Connect with us

Hukrim

Bocah Hilang Bululawang, Diduga Diculik Pengamen Atau Lelembut

Diterbitkan

||

Unit Reskrim Polsek Bululawang dan relawan saat menggali keterangan hilangnya bocah. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Hilangnya Bagus Setia Ramadhan, 1,5, memicu netizen. Postingan soal Bagus menuai simpati.

“Ya Allah, lindungilah anak yang tak berdosa ini. Dan lekas pertemukan dengan orang tuanya, amin,” kicau akun Muhammad Yunus.

“Ya Allah semoga kamu terlindungi nak. Dan semoga cepat ditemukan, amin,” tandas akun Nena Gilang.

Bagus sendiri, putra pasangan Danang Andrianto dan Rustin Cahyani.

Dia beralamat di Gang Makmur, RT 17 RW 05, Desa Bululawang.

Dia dikabarkan hilang sejak Kamis (15/10) siang. Sampai Jumat (16/10), dia masih belum ditemukan.
Banyak spekulasi soal hilangnya Bagus. Ada warga setempat menduga jika Bagus diculik pengamen.

“Anak duduk di teras rumah. Lalu, ada pengamen. Saat ibunya mengambil uang di dalam rumah. Saat keluar anak sudah tidak ada,” kicau salah satu netizen.

Namun, ada juga yang bilang Bagus diculik lelembut.

“Hilangnya adik Bagus ini masih misterius. Ada yang bilang diculik orang. Ada yang bilang diculik lelembut. Namun semuanya belum pasti kebenarannya,” tambah netizen.

Baca juga : Bocah 1,5 Tahun Asal Bululawang Hilang

Sang kakek kali terakhir melihat Bagus Kamis siang.

Jam 13.15, Bagus masih bersama kakeknya. Keduanya ada di rumah warga bernama Nazarudin.

Nazarudin sedang membenarkan pipa sanyo. Lima belas menit kemudian, Bagus keluar rumah untuk bermain.

Tak lama, dia kembali lagi. Kali ini, Bagus hanya amping-amping depan pintu.

Bagus pun diminta pulang ke rumah. Arah rumahnya adalah ke selatan.

Namun, dia tak pernah kembali ke rumah.

Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiono menegaskan, bocah belum ditemukan. Menurutnya, belum bisa dipastikan si bocah diculik.

“Masih dalam penyelidikan,” kata Pujiono kepada Kabarmalang.com, Jumat sore (16/10).(im/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Nyabu, Pemuda Lawang Ditangkap

Diterbitkan

||

Tersangka Yudha Alvian dan barang bukti sepoket sabu. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polsek Lawang kembali mengungkap kasus narkotika. Kali ini, ditangkaplah pemuda bernama Yudha Alvian, 26.

Dia warga Jalan Dorowati Barat Desa Mulyoarjo Lawang. Karyawan swasta ini dibekuk Jumat (30/10), jam 20.05 WIB.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga resah ada aktivitas jaringan narkotika di lingkungannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lawang Iptu Hari Eko Utomo SAP MH, kepada Kabarmalang.com, Sabtu (31/10).

Kronologi penangkapan dimulai dengan penyelidikan. Setelah polisi mendalami informasi warga, dilakukanlah pengintaian.

Polisi mendatangi lokasi yang disinyalir ada jaringan narkotika. Yakni, kawasan Dukuh Turi Desa Turirejo Lawang.

Malam-malam, polisi melihat sosok mencurigakan. Dialah Yudha yang akhirnya digerebek petugas.

Saat ditangkap, Yudha langsung digeledah. Hasilnya, satu poket sabu dalam plastik klip, ditemukan polisi.

Satu handphone Oppo A5 hitam juga disita. Yudha langsung digelandang ke Polsek Lawang.

Di situ, dia menjalani pemeriksaan. Sampai Sabtu (31/10) Yudha masih mendekam di sel Polsek Lawang.

Dia dijerat UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“ Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara. Bergantung pada keputusan hakim,”tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Otak Penipuan Deposito Bodong Terungkap

Diterbitkan

||

Otak Penipuan Deposito Bodong Terungkap
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar merilis kasus deposito bodong Pakis. (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COMPolres Malang membekuk YM 29. Dia Warga Desa Bunut Wetan, Pakis Kabupaten Malang. Dialah otak penipuan deposito bodong yang merugikan puluhan orang.

Sabtu (31/10), Polres Malang mengungkap motif otak penipuan. Dia berani menipu karena mantan freelance BRI Syariah Malang.

Otak penipuan ini ternyata mantan karyawan freelance tahun 2016. Setelah berhenti, dia bekerja sebagai penjual Pempek Palembang.

“Juni 2019, dia menjalankan aksinya mencari korban deposito bodong,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam rilis di Mapolres Malang.

Baca juga : Puluhan Warga Kabupaten Malang Korban Deposito Bodong

Atas ulah membuat deposito bodong, tersangka dikenakan dua pasal. Yakni, pasal 378 dan 372 tentang penipuan penggelapan.

Ancaman hukuman otak penipuan ini 4 tahun penjara.

“Itu masih sementara. Kita masih melihat perkembangan penyelidikan kasus ini,” ujar Hendri.

Menangis Saat Dirilis

YM sendiri meninggalkan dua anak. Masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun.

“Anak saya kini dirawat sudara saya di Palembang,” terang YM saat kepada Kabarmalang.com sembari sesenggukan tidak kuat menahan tangis.

Menurut pengakuan YM, uang deposito bodong dipakai sendiri. Tapi, dia juga melakukan gali lubang tutup lubang. Itu untuk menutup janji bunga kepada korban tiap bulan.

Sebagai informasi, YM ditangkap oleh Polres Malang, 27 Oktober. Dia otak kasus deposito bodong pencatut nama BRI Syariah.

Total korban ulah YM tersebut sebanyak 67 orang.

Baca juga : Cerita Korban Deposito Bodong di Kabupaten Malang

Ada beberapa program yang ditawarkan YM kepada 67 korban. Di antaranya program Simpanan Pelajar, tabungan haji, dan Simpanan FAEDAH.

Total kerugian korban mencapai Rp 1,4 miliyar.

BRI Kanwil Malang mengapresiasi prestasi Polres Malang. “BRI akan memantau proses hukumnya,” tandas Rachman Arif, Humas BRI Kanwil Malang, diwawancara sebelumnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Bocah Terlindas Truk di Krebet Bululawang

Diterbitkan

||

Bocah Terlindas Truk di Krebet Bululawang
Unit Laka Satlantas Polres Malang saat penyelidikan kecelakaan Krebet Bululawang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bocah 1 tahun terlindas truk di Krebet, Bululawang. Akibatnya, si bocah terluka di kepala dan langsung tewas.

Peristiwa terjadi Rabu (28/10) pagi kemarin. Nama bocah itu Ardan Rahmad Maulana.

Dia putra dari Alnafiyah, 38. Dia warga Jalan Sawunggaling, Desa Gading, Bululawang.

Ceritanya, Alnafiyah membonceng anaknya dengan sepeda kayuh. Dia melintas dari arah selatan ke utara.

Di belakang Alnafiyah, ada truk Fuso N 8639 UG. Truk dikendarai Samijan, 55. Dia warga Dusun Krajan, Kemiri Jabung.

Sekitar jam 07.45, sepeda ini melewati Jalan Raya Krebet. Tepatnya KM 02-03 Bululawang-Gondanglegi.

Tiba-tiba, sepeda Alnafiyah terpeleset. Keduanya juga terjatuh ke jalan. Apesnya, bocah Ardan terlempar ke kanan.

Pada saat bersamaan, truk lewat. Karena jarak terlalu dekat, Si bocah terlindas truk.

Bocah 1 tahun langsung tewas. Kepalanya berdarah-darah.

Sementara, Alnafiyah tidak mengalami luka fisik. Tapi, dia langsung histeris.

Sehingga, warga masyarakat datang. Unit Laka Satlantas Polres Malang juga merapat.

Setibanya di lokasi, polisi langsung olah TKP. Polisi juga menanyai warga sekitar. Termasuk, mengamankan sopir truk.

Selesai olah TKP, polisi membuat kesimpulan. Diduga, sopir truk kurang hati-hati dalam menjaga jarak.

“Faktor kecelakaan karena faktor manusia. Karena kurang hati-hatinya pengemudi truk,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Jenazah korban dilarikan ke RS Mitra Delima. Sedangkan, driver dan truknya dibawa ke Pos Laka Bululawang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com