusung Coldiac di video klipnya, dengan mengambil latar Gunung Bromo guna menguatkan pesan dari lagu “Sampaikan”.

“Di video klip ini gue menghamparkan simbol-simbol komunikasi di padang pasir Gunung Bromo,” ujar Prialangga, sutradara video klip.

Menurut Prialangga, personil Coldiac tampil mewakili ragam akibat jika terdapat suatu pesan yang tidak tersampaikan. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Terminal Wisata Segera Hadir di Tumpang

Diterbitkan

||

Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi saat sidak lokasi Terminal Wisata Tumpang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang terus menggenjot infrastruktur wisatanya. Dishub Kabupaten Malang membangun lagi kios pedagang terminal Tumpang.

Pembangunan dilaksanakan bersama Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang. Konsep yang diusung adalah Terminal Wisata Tumpang.

Terminal ini diharap mendukung pengembangan wisata Kabupaten Malang. Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi membenarkan.

Kios-kios Terminal Wisata Tumpang dibidik menjadi transit wisatawan.

“Terminal Wisata Tumpang ini sangat strategis bagi wisatawan. Banyak destinasi wisata di wilayah ini,” terang Lutfi saat dikonfirmasi, Kamis (19/11).

Beberapa tempat wisata tersebar di Tumpang, Jabung dan Poncokusumo. Tumpang juga jalan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Lutfi menilai, Pasar Tumpang kerap menjadi titik penjemputan wisatawan. Terutama, pengguna jasa mobil Jip yang hendak menuju TNBTS.

“Diharapkan Terminal Wisata Tumpang ini mampu menggerakkan perekonomian sekitar,” ujarnya.

Pembangunan Terminal Wisata Tumpang memakai APBD Kabupaten Malang 2020. “Anggarannya Rp 150 juta,” sebutnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang, Lukman Faliq menambahi. Terminal Wisata Tumpang ini juga disupport dana swadaya pedagang.

“Pedagang iuran swadaya. Tiap pedagang 2,2 juta. Dikumpulkan dari 53 pedagang terdata paguyuban,” ujarnya.

Lukman menyebut urunan pedagang sudah dirupakan material. Yaitu, bahan tembok pembatas dan lantai dasar.

Lukman mengapresiasi izin swadaya pembangunan Terminal Wisata Tumpang. Yang dibantu APBD 2020.

“Kita dibantu seperti ini dan diberi izin. Terimakasih kepada Dishub Kabupaten Malang. Kita siap untuk membantu pembangunan,” katanya.

Pembangunan Terminal Wisata Tumpang sudah diharapkan sejak 2011.

“Kita siap mengkondisikan terminal agar meningkatkan PAD. Kita siap bantu,” pungkasnya.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com