Connect with us

Edukasi

Pengembangan Wawasan, STIH Sunan Giri Malang Menggelar Kuliah Tamu

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Berbagai upaya dalam rangka memberikan tambahan wawasan pengetahuan untuk mendukung proses belajar mengajar di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sunan Giri Malang terus dilakukan.

Pengembangan wawasan tersebut dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya adalah melalui ‘Kuliah Tamu’ yang baru diadakan pada Minggu (27/10/2019) di kampus STIH jalan Joyo Raharjo Merjosari, Malang.

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH dengan menghadirkan Kolonel CHK Budiono sebagai pemateri dan dibuka oleh ketua STIH Moch. Muchtar serta sekitar 60 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan warga masyarakat.

Menurut ketua Sekolah Tinggi Hukum Militer, Kolonel CHK Budiono menyampaikan ada perbedaan antara militer dan masyarakat. Mungkin, yang membedakan antara militer dengan ibu dan bapak sekalian adalah bajunya.

“Tetapi sebagai warga negara Indonesia, militer juga harus taat hukum. Jadi militer kewajiban yang sama sebagai warga negara Indonesia, sama dengan bapak ibu sekalian, yaitu masalah pidana,” tuturnya, Rabu (30/10/2019).

Lanjutnya, jika seorang militer mempunyai masalah terkait hukum perdata, ataupun masalah seperti warisan, militer tersebut dapat mengajukan kepada Pengadilan Negeri.

“Berbeda dengan hukum pidana, militer mempunyai pidana “Khusus” yang berbeda dengan masyarakat selain militer,” ujar Budiono.

Dalam kuliah tamu tersebut juga dijelaskan tentang peradilan militer di Indonesia. Mulai dari dasar – dasar peradilan, kompetensi peradilan militer, kelembagaan Peradilan Militer serta Tahap hukum pidana Militer yang berkaitan dengan tema acara.

“Terkait peradilan militer di Indonesia, tentunya tidak akan lepas dari dasar adanya peradilan militer. Berikut dasar – dasar militer di Indonesia : UUD 1945 pasal 24 ayat 2, UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman pasal 18 dan UU Nomor 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer,” jelas orang nomer satu di STHM.

Perlu diketahui bahwa, peradilan militer memiliki kekuasaan kehakiman, dimana salah satunya adalah Pengadilan Militer Tingkat Pertama. Pengadilan ini di peruntukkan untuk perkara pidana yang terdakwanya berpangakat mayor keatas. Gugatan Sengketa Tata Usaha Angkatan Bersenjata / Militer juga melibatkan Pengadilan Militer Tingkat Pertama.

Sementara itu ketua BEM STIH, Oktovio Hantrisa menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya terkait kegiatan ini, militer dan rakyat hidup berdampingan dan ibaratnya sebagai saudara kandung, yang mana didalam kehidupan bermasyarakat beriringan.

“Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat semakin mencintai militer dan bagi mahasiswa / calon sarjana hukum akan lebih menambah wawasan baru,” kata Okto sapaan akrabnya.

Kegiatan ini ditutup dengan do’a, dipimpin oleh Gus Muhammad Daniel Farafish. “Dengan diadakannya acara ini diharapkan seluruh mahasiswa umum khususnya STIH Sunan Giri Malang paham akan sistem peradilan militer di Indonesia,” pungkas Gus Daniel. (ary/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

RSUB Gandeng RSSA Gelar Baksos Pain Center

Diterbitkan

,

Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial pengobatan nyeri

 

KABARMALANG.COM – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan nyeri, Sabtu (3/4/2021).

Baksos ini dilakukan kepada 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malang.

Acara yang dilakukan di Pain Center RSUB Gedung A lantai 2 ini meliputi kegiatan penyuluhan, konsultasi, dan terapi farmakologis dan non-farmakologis oleh para dokter spesialis anestesi.

Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan salah satu aspek dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) RSUB melibatkan berbagai bidang medis yang dapat memberikan layanan pada pasien secara holistik dan komprehensif.

Selain bertujuan untuk memperkenalkan Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) pada masyarakat, acara yang akan diselenggarakan 12 kali dalam setahun ini juga untuk mempererat hubungan antara RSUB, RSSA, dan Puskesmas yang ada di Malang Raya.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas sosial profesi dokter anestesi dalam bidang pengelolaan nyeri yang banyak diderita oleh masyarakat baik nyeri akut, nyeri kronik dan nyeri kanker melalui fasilitas Pain center yang ada di RSUB,” jelas Tim Ahli Pain Center RSUB dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP.

Sebelumnya, RSUB telah melaksanakan Soft Launching Pain Center pada 13 Maret 2021, sekaligus Webinar bagi dokter dan perawat dengan tema “Three in One Pain Management Method” yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa UB Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP.

Beberapa Tim Ahli di bidang nyeri yang tergabung dalam Pain Center RSUB antara lain, dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP, Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP, Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp. An, FIPM, dr. Buyung Hartiyo Laksono, Sp. An, KNA, dan dr. Taufiq Agus Siswagama, Sp. An, KMN.

Para tim ahli tersebut telah memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tindakan manajemen nyeri. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat teredukasi dan mengetahui waktu yang tepat apabila membutuhkan terapi nyeri. (carep-04/fir).

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Izin Wisuda Luring Turun, ITN Malang Terlanjur Wisuda Full Daring

Diterbitkan

,

Izin Wisuda Luring Turun, ITN Malang Terlanjur Wisuda Full Daring
Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Izin wisuda luar jaringan (luring) dari Pemkot Malang sudah turun. Tetapi, sejumlah kampus sudah terlanjur persiapan wisuda dalam jaringan.

Misalnya, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Karena sudah persiapan lama, ITN memilih melaksanakan wisuda daring.

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE membenarkan. Pelaksanaan wisuda ke-64 dan ke-65 pada Sabtu (27/3) besok tetap daring.

Kabar Lainnya : Wisuda UMM Hadirkan Duta Besar Untuk Inggris Raya.

“Tentu kita menyambut baik sudah ada SE Wali Kota. Karena, memberi izin wisuda luring untuk perguruan tinggi. Namun sayangnya karena terlambat,” ujar Abraham Lomi, Jumat (26/3).

Menurutnya, ITN Malang sudah mempersiapkan wisuda 27 Maret besok. Persiapannya pun sudah tertata dengan matang.

“Sehingga, ITN tetap melaksanakan wisuda 27 Maret full daring. Banyak calon wisudawan yang kembali ke daerah masing-masing,” bebernya.

Kabar Lainnya : Polinema Gelar Wisuda Luring Pertama Kali.

Tetapi, ITN Malang menyambut baik turunnya izin wisuda daring. Karena, ke depan kampus-kampus bisa wisuda luring.

Tentunya, Abraham Lomi siap mematuhi peraturan dan SOP Pemkot. Misalnya, wisuda harus membatasi peserta 200 orang.

Kemudian, pengantar atau pendamping wisudawan maksimal 400 orang. ITN Malang suatu saat juga siap berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.

Sehingga, kampus bisa wisuda luring. Sebelum ini, izin wisuda tatap muka tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 13 tahun 2021.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

UB Terima 4446 Maba Jalur SNMPTN 2021

Diterbitkan

,

Universitas Brawijaya (UB) menerima 4446 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2021

 

KABARMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) menerima 4446 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.

Dari sebanyak 41.759 orang mendaftar di kampus yang paling banyak diminati ini.

Kepala Bagian Humas Universitas Brawijaya, Kotok Guritno mengatakan, ada sebanyak 41.759 orang yang mendaftar melalui jalur SNMPTN.

“Hasil pengumuman hari ini, ada 4446 calon mahasiswa yang diterima di UB lewat jalur SNMPTN,” ujar Kotok Guritno, Rabu (24/3/2021).

Kotok menuturkan, tahun ini UB juga menerima 551 calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sebanyak 8.07 persen.

“Kami juga menerima 551 calon mahasiswa dari jalur KIP, atau dulu dikenal bidik misi,” tegas Kotok.

Program studi Sainstek menjadi pilihan terbanyak calon mahasiswa saat mengikuti SNMPTN UB 2021. Sainstek terdiri dari kedokteran, teknik informatika, Ilmu perawatan, agribisnis, farmasi, ilmu gizi, sistem informasi, agroteknologi, teknik industri, dan statistika.

Sementara untuk program studi dengan keketatan tertinggi Sainstek adalah farmasi yakni 1:30,31 sedangkan program studi dengan keketatan tertinggi soshum 1:18:93, untuk pariwisata.

“Untuk peminat soshum tertinggi adalah program studi ilmu hukum. Total ada 29 provinsi tempat asal calon mahasiswa yang diterima. Terbanyak Provinsi Jawa Timur,” beber Kotok. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com