Politik
Sri Untari Dorong Digitalisasi Koperasi Wanita Di Jawa Timur

KABARMALANG.COM – Ketua Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno menggelar masa resesnya.
Dia pun menemui sejumlah perwakilan dari Koperasi Wanita (Kopwan) se Malang Raya di Gedung Dekopin SBW, Blimbing, Kota Malang, Selasa (2/11).
Menurut Sri Untari yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), masa reses hari ini, dia sengaja mengumpulkan sejumlah Paguyuban Koperasi Wanita di Kabupaten Malang.
Dia mengundang Paguyuban Kopwan, masing-masing 2 koperasi di setiap kecamatan.
Kemudian ada Kopwan yang lama. Yaitu Kopwan Citra Lestari, Kopwan Citra Kartini, Pusat Kopwan Jawa Timur dan juga Persatuan Kebaya Malang Raya (PKMR).
“Kenapa saya mengundang Kopwan? Karena saya ingin mengajak Koperasi Koperasi Wanita di Indonesia harus sudah Go To Digital,” tegas Untari.
Menurut Untari, mayoritas Kopwan hidup di desa-desa. Dengan adanya digitalisasi hasil pencanangan pemerintah, koperasi Indonesia, sesuai hasil Rakernas di Surabaya, harus Go To Digital.
Untari mengawali gerakan ini di Jawa Timur dengan mengajak Kopwan untuk masuk digitalisasi koperasi.
“Agar, pertama menambah tambahan pendapatan. Lalu, kedua mempermudah akses dalam rangka mereka mencari semua fasilitas dari negara maupun swasta,” bebernya.
Untari menguraikan, contoh fasilitas dari negara adalah BPJS Mandiri, baik itu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
“Dengan digitalisasi Kopwan, bisa bayar BPJS Mandiri melalui aplikasi ini. Kemudian bisa membeli tiket pesawat, kereta, bayar tagihan Telkom, bayar gas, teve berbayar, dan bayar segala macem, kita punya yang namanya KOPay,” paparnya.
Untari pun menerangkan KOPay lebih rinci. KOPay nanti adalah paymen getway yang akan bisa terpakai untuk seluruh koperasi di Indonesia.
Jadi, keunggulan dari KOPay adalah, mempermurah, mempermudah dan menambah pendapatan bagi koperasi di Indonesia.
“Saya kira ini terobosan kami, karena di kalangan kopwan belum banyak ya. Maka koperasi harus Go To Digital kami pelopori dari Koperasi SBW,” tuturnya.
Untari melanjutkan, dia mengajak agar semua kopwan mengarah ke digitalisasi. Karena lama kelamaan, uang kartal nantinya akan hilang.
Kira-kira sepuluh tahun yang akan datang, uang kartal sudah tidak bakal ada lagi.
“Nah, maka dari itu preparingnya mulai sekarang. Untuk bisa membuat para rekan-rekan kami yang menjadi pengurus kopwan agar terbuka pengetahuannya, sebab hal ini akan terjadi,” terangnya.
Untari menambahkan, seluruh pengelola dan anggota koperasi harus bisa dan cepat melakukan adaptasi dengan zaman yang berubah.
Menurut Untari, kata kuncinya adalah internet untuk segalanya melalui teknologi informasi.
“Maka itu kita kenalkan pada mereka bagaimana nanti bisa melayani anggotanya melalui aplikasi kita sebagai Dekopin Indonesia melalui KOPay,” akhirnya.(carep-04/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























