Pemerintahan
Pemkot Malang Mendorong Kelurahan Berinovasi Penurunan Angka Stunting

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang mendorong kecamatan dan kelurahan untuk melahirkan inovasi guna penurunan angka stunting.
Dukungan tersebut di sampaikan oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam kegiatan Rembuk Stunting yang di gelar Dinsos-P3AP2KB di di Ijen Suites & Convention.
Adanya kolaborasi antara kecamatan dan kelurahan dengan puskesmas setempat serta komunitas dan institusi telah lahir berbagai inovasi dan strategi yakni menurunkan stunting
“Alhamdulillaah kita sudah turun (angka stunting), meskipun angkanya masih di bawah dari target kita.,” kata Wahyu Hidayat.
Hari ini, lanjut Wahyu Hidayat, melalui Rembuk Stunting kita evaluasi mana-mana yang harus kita optimalkan agar target bisa tercapai.
“Sesuai konsep pentahelix itu kita upayakan untuk bergerak bersama. Karena kalau tidak ada sinergi, itu juga akan sulit,” sambungnya.
Sementara Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Erik Setyo Santoso menyampaikan bahwa TPPS Kota Malang memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan penurunan stunting.
Salah satu wadah untuk menyinergikan rencana dan aksi seluruh stakeholder adalah melalui Rembuk Stunting.
Jadi akan di pastikan bagaimana pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan antara perangkat daerah yang mewenangi dengan sektor lembaga non-pemerintah dan masyarakat.
“Ini upaya memperkuat komitmen supaya terwujud target angka stunting pada Kota Malang minimal 14 persen sesuai dengan target nasional,” ucapnya.
Dia berharap Rembuk Stunting hari ini dapat di manfaatkan secara maksimal mungkin dan paling penting adalah aksi di lapangan.
“Penanganan langsung terhadap terindentifikasi atau terduga langsung. Sehingga kita bisa pantau bagaimana progresnya dari waktu ke waktu,” pungkas Erik.
Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kota Malang turun dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 18% menjadi 17,3%.
Sementara itu, berdasarkan hasil bulan timbang pada Bulan Februari 2024 yang di laporkan oleh Dinas Kesehatan prevelansi stunting di Kota Malang sebesar 8,38%. (*)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























