Serba Serbi
Mahasiswa UM-BBM Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Kelurahan Tunggulwulung Kota Malang Lewat Permainan Tradisional

KABARMALANG.COM – Tawa riang anak-anak terdengar memenuhi lapangan kecil di RW 03 Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang pada Minggu (26/7/2026).
Anak-anak ini diajak untuk bermain permainan tradisional, melalui program “Ayo Dolanan” yang digagas oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) peserta Belajar Bersama Masyarakat (BBM).
Menariknya, anak-anak yang biasanya menghabiskan waktu dengan telepon genggam justru larut dalam keseruan permainan tradisional seperti gobak sodor, tali karet, dakon, petak umpet hingga kelereng.
Program tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap semakin berkurangnya minat anak-anak memainkan permainan tradisional di tengah masifnya penggunaan gawai dan media digital.
Ketua Pelaksana Program, Dita Yusnia Adiva, mengatakan permainan tradisional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai pendidikan karakter yang penting bagi tumbuh kembang anak.
“Kami melihat anak-anak di sini lebih banyak bermain HP daripada bermain di luar rumah. Padahal permainan tradisional bukan hanya soal kesenangan, tetapi juga melatih kerja sama, kejujuran, dan kesehatan fisik mereka,” ujar Adiva.
Sebanyak 25 anak usia sekolah dasar dari RW 03 hingga RW 04 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak mengenal dan mempraktikkan berbagai permainan yang dahulu akrab dimainkan generasi sebelumnya.

Anak-anak diajak bermain permainan tradisional, melalui program “Ayo Dolanan” oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM)
Adiva pun berharap, warga setempat bisa melestarikan permainan tradisional, meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
“Harapan kami, warga bisa melanjutkan kegiatan ini secara mandiri. Permainan tradisional ini murah, mudah dimainkan, dan yang paling penting bisa mempererat hubungan antar anak-anak di lingkungan sini,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Salah satunya ditunjukkan Zaka, siswa kelas 4 SD yang baru pertama kali mencoba permainan gobak sodor.
“Seru banget, Kak. Aku baru pertama kali main gobak sodor, ternyata susah tapi asyik. Besok-besok main lagi ya, Kak?” ucapnya penuh semangat.
Tak hanya anak-anak, para orang tua juga menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai program ini mampu mendorong anak-anak lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya dibanding menghabiskan waktu di depan layar.
Salah seorang warga RW 03, Sriyati, mengaku senang melihat perubahan kebiasaan anaknya selama kegiatan berlangsung.
“Biasanya anak saya di rumah terus pegang HP dari pagi sampai sore. Sejak ada kegiatan dari adik-adik mahasiswa ini, dia jadi semangat bermain bersama teman-temannya. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua RW 03 Kelurahan Tunggulwulung, Slamet Riyadi. Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat lebih dari sekadar aktivitas bermain.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang sudah menyiapkan kegiatan ini. Ini bukan cuma soal bermain, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk lebih akrab dengan lingkungan dan sesama,” ujarnya.
Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi ketika seorang anak bernama Altar melontarkan pertanyaan polos kepada fasilitator permainan gobak sodor, Naurelia Zahwa.
“Kak, kenapa dulu orang tua kita nggak main HP kayak kita?” tanya Altar.
Pertanyaan itu langsung mengundang gelak tawa peserta dan mahasiswa pendamping. Zahwa kemudian menjelaskan bahwa pada masa kecil orang tua mereka, telepon pintar belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Karena dulu HP belum ada, Dek. Makanya orang tua kalian bermain seperti ini, jadi seru sekaligus sehat,” jawab Zahwa.
Menurut Zahwa, kekhawatiran mahasiswa bahwa anak-anak masa kini tidak tertarik dengan permainan tradisional ternyata tidak terbukti. Setelah mencoba, para peserta justru menunjukkan antusiasme tinggi dan meminta diajarkan permainan lainnya.
Program “Ayo Dolanan” dijadwalkan berlangsung dalam dua kali pertemuan selama masa pengabdian mahasiswa UM-BBM di Kelurahan Tunggulwulung.
Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi media edukasi yang memperkenalkan nilai kerja sama, sportivitas, dan interaksi sosial kepada anak-anak.
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik































