Connect with us

Wisata

Jenggirat Fest Dihelat di Jalan Lembang

Diterbitkan

||

Parade kostum karnival di Jenggirat Fest Jalan Lembang. (Foto : Alvin)

KABARMALANG.COM – Parade seni budaya tersaji dalam Jenggirat Fest, Minggu (25/10). Pertunjukan tari hingga kostum karnival, memeriahkan festival.

Parade dihelat di Kampung Sinau Budaya Satriyo Turonggo Jati. Yakni, di Jalan Lembang Kota Malang.

Festival digelar untuk peringatan Sumpah Pemuda.

Nanang Gustanto, Ketua Pokdarwis Satrio Turonggo Jati membenarkannya. Untuk memeriahkan Sumpah Pemuda, persiapan festival memakan waktu sebulan.

Nanang memastikan tidak ada kendala walau di tengah pandemi.

“Ya ndak ada lah kendala. Kita jangan terlalu takut ada pandemi. Kapan bangkitnya kalau begitu. Kendala itu ada takut itu pasti. Tapi kita harus bangkit,” tutur Nanang.

Tari Bapang, tari Gandrung dan tari Nusantara digelar bergantian. Dilanjutkan, dangdut kontemporer dan bazar pameran proses seni terapan.

Parade tari di Jenggirat Fest Jalan Lembang

Solois Yudi Prata dan lomba kostum carnival juga dipertunjukkan. Jenggirat Fest diikuti sekitar 25 peserta.

Sebagian besar merupakan warga RW 06 Jalan Lembang. Festival ini juga dimeriahkan komunitas lain.

Misalnya, Forkom Pokdarwis Kota Malang. Lalu, Sanggar Seni Kampung Kabunga, dan Sanggar Celaket.

Festival dinamakan jenggirat untuk membangkitkan masyarakat.

“Saya beri nama jenggirat karena bareng sumpah pemuda. Jenggirat itu artinya bangkit. Bangkit dari perekonomian yang lemah ini,” ujarnya.

Bangkit juga dari covid yang belum ada obatnya,” imbuh Nanang.

Jenggirat Fest tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu penonton sangat ramai. Sementara, tahun ini jumlah penonton dibatasi.

“Kalau tahun kemarin itu lebih ramai, penonton tidak dibatasi. Tapi kalau sekarang penonton jumlahnya dibatasi. Maksimal itu 100,” imbuhnya.(carep-05/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi, Jalur Pendakian Ditutup

Diterbitkan

||

Erupsi lava vulkanik Gunung Semeru membuat jalur pendakian ditutup. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM BBTNBTS menutup jalur pendakian gunung Semeru mulai Senin (30/11). Jalur pendakian ditutup hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Penutupan ditandai dengan surat edaran terkait penutupan sementara. Surat dikeluarkan tanggal 29 November.

Plt Kepala Balai Besar, Agus Budi Santosa membenarkannya. Dia menyebut penutupan gunung tertinggi Jawa akibat aktivitas vulkanik.

Letusan dan guguran lava pijar terlihat sebanyak 13 kali. Jarak kucur kurang lebih 500-1000 meter. Ini dihitung dari ujung lidah lava ke besuk kobokan.

“BBTNBTS menutup kegiatan pendakian Gunung Semeru secara total. Sejak tanggal 30 November 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” tulis pengumuman surat yang ditandatangani Agus Budi Santosa.

Humas BBTNBTS Syarif Hidayat membenarkan surat edaran itu. Dia berharap pendaki yang naik Minggu (29/11) segera turun.

“Batasnya pendakian kan 2 hari 1 malam. Jadi saya kira pendaki mestinya sudah turun hari ini,” tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (30/11).

Menurutnya, petugas TNBTS akan mendata pendaki yang sudah turun. “Kalau ada yang belum turun, area pendakian akan disisir,” tutupnya.

Aktivitas vulkanik dan erupsi memang terjadi di Gunung Semeru. Namun, statusnya masih waspada atau Level 2.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Wisata Air Terjun Coban Talun Bergeliat

Diterbitkan

||

Wisata Coban Talun di Kota Batu. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Wana wisata alam Coban Talun bergeliat. Setelah buka 4 bulan, omsetnya mencapai Rp 240 juta.

Ledakan wisata diakui terasa di Coban Talun. Harga tiket wisata air terjun Kota Batu memang murah. Cuma Rp 10 ribu saja.

“Sekitar 60 juta kurang lebih per bulan. Alhamdulillah bisa sampai seramai ini,” terang Samsul Hadi pengelola Coban Talun, Senin sore (23/11).

Dia menerangkan, wisatawan mencapai 1500 pengunjung di hari biasa. Saat akhir pekan, jumlahnya sampai dua kali lipat.

Yaitu, 2500 sampai 3000 pengunjung Dia pun optimis menyambut high season. Kenaikan wisatawan bisa memadati kapasitas Coban Talun.

“Kapasitas Coban Talun sekitar 5000 pengunjung. Kemungkinan akan penuh saat libur akhir tahun,” imbuhnya.

Wisatawan mulai beraktivitas di wisata alam tersebut. Protap kesehatan pun diterapkan secara ketat.

Mulai dari cek suhu dan cuci tangan. Serta, pembatasan pengunjung di satu spot.

“Pengunjung masuk diarahkan ke coban. Ketika coban penuh, diarahkan ke rumah oyot. Begitu seterusnya. Sehingga, pengunjung diajak ke 5 spot berbeda Coban Talun,” tandasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Terminal Wisata Segera Hadir di Tumpang

Diterbitkan

||

Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi saat sidak lokasi Terminal Wisata Tumpang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang terus menggenjot infrastruktur wisatanya. Dishub Kabupaten Malang membangun lagi kios pedagang terminal Tumpang.

Pembangunan dilaksanakan bersama Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang. Konsep yang diusung adalah Terminal Wisata Tumpang.

Terminal ini diharap mendukung pengembangan wisata Kabupaten Malang. Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi membenarkan.

Kios-kios Terminal Wisata Tumpang dibidik menjadi transit wisatawan.

“Terminal Wisata Tumpang ini sangat strategis bagi wisatawan. Banyak destinasi wisata di wilayah ini,” terang Lutfi saat dikonfirmasi, Kamis (19/11).

Beberapa tempat wisata tersebar di Tumpang, Jabung dan Poncokusumo. Tumpang juga jalan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Lutfi menilai, Pasar Tumpang kerap menjadi titik penjemputan wisatawan. Terutama, pengguna jasa mobil Jip yang hendak menuju TNBTS.

“Diharapkan Terminal Wisata Tumpang ini mampu menggerakkan perekonomian sekitar,” ujarnya.

Pembangunan Terminal Wisata Tumpang memakai APBD Kabupaten Malang 2020. “Anggarannya Rp 150 juta,” sebutnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang, Lukman Faliq menambahi. Terminal Wisata Tumpang ini juga disupport dana swadaya pedagang.

“Pedagang iuran swadaya. Tiap pedagang 2,2 juta. Dikumpulkan dari 53 pedagang terdata paguyuban,” ujarnya.

Lukman menyebut urunan pedagang sudah dirupakan material. Yaitu, bahan tembok pembatas dan lantai dasar.

Lukman mengapresiasi izin swadaya pembangunan Terminal Wisata Tumpang. Yang dibantu APBD 2020.

“Kita dibantu seperti ini dan diberi izin. Terimakasih kepada Dishub Kabupaten Malang. Kita siap untuk membantu pembangunan,” katanya.

Pembangunan Terminal Wisata Tumpang sudah diharapkan sejak 2011.

“Kita siap mengkondisikan terminal agar meningkatkan PAD. Kita siap bantu,” pungkasnya.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com