Pemerintahan
Pemakaman Covid-19 di Kota Malang Melonjak, Petugas Kewalahan

KABARMALANG.COMĀ – Pemakaman covid-19 di Kota Malang yang melonjak menjadi fenomena nyata. Tren covid-19 di Kota Malang makin mengganas.
Seperti pada Rabu (7/7) ada 54 warga yang meninggal, mayoritas karena covid-19 di Kota Malang. Sehingga membuat jatah pemakaman secara protokol covid-19 pun semakin melonjak.
Kepala UPT Pengelola Pemakaman Umum DLH Kota Malang, Taqruni Akbar mengiyakan hal tersebut. Dari 54 jenazah itu, 48 orang jalani pemakaman di Kota Malang.
Dengan rincian petugas memakamkan 29 jenazah pada Rabu (7/7), lalu pada Kamis (8/7) petugas lanjutĀ memakamkan 19 jenazah berikutnya.
Lalu empat jenazah lainnya jalani pemakaman di luar Kota Malang, dan ada dua jenazah yang kremasi (pembakaran).
“Kemarin yang meninggal ada 54 (orang). Kita (petugas) makamkan 29 jenazah (kemarin), sisa 19 untuk hari ini. Sekarang sudah berjalan sekitar 30-an (pemakaman jenazah),” ujar Taqruni kepada Kabarmalang.com, Kamis (8/7).
Tingkat kematian dan pemakaman jenazah covid-19 di Kota Malang membeludak. Karena itu Taqruni menginginkan ada penambahan petugas pemulasaran dan pemakaman covid-19.
“Tadi juga sudah ada pembahasan untuk penambahan petugasĀ pemulasaran, kan yang terlambat di pemulasarannya,” terangnya.
Kabar Lainnya : Lengkap! Ini Daftar Pos Penyekatan Malang Raya Saat PPKM Darurat.
“Beberapa rumah sakit (di Kota Malang) sudah banyak yang gak mampu menyelesaikan itu. Akhirnya ada pemikiran itu (tambah petugas pemulasaran),” sambungnya.
Dia pun meminta agar ada penambahan personil petugas pemakaman. Sebab, Taqruni merasa saat ini dua regu pemakaman saja tidak cukup.
“Karena kondisional, kalau sekarang dua regu saja sudah gak mampu. Dua grup sudah kurang, minimal itu 3 grup. Harusnya 8 orang per regu,” jelasnya.
Karena dalam periode kali ini, di saat tren Covid-19 yang meningkat, para petugas pemakaman bekerja ekstra keras.
“Harus maksimalkan SDM yang ada, walaupun sangat melelahkan dan capek, harus kita jalani. Karena gak mungkin kita liburkan pemakaman. Jadi harus tetap jalan kondisi bagaimanapun,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa para petugas nyaris tidak memiliki hari untuk libur. Jam istirahat dalam sehari pun bisa hanya tiga jam saja.
“Biasanya selesai pemakaman itu jam setengah 4 sampai subuh itu. Mungkin kita bisa istirahat dengan cara mengulur jam start kinerjanya. Tadi kita mulai jam 12 siang. Mohon doanya semoga petugas tetap sehat ya,” tutupnya.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang,Ā hingga 7 Juli 2021 telah terdapat kasus onfirmasi positif sebanyak 7.313 di Kota Malang.
Lalu yang meninggalĀ sebanyak 680 jiwa. Kemudian yang sembuh ada 6.295 orang. Hingga yang dalam pemantauan sejumlah 338 orang.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang































