Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Prioritaskan Penurunan Angka Kemiskinan

Published

on

IMG 20230822 130916
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprioritaskan penurunan angka kemiskinan (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprioritaskan penurunan angka kemiskinan. Progam tersebut akan terus di dorong agar bisa di tekan.

Terkait penurunan angka kemiskinan berbagai langkah nyata di lakukan untuk merealisasikannya.

Data terbaru dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, 400 penerima manfaat (PM) sudah tergraduasi.

Artinya, 400 warga itu lepas dari kepesertaan program bantuan sosial (bansos) reguler, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, karena sudah memenuhi beberapa kriteria.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito saat di konfirmasi, Jumat (7/6/2024).

Dia mengungkapkan indikator penerima manfaat yang sudah tergraduasi di antaranya yaitu sudah tidak mempunyai komponen yang ada dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Seperti, sudah tidak ada tanggungan anak yang harus disekolahkan, tidak ada tanggungan merawat lansia dan sudah ada sumber pendapatan lain di luar pendapatan utama.

“Secara finansial mereka sudah dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya, misalnya makan dan layanan kesehatan,” kata Donny.

Namun agar mereka tidak masuk dalam garis kemiskinan lagi, pria yang sebelumnya menjabat Kabag Humas Setda Kota Malang itu mengatakan pihaknya masih memberikan bantuan.

Meski demikian, nilai dan besarannya berbeda dari sebelumnya. Bantuan tersebut dari program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENa) untuk modal usaha dan sebagainya.

“Makanya kami juga sering mengadakan pelatihan-pelatihan wira usaha dan cara mendirikan UMKM,” ujarnya.

“Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan, sehingga di harapkan mereka dapat keluar dari garis kemiskinan dan berkembang,” sambung Donny.

Tahun lalu juga sudah tergraduasi sekitar 400 warga. Dari jumlah ini ada warga yang mengajukan secara pribadi, ada yang secara sistemik.

“Saat ini kami terus berusaha agar semakin banyak lagi warga penerima manfaat yang tergraduasi,” Donny mengakhiri. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler