Pemerintahan
Keseriusan Dinsos-P3AP2KB Menekan Angka Stunting di Kota Malang

KABARMALANG.COM – Keseriusan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk menekan angka stunting. Terkait hal tersebut menjadi masalah yang serius dan sangat di perhatikan Pemkot Malang.
Kasus stunting tersebut terbanyak di alami oleh anak yang di sebabkan asab rokok yang di lakukan orang tua hampir 97 persen.
Melalui Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito bahwa sebenarnya Kota Malang telah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 12 Tahun 2023 untuk membatasi kegiatan merokok dan melindungi kesehatan anak-anak dari dampak buruk asap rokok.
Hal tersebut sebenarnya di anggap sangat penting dalam penerapannya.
Hasil evaluasi yang di lakukan pada Rembuk Stunting Kota Malang tahun 2023 lalu menunjukkan hubungan kuat antara perokok aktif di rumah dengan tingginya angka stunting yang terjadi.
Dari beberapa rembuk stunting yang sudah di gelar di tahun kemarin, dampak rokok ada di urutan pertama. Sekitar 97 persen.
“Tapi di lain sisi, stunting itu juga bisa di sebabkan karena kekurangan energi kritis (KEK), kemudian pola asuh. Seperti itu,” kata Donny.
Kemudian perwal tersebut sebenarnya mengatur dengan jelas batasan ruang untuk merokok. Mulai harus berada di ruang terbuka atau tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
“Selain itu, tempat khusus merokok harus di lengkapi dengan informasi mengenai bahaya asap rokok dan tempat pembuangan puntung rokok,” ucapnya lagi.
“Ini perlu di masifkan lagi untuk mengurangi paparan asap rokok yang dapat menyebabkan stunting pada anak-anak,” sambung Donny.
Pihaknya menyebut telah menerapkan sejumlah program yang fokusnya untuk menekan angka stunting.
Mulai sosialisasi pencegahan pernikahan dini, pemberian vitamin B kepada remaja putri, sosialisasi oleh Duta Generasi Berencana (GenRe) ke sekolah-sekolah.
Hingga pengaktifan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang di implementasikan di beberapa kelurahan.
Sementara itu, berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kota Malang turun dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 18 persen menjadi 17,3 persen.
Lalu, berdasarkan hasil bulan timbang pada Februari 2024 yang di laporkan oleh Dinas Kesehatan, prevelansi stunting di Kota Malang sebesar 8,38 persen.
Di sisi lain, di lansir dari laman web Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, berdasarkan Pusat Kajian Jaminan Sosial UI pada tahun 2018, balita yang tinggal dengan orang tua perokok memiliki berat badan 1,5 kg lebih rendah di bandingkan balita yang tinggal dengan orang tua bukan perokok.
Selain itu, survei tersebut menjelaskan, 5,5 persen balita yang tinggal dengan orang tua perokok memiliki risiko lebih tinggi menjadi stunting. (*)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































