Connect with us

Edukasi

Satgas Pangan Sidak Ketersediaan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tim Satgas Pangan melakukan sidak ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional Kota Batu. Sidak menyasar Pasar Kota Batu untuk memantau fluktuasi harga sembako menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

Satgas Pangan merupakan gabungan dari Polres Batu dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu dan sejumlah instansi lain. Sidak dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama.

“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan dan mengawal bahwa kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat termasuk juga bahan bakar menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Harviadhi kepada wartawan disela memimpin sidak di Pasar Besar Kota Batu Jalan Dewi Sartika, Rabu (4/12/2019).

Harviadhi menyatakan, hasil sidak menemukan bahwa ketersediaan sembako di Pasar Besar Kota Batu masih relatif stabil.

Fluktuasi harga yang terjadi, lanjut dia, masih tidak terlalu tinggi. Dimana selisih harga tidak terpaut jauh pada kisaran Rp 1000 hingga Rp 2 ribu.

“Sidak bersama Pemkot Batu melaksanakan sidak, bukan hanya mengecek ketersediaan sembako saja. Melainkan juga memastikan stok komoditas seperti bawang merah di tingkat pengepul. Kemudian juga di tempat LPG, terakhir kami akan mengecek di SPBU,” jelasnya.

Harvi mengatakan sejauh ini belum ada temuan penimbunan bahan pokok. Pihaknya terus berjaga secara intensif untuk menghalau upaya penimbunan bahan pokok.

“Sampai saat ini berdasarkan pemantau dari tim Satgas Pangan, tidak ada penimbunan. Masih aman terdistribusi dengan baik ke masyarakat. Kami pastikan ke depan tidak ada kesulitan dan kelangkaan untuk masyarakat memperoleh kebutuhannya,” bebernya.

Harviadhi menuturkan, bahwa pihaknya akan menindak tegas para spekulan yang sengaja memanfaatkan momentum jelang Natal.

Sesuai Pasal 29 ayat (1) Undang-Undamg Perdagangan, yang berbunyi pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, atau hambatan lalu lintas perdagangan barang.

Larangan tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya penimbunan barang yang akan menyulitkan konsumen dalam memperoleh barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting.

“Jika ada yang melanggar, maka sanksi yang diberikan kepada pelanggar tersebut yakni kurungan penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 50 miliar,” tandas Harviadhi.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono mengatakan, sudah menjadi hal biasa jika menjelang Natal dan Hari Raya Idul Fitri harga sembako cenderung naik.

Namun dari hasil sidak hari ini, kata dia, belum ditemukan adanya kecenderungan kenaikkan harga seperti yang diperkirakan sebelumnya.

“Harga menjelang Natal dan tahun baru ini, kami lihat dari harga grosir hingga di tingkat pedagang yang kulakan selisihnya Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Masih dalam koridor aman,” terang Eko terpisah.

Eko menambahkan, untuk harga bawang merah dan putih yang semat melonjak juga cenderung stabil. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Harga bawang merah dan bawang putih yang sempat melonjak, kali ini stabil,” ujar Eko. (rjs/fir)

Advertisement
Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com