Pemerintahan
Atasi Banjir Madyopuro, Wali Kota Wahyu Hidayat Tinjau Sungai Amprong dan Rencanakan Pembangunan Embung

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung lokasi terdampak genangan air di Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang pada Rabu siang, 22 April 2026, guna merespons keluhan warga pascahujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Malang pada hari sebelumnya.
Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan akar persoalan meluapnya Sungai Amprong yang menyebabkan banjir kiriman disertai lumpur dan sampah hingga lima kali dalam sebulan ke pemukiman warga.
Langkah cepat diambil dengan mengoordinasikan sinergi lintas sektor bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk segera melaksanakan pengerukan sedimentasi sebagai solusi jangka pendek.
Serta merumuskan pembangunan embung strategis sebagai pengendali debit air jangka panjang demi memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai.
Faktor Penyebab Genangan di Kelurahan Madyopuro
Berdasarkan dialog bersama warga dan pantauan teknis di lapangan, terdapat beberapa faktor utama yang memicu seringnya banjir di Gang Mirej:
Sedimentasi Tinggi: Terjadi pendangkalan sungai yang signifikan akibat tumpukan lumpur dan sampah kiriman.
Penyempitan Aliran: Adanya bangunan liar di bantaran sungai yang memperkecil kapasitas tampung debit air.
Curah Hujan Ekstrem: Intensitas hujan tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan luapan air sungai ke area pemukiman (banjir kiriman).
Strategi Penanganan Lintas Sektor Pemkot Malang
Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan roadmap penanganan darurat hingga permanen:
Rencana Aksi | Target Pelaksanaan | Tujuan Utama |
|---|---|---|
Pengerukan Sungai | Jangka Pendek | Mengurangi sedimentasi dan memperlancar arus air. |
Sinergi BBWS Brantas | Segera | Koordinasi kewenangan pusat untuk normalisasi sungai. |
Pembangunan Embung | Jangka Panjang | Sebagai waduk penampung dan pengendali banjir hulu. |
Penataan Bantaran | Berkelanjutan | Penertiban bangunan liar dan pengawasan sampah. |
Wahyu Hidayat menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan otoritas pemerintah pusat mengingat status Sungai Amprong.
“Embung ini nantinya akan menjadi solusi strategis. Saat debit air tinggi, aliran bisa dialihkan dan ditampung sementara, kemudian dilepas kembali setelah kondisi normal agar pemukiman warga tetap aman,” tegas Wahyu Hidayat.
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar

































