Connect with us

Pemerintahan

Isoter Di Malang Raya Ditarget Sukses Dalam Dua Minggu

Diterbitkan

,

Isoter Di Malang Raya Ditarget Sukses Dalam Dua Minggu
Apel gabungan Malang Raya untuk percepatan pemindahan pasien isoman ke isoter di lapangan Rampal. (foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Malang Raya fokus percepatan mengungsikan pasien isoman ke isoter. Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti membenarkan.

Korem pun menggelar apel gelar pasukan serentak, Rabu (18/7). Apel terlaksana di lapangan Rampal, Kota Malang.

“Dua minggu ke depan, kita harus memindahkan pasien isoman ke isoter. Ini sesuai instruksi dan target dari Menko Marves,” ujar Irwan.

Demi menyukseskan gerakan ini, Malang Raya mengerahkan 450 personel. Danrem menegaskan apel ini bertujuan mempercepat gerakan.

Menurutnya, pemindahan isoman ke isoter adalah kunci penanganan covid-19.

“Kita ingin sekali mengurangi penyebaran covid-19. Pemindahan ini bernilai strategis. Ini bisa mencegah penularan covid-19 agar tidak semakin meluas,” ringkasnya.

Forpimda Malang Raya sudah menyamakan frekuensi tentang gerakan isoter. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko hadir dalam apel. Begitu juga, Wali Kota Malang Sutiaji dan Bupati Sanusi.

WhatsApp Image 2021 08 18 at 09.13.08

(Kiri ke kanan) Kol Inf Irwan Subekti, Letkol Inf Yusub Dody Sandra, Letkol Arm Ferdian Primadhona, Sanusi, Dewanti Rumpoko dan Sutiaji. (foto : istimewa)

Begitu juga, jajaran TNI Polri di teritorial Malang Raya. Yaitu Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Lalu, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto. Setelah itu, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra.

Hadir pula perwakilan Kapolres Malang dan Kapolres Batu. Termasuk, satuan matra laut, Lanal Malang. Sekaligus, satuan matra udara, Lanud Abd Saleh.

Menurut Danrem, pemindahan pasien isoman ke isoter bisa terwujud. Tetapi, mustahil bisa sukses tanpa kerja sama semua unsur.

“Karena itu kita apel bersama. Kita harus cek sejauh mana kesiapan kita. Baik personel, materiil, sarana prasarana dan kelengkapan,” tuturnya.

Danrem berharap, petugas lapangan persuasif dalam gerakannya. Sehingga, pasien isoman mau pindah ke isoter.

“Jaga komunikasi dengan baik. Yakinkan bahwa isoter itu lebih baik dari isoman. Karena, ada nakes yang pantau 24 jam. Kita juga bisa cegah penularan kepada keluarga dengan isoter,” pesan Danrem.(carep-04/yds)

Iklan

Terpopuler