Connect with us

Serba Serbi

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Perkuat Edukasi dan Kolaborasi

Diterbitkan

,

IMG 20250712 184304
Upaya pencegahan perkawinan anak di Kota Malang terus di gencarkan oleh Dinsos-P3AP2KB (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Upaya pencegahan perkawinan anak di Kota Malang terus di gencarkan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB).

Mereka fokus pada sosialisasi intensif kepada anak dan orang tua mengenai bahaya serta dampak negatif dari perkawinan anak.

Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia, yang akrab di sapa Niken, mengungkapkan bahwa meski ada penurunan, angka perkawinan anak di Kota Malang masih menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, Dinsos-P3AP2KB aktif melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan ini.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, terdapat 92 kasus perkawinan anak di Kota Malang, dengan sebagian besar terjadi di wilayah Kecamatan Kedungkandang.

“Kami bertekad menekan angka ini. Selain edukasi, penguatan mental anak dan orang tua adalah kunci,” tegas Niken.

Niken juga menggarisbawahi bahwa tindakan kekerasan seksual, baik di dalam keluarga maupun lingkungan terdekat, dapat memicu peningkatan kasus perkawinan anak.

“Ini bisa menjadi efek domino. Oleh karena itu, kami berupaya keras menguatkan mental anak dan mencari metode sosialisasi yang paling efektif,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang di lakukan adalah kolaborasi dengan PSGA UIN Malang melalui sosialisasi berbasis film.

Pendekatan visual ini di anggap lebih efektif karena “anak-anak sekarang lebih menyukai multimedia, sehingga pesan akan lebih cepat sampai,” kata Niken.

Lebih lanjut, Dinsos-P3AP2KB juga melakukan integrasi antarbidang di internal mereka.

Keperti kerja sama antara bidang perlindungan perempuan dan anak dengan bidang pengendalian penduduk untuk sosialisasi kepada orang tua.

Ke depan, sosialisasi akan di perluas secara masif ke sekolah-sekolah, mencakup edukasi tentang dampak buruk perkawinan anak dan pencegahan bullying.

“Kami berharap edukasi ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi anak-anak di sekolah,” pungkas Niken. (Adv)

 

Iklan

Terpopuler