Connect with us

Pemerintahan

Paripurna DPRD Kota Malang, Made: Kita Harus Menjadi Kota Metropolitan Berbasis Budaya

Diterbitkan

,

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika saat rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika merasa bersyukur dan mengapresiasi atas kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Apresiasi di sampaikan oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, melalui Satgas Covid-19 yang mampu menekan penyebaran Covid-19 di Kota Malang.

“Kita harus menjadi Kota Metropolitan yang berbasis budaya. Artinya kita jaga kemudian Kota Metropolitan harus kita capai,” ujar I Made Riandiana Kartika.

Akselerasi dan kolaborasi menjadi poin penting dalam menuntaskan kemajuan Kota Malang sebagai penopang ekonomi kedua di Jawa Timur setelah Surabaya Raya.

Hal tersebut di tekankan oleh Eksekutif dan Legislatif Kota Malang sebagai upaya menuju Kota Metropolitan di Rapat Paripurna Jelang HUT Kota Malang ke-108 pada Kamis (31/3/2022).

Apalagi, lanjut Made sapaan akrabnya di panggil, vaksinasi yang terus di gencarkan hingga kini dosis pertama dan kedua sudah lebih 100 persen.

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang, Kamis (31/3/2022)

Artinya, masyarakat Kota Malang sudah mulai mampu membentuk kekebalan komunal (herd immunity) guna mengatasi Covid-19.

Di sisi lain, kata Made, pijakan dewan secara serius adalah bagaimana arah Kota Malang yang sebenarnya harus mulai di tata. Seperti pada pengajuan Ranperda RTRW yang menjadi langkah awal Kota Malang akan di bawa kemana arahnya.

“Kita harus menjadi Kota Metropolitan yang berbasis budaya. Artinya kita jaga kemudian Kota Metropolitan harus kita capai,” tegas Made.

Kemudian, terang Made, sebentar lagi sudah mulai memasuki pembahasan pelemparan KUA PPAS PAPBD 2023 dan PAPBD 2022 yang di harapkan dalam kesempatan itu.

Fokus anggaran dalam perubahan infrastruktur harus di prioritas utamakan.

Terlebih, Kota Malang yang tak memiliki lokasi wisata alam, harus bisa membangkitkan budaya, sejarah dan pendidikan dalam lingkup Kota Metropolitan.

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang

Suasana saat Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang

“Harapannya arah pembangunan Kota Malang sudah jelas. Bertahap kita selesaikan. APBDP 2023 harus skala prioritas. Jangan di ecer-ecer. Itu harus sampai tuntas,” tegasnya.

Di contohkan Made, menghadapi cuaca ekstrem yang kian hari terus melanda, tentu arah pembangunan penting salah satunya seperti penanganan banjir dan jalan berlubang.

Dalam kesempatan rapat paripurna jelang HUT Kota Malang ke-108, telah di paparkan bahwa kini solusi banjir di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) telah memiliki lampu kuning dari Kementerian PUPR RI.

Sehingga, skala prioritas pembangunan guna memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat menjadi pilihan utama sebagai kota menuju Metropolitan.

“Semua berharap nyaman, aman dan senang tinggal di Kota Malang. Perbaikan infrastruktur yang sifatnya mendasar, seperti jalan berlubang dan banjir semua jadi masukan kita,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, keistimewaan ulang tahun Kota Malang ke-108 adalah bisa merayakan secara kebersamaan di tengah pandemi Covid-19.

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang

Usai melakukan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang

Dengan itu, lanjut Sutiaji, tentunya kerja keras eksekutif dan legislatif dalam berkolaborasi dan akselerasi harus bisa di wujudkan secara nyata dalam pembangunan Kota Malang.

“Kerja keras kita bareng antara kita dan dewan. Peringatan tahun ini kita galakkan lagi Kolaborasi dan Akselerasi. Jadi saling mengisi,” ujar Sutiaji.

Ada beberapa prioritas pembangunan Kota Malang, di antaranya mulai mengatasi kemacetan, pemulihan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan mengatasi masalah banjir yang kerap menghantui Kota Malang.

Dewan yang memiliki 3 fungsi, yakni Legislatif, Pengawasan dan Budgeting, di harapkan Sutiaji mampu memberikan kontribusi pemikiran-pemikirannya dalam membantu pembangunan Kota Malang menuju Kota Metropolitan.

“Semua support kita (Kota Malang). Kita ini penyangga ekonomi Jawa Timur setelah Surabaya. Harapannya di ulang tahun 108 ini akselerasi dan kolaborasi bukan omong saja. Tapi butuh di implementasikan benar,” pungkasnya. (*)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih