Connect with us

Pemerintahan

DPRD Kota Malang Sepakat BTT Digunakan Penanganan Jalan Berlubang

Diterbitkan

,

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi

 

KABARMALANG.COM – DPRD Kota Malang menyepakati bila anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) di pergunakan untuk penanganan jalan berlubang.

Rabu (13/4/2022). Hal tersebut di sampaikan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi pada saat di temui Kabarmalang.com

“Saat hiring kami sama PUPR bahwa anggaran isidentil di siapkan untuk penanganan jalan berlubang, memang cukup terbatas dan informasinya yang saya dapat juga sudah habis,” ujar Wanedi.

Sementara, kata Wanedi, fakta di lapangan jalan berlubang saat musim hujan dan cuaca ekstrem jumlahnya semakin banyak.

“Belum lagi memang hari ini dengan angkutan kelas barang yang mestinya tak melewati jalan tersebut,” jelasnya.

“Belum lagi misal di lapangan masih ada saja kualitas jalan kurang bagus.

Dari persoalan ini, lanjut Wanedi, maka dalam hiring kemarin bisa gak untuk menutupi jalan berlubang itu bisa menggunakan dana isidentil.

“Kalau jalan berlubang itu kita biarkan maka pengguna jalan jatuh lalu sampai kecelakaan MD, mengakibatkan berbahayanya masyarakat itu sendiri,” ucap Wanedi.

Sehingga menurut Wanedi, masalah darurat di Kota Malang tentang jalan berlubang ini bisa di carikan solusinya.

“Tetapi solusi apapun jangan sampai bertentangan dan melawan produk hukum,” jelasnya.

“Jadi maunya baik tapi malah jadi tidak baik di kemudian hari,” sambung Wanedi.

Politisi PDI Perjuangan ini sepakat kalo tidak ada sumber anggaran lain maka bisa menggunakan dana BTT.

Wanedi juga mendorong pastisipasi para pengusaha di jasa konstruksi untuk bisa ikut peduli dan terlibat, ya minimal bisa menggunakan CSR mereka.

“Mereka bisa berkontribusi dalam hal kedaruratan, sehingga hubungannya tidak seperti ada penjual dan pembeli,” ujarnya.

Kan memang hubungan Pemkot Malang, kata Wanedi, dengan para pengusaha jasa konstruksi saling sinergi bahwa pembangunan Kota Malang melalui PUPR juga di laksanakan oleh penguasaha jasa konstruksi.

“Ini lah momen para pengusaha di Kota Malang bisa berkontribusi,” tegasnya.

Kalaupun ini tidak bisa karena kita juga menghadapi masalah banjir, maka kami juga menyarankan agar di lakukan proyek padat karya.

Jadi kedepan barangkali kita optimalkan melaksanakan menganggarkan proyek dalam bentuk padat karya.

Untuk kesepakatan hiring kemarin?

Pandangan fraksi di DPRD Kota Malang semua juga menyuarakan untuk mengatasi jalan berlubang dan banjir. Itu fokusnya.

“Sampai ada meme-meme juga. Seharusnya kita malu atas semua yang ada di medsos,” kata Wanedi.

Menurut Wanedi, bahwa kedaruratan ini harus kita atasi semua. Kita harus sinergi agar persoalan bisa selesai.

Kalau BTT kapan bisa ?

Ya ini kan semua butuh proses. Kita juga bisa gunakan anggaran PAK. Nanti ada sisa anggaran di APBD 2022 ini, maka juga bisa.

“Kalau nunggu PAK kan terlalu lama. Sehingga mestinya segera di lakukan menggunakan BTT itu,” pungkas Wanedi. (carep01/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih