Pemerintahan
Pocong Gentayangan di Kota Malang Saat PPKM Darurat

KABARMALANG.COM – Sebanyak empat pocong gentayangan di jalanan Kota Malang ketika PJU (Penerangan Jalan Umum) padam saat PPKM Darurat, Senin (5/7) malam.
Penampakan tiga pocong gentayangan terlihat di pos mitra 1 yang terletak di Jalan Agus Salim Kota Malang. Lalu di Jalan Ijen hingga ke Jalan Terusan Ijen Kota Malang.
Tapi tenang, itu bukan pocong sungguhan. Itu hanya pocong-pocongan yang menjadi bagian dari edukasi Polresta Malang Kota agar masyarakat taat protokol kesehatan.
Di situ juga terdapat dua keranda mayat berisikan replika jenazah berkain kafan. Di salah satu keranda ada pesan bertuliskan “Hobi Keluyuran Malah Diangkat Ke Kuburan”.
Kabar Lainnya : Keranda Terbang Di Malang Viral, Diduga Lokasi Di Singosari-Karangploso.
Dalam agenda edukasi itu ada banyak pihak yang saling bersinergi dengan polisi. Yakni TNI, Dishub, BPBD, dan Satpol PP Kota Malang.
Para petugas gabungan juga mengajak masyarakat agar mau dan tak ragu-ragu untuk mengikuti program vaksinasi dari pemerintah.
Kanit Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Saiful Ilmi yang hadir mengawal agenda tersebut membenarkan.
“Intinya malam ini (5/7) kita adakan kegiatan edukasi, terkait prokes Covid-19, yang mana kali ini kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Saiful, Selasa (6/7).
Pocong dan keranda adalah gambaran bahwa virus Covid-19 masih ada. Itu menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa resiko terburuk dari Covid-19 adalah meninggal dunia.

Keranda dan pocong depan pos polisi Agus Salim Mitra 2. (Foto : Fathi)
“Ini (pocong dan keranda) bentuk gambaran kurang kedisiplinan dalam prokes Covid-19, jangan sampai warga masyarakat menjadi korban daripada Covid-19,” sambungnya.
Kabar Lainnya : Keranda Terbang Viral Di Malang, Ternyata Ada Film Dan Mitos-Mitosnya.
Saiful mengatakan dalam PPKM Darurat ini pihaknya berupaya mengendalikan mobilitas masyarakat.
“Apabila masyarakat tidak berkepentingan, silahkan melaksanakan aktivitasnya di rumah. Masyarakat yang berjualan silahkan berjualan, namun lebih baik take away bagi yang beli,” ungkapnya.
“Begitu juga padamnya lampu, kegiatan masyarakat di luar semakin berkurang. Intinya itu. Biasanya jagongan, nongkrong dan ngopi jadi terbatas,” tutup Saiful.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang































