Pemerintahan
Pemkot Malang Prioritaskan Penurunan Angka Kemiskinan

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprioritaskan penurunan angka kemiskinan. Progam tersebut akan terus di dorong agar bisa di tekan.
Terkait penurunan angka kemiskinan berbagai langkah nyata di lakukan untuk merealisasikannya.
Data terbaru dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, 400 penerima manfaat (PM) sudah tergraduasi.
Artinya, 400 warga itu lepas dari kepesertaan program bantuan sosial (bansos) reguler, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, karena sudah memenuhi beberapa kriteria.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito saat di konfirmasi, Jumat (7/6/2024).
Dia mengungkapkan indikator penerima manfaat yang sudah tergraduasi di antaranya yaitu sudah tidak mempunyai komponen yang ada dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Seperti, sudah tidak ada tanggungan anak yang harus disekolahkan, tidak ada tanggungan merawat lansia dan sudah ada sumber pendapatan lain di luar pendapatan utama.
“Secara finansial mereka sudah dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya, misalnya makan dan layanan kesehatan,” kata Donny.
Namun agar mereka tidak masuk dalam garis kemiskinan lagi, pria yang sebelumnya menjabat Kabag Humas Setda Kota Malang itu mengatakan pihaknya masih memberikan bantuan.
Meski demikian, nilai dan besarannya berbeda dari sebelumnya. Bantuan tersebut dari program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENa) untuk modal usaha dan sebagainya.
“Makanya kami juga sering mengadakan pelatihan-pelatihan wira usaha dan cara mendirikan UMKM,” ujarnya.
“Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan, sehingga di harapkan mereka dapat keluar dari garis kemiskinan dan berkembang,” sambung Donny.
Tahun lalu juga sudah tergraduasi sekitar 400 warga. Dari jumlah ini ada warga yang mengajukan secara pribadi, ada yang secara sistemik.
“Saat ini kami terus berusaha agar semakin banyak lagi warga penerima manfaat yang tergraduasi,” Donny mengakhiri. (tik/fir)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































