Connect with us

Edukasi

KBM Luring Masih jadi Pro dan Kontra di Malang

Diterbitkan

,

Ilustrasi KBM Luring yang masih jadi Pro dan Kontra

KABARMALANG.COM – Meskipun telah mendapatkan lampu hijau dari Kemendikbud, kegiatan belajar mengajar (KBM) luar jaringan (luring) masih menuai pro dan kontra di Malang, Selasa (24/11).

Terkait dengan hal tersebut, rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. M Fauzan, M.Pd, setuju dengan KBM luring. Menurutnya, saat ini harus beradaptasi dengan Covid-19 dan disiplin menjaga kesehatan.

“Luring tidak masalah, dengan catatan kita harus jaga protokol kesehatan. Ya kita harus mulai berani adaptasi dengan Covid-19. Tentu kita harus berdisiplin diri untuk menjaga kesehatan. Itu pula yang kami terapkan di UMM,” ujar Fauzan.

Hal serupa juga disampaikan Dr. Agus Tugas Sudjianto ST, MT, Rektor Universitas Widyagama Malang (UWG). Ia sepakat jika KBM luring dilaksanakan 2021 mendatang. Karena pemerintah berencana akan melakukan vaksin Covid-19 diakhir 2020 atau diawal tahun 2021.

“InsyaAllah kalau tahun 2021 saya sepakat, karena untuk persiapan ke arah luring sedang disiapkan. Salah satunya diakhir tahun ini, atau diawal tahun 2021 pemerintah akan melaksanakan vaksin Covid-19,” ucap Agus.

Kemudian Khoirul Anam, wali murid siswa SMK National Media Center menanggapi KBM luring dengan sikap netral.

“Mau sekolah online mau sekolah offline yang penting sekolah yang bener,” ujarnya.

Senada dengan Khoirul Anam, Efi Farichah wali murid SDN Pagentan 02 Singosari setuju dengan KBM tatap muka. Karena ia kewalahan jika harus menjalankan pekerjaan rumah tangga sekaligus mengajari anaknya sekolah daring.

“Setuju, karena anak-anak di rumah nggak tambah pinter adanya tambah males. Bila ortu yang statusnya cuma mendampingi, tapi ini juga ngajar, bantuin jelaskan pelajaran anak. Nggak masuk, nggak mudeng, nggak konsentrasi, sama pelajaran,” ucap Efi.

“Biasa masak, nyuci, sama bersih-bersih, ini ini dituntut untuk jadi guru. Sudah angkat tangan, enggak sanggup, semoga cepat masuk sekolah. Anak jadi dongo, plonga-plongo, soalnya nggak tahu juga jelasin. Seperti aku cuma lulusan SMA 2002-2003 udah lupa sama semua pelajaran SD, jadi bingung,” tambahnya.

Berbeda dengan Sugianto dan Efi, wali murid SMPK Santa Maria 1 Malang tersebut masih belum menyetujui KBM luring, karena masih khawatir dengan pandemi Covid-19.

“Masih belum setuju, karena masih ada pandemi Covid-19, dan tidak terlalu setuju untuk pembelajaran tatap muka,” kata Sugianto. (alv/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Pancasila Landasan Bangsa, Harus Tersampaikan Dengan Gaya Milenial

Diterbitkan

,

Pancasila Landasan Bangsa, Harus Tersampaikan Dengan Gaya Milenial
Wali Kota Malang, Sutiaji (ketiga dari kiri) bersama para narasumber lainnya di Seminar Pancasila (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pancasila menjadi landasan bangsa dan negara Indonesia. Filosofi berlambang garuda harus menjadi pegangan seluruh masyarakat Indonesia.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Tetapi dia mengatakan perlunya inovasi kekinian milenial.

Sehingga, nilai Pancasila sebagai landasan bangsa tersaji apik. Supaya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia tergerak.

Kabar Lainnya : Pancasila Sebagai Landasan Dasar Negara.

Sutiaji menegaskan ini saat menjadi narasumber seminar Pancasila. Tajuk seminarnya adalah ‘Pancasila Sebagai Pencegah Tindakan Korupsi’.

UMM dan BPIP menggelar seminar ini di GKB 4 UMM, Rabu (3/3).

“Bagaimana nantinya BPIP menggarap konten-konten media sosial,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di GKB 4 UMM, Rabu (3/3).

“Sehingga ada narasi Pancasila sebagai landasan bangsa. Tetapi, visualisasinya berbentuk film animasi. Kemudian film pendek, dan YouTube juga bisa,” ujar nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

Menurut Sutiaji, masyarakat Indonesia harus mengenal Pancasila sejak dini. Dari situ akan muncul rasa cinta terhadap dasar negara Indonesia tersebut.

“Sehingga, dari mana kita cinta kalau tidak mengenal. Mulai dari kalangan bawah sampai atas. Harusnya mulai tertanam sejak kecil. Nanti tinggal pengamalannya,” tutupnya.

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd menambahkan. Seminar itu bentuk kerja sama BPIP dengan UMM. Tujuannya untuk sosialisasi tindakan preventif terhadap korupsi.

“Harapannya seminar ini mengedukasi peserta seminar dan masyarakat Indonesia. Jangan sampai ada kegiatan korupsi lagi,” ujar Fauzan.

Fauzan mengungkapkan seminar tersebut banyak membahas integritas moral.

“Ada korupsi yang sudah ketahuan dan tidak ketahuan. Itu berkaitan dengan integritas moral,” terangnya.

Menurut Fauzan, bangsa Indonesia harus memiliki integritas moral tinggi. Lalu komitmen berbangsa dan bernegara yang tinggi pula.

“Agar, bangsa Indonesia memiliki keadaban yang tinggi. Lewat peradaban yang tinggilah bangsa Indonesia akan maju. Bersanding dengan negara-negara besar yang lain,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Abraham Lomi Gantikan Kustamar Sebagai Rektor ITN Malang

Diterbitkan

,

Abraham Lomi saat sumpah pelantikan sebagai Rektor ITN Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, resmi menjadi Rektor ITN Malang. Abraham menggantikan Prof Dr Ir Kustamar MT yang meninggal.

Pelantikan Abraham Lomi terhelat Rabu (3/3) pagi. Prosesi pelantikan tergelar di ITN Malang. Abraham juga menjabat periode 2021-2023.

Abraham menyebut bahwa tugas ini berat. “Ini tanggung jawab yang berat. Karena, ada 10 pakta integritas dari pendahulu saya. Yaitu pak Rektor almarhum Prof Dr Ir Kustamar MT,” ujar Abraham usai pelantikan.

Menurutnya, 10 visi Kustamar, menuntut ITN berlari cepat. Bahkan, dalam waktu 4 tahun, belum tentu program itu tercapai.

“Apalagi saya yang hanya 2 tahun. Tetapi, kita komitmen. ITN dan P2PUTN harus sinergi. Kita pikul visi ini bersama-sama, supaya seimbang,” ujar sabuk hitam bela diri Shorinji Kempo itu.

Abraham sendiri pernah menjadi rektor ITN 2003-2007 dan 2007-2011. Dia juga tetap mengajar di ITN setelah tak menjadi rektor.

“Saya pun terlibat dalam program-program pendahulu saya. Sehingga saya tahu persis perkembangan ITN,” ujarnya.

Dia pun siap, bekerja keras untuk ITN periode 2021-2023. Tetapi, dia pun berpesan agar semua pihak membangun sinergi.

“Kalau kami salah, tentu silakan tegur. Tetapi, ketika sukses, beri reward. Kami pun siap menjalankan tugas sesuai SOP,” ujarnya.

Rektor ITN Malang periode 2021-2023.

Menurut Abraham, ada tiga hal penting di masa jabatannya. Pertama, harus melaksanakan visi Rektor Kustamar dan tercapai.

“Kedua, bangun komunikasi terus dengan P2PUTN. Ketiga, pembinaan regenerasi,” sambungnya.

Menurutnya, ITN penuh dengan orang-orang muda. Saat jabatannya berakhir, dia ingin orang-orang muda ini menahkodai ITN.

“Mereka yang menjadi nahkoda ITN ke depan. Tentunya dengan inovasi dan kreativitas,” tutur Rektor ITN.

Kabar Lainnya : ITN Tawarkan Triple Helix Pembangunan Nasional.

Sejumlah pejabat menyaksikan pelantikan Rektor ITN. Dewan pengawas, perimbangan dan Senat ITN.

Selanjutnya Rektor UKWK Malang, Frater Dr Klemens Mere BHK. Kemudian LLDikti Jatim. Setelah itu perwakilan tiga kepala daerah.

Serta, beberapa tokoh dan aparat. Baik dari Kelurahan Sumbersari, Babinsa dan Babinkamtibmas.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tenaga Pendidik Negeri Dapat Jatah Vaksin, Guru Swasta Gigit Jari

Diterbitkan

,

Tenaga Pendidik Negeri Dapat Jatah Vaksin, Guru Swasta Gigit Jari
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Tenaga pendidik sekolah swasta tampaknya harus bersabar. Karena, pencanangan vaksinasi guru, hanya bagi sekolah negeri.

Kadinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo tidak menampiknya. Dia mengatakan vaksinasi tenaga pendidik negeri masuk tahap kedua.

Vaksinasinya bersamaan dengan jajaran TNI dan Polri.

“Untuk guru yang bertugas di sekolah negeri. Jumlahnya sekitar 14-15 ribu orang,” ungkapnya, Selasa (2/3).

Pelaksanaan vaksinasinya, menurut Arbani sudah mulai Senin (1/3) kemarin. Sedangkan guru sekolah swasta harus gigit jari.

Karena, mantan Direktur RSUD Lawang belum tahu kapan vaksinasinya. Tetapi, Pemkab Malang sudah mengantongi data guru swasta tersebut.

“Kalau datanya sudah kami kantongi. Tetapi kalau pelaksanaanya belum tahu,” tuturnya.

Sebagai informasi, selain guru, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini sasarannya adalah TNI dan Polri.

Untuk Polri jumlahnya sebanyak 1226 orang, TNI sebanyak 1227 orang, dan 3000 tenaga kesehatan yang belum mendapat jatah vaksinasi pada tahap pertama beberapa waktu lalu.

“Jumlah vaksin yang tersedia saat ini jumlahnya sebanyak 4060 Vial. Jumlah itu bisa disuntikkan bagi 20.300 Orang,” pungkas Arbani.

Sementara, data PGRI Kabupaten Malang menyebut ada 6021 guru. Mereka adalah guru honorer yang ada di Kabupaten Malang.

Kabar Lainnya : 2021 Bupati Malang Janjikan Gaji 2 Juta Per Bulan Guru Honorer.

Jumlahnya sebanyak 6.021 orang. Sekitar 4747 orang adalah guru honorer SD. Sementara, 1274 orang guru honorer SMP.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com