Peristiwa
Keranda Terbang di Malang Viral, Diduga Lokasi Di Karangploso-Singosari

KABARMALANG.COM – Sebuah akun platform TikTok bernama @bang_jo26 atau @paijo🇲🇨🇵🇸 di Malang membuat postingan tentang fenomena keranda terbang. Postingan itu viral di jagat maya.
Dia mengupload postingan itu sekitar tiga hari yang lalu pada (2/7), dengan caption “Semoga cepat hilang begeblok”. Ada dugaan bahwa fenomena keranda terbang terjadi di Kabupaten Malang.
Unggahan tersebut per hari ini (5/7), sudah mendapat 139.500 views tontonan. Lalu mendulang 2498 like, kemudian menuai 115 komen netizen, serta 285 share ke platform lain.
Akun tersebut memposting foto sebuah teras rumah sederhana dengan suasana perkampungan di malam hari. Terlihat ada dua orang di dalam foto itu.
Kemudian di depan atap teras rumah itu tampak sebuah benda, yang ada dugaan bahwa itu adalah keranda terbang.
Si pemosting menambahkan dua simbol tanda panah ke arah benda terduga keranda terbang itu, agar netizen bisa fokus melihatnya.

Keranda terbang yang viral di Tiktok. Apakah ini benar terjadi? Atau hanya trik kamera saja? (Foto : tangkapan layar)
Akun @bang_jo26 itu membumbui foto itu dengan dua kalimat yang berbeda. Ada yang berlatar belakang putih, ada pula yang berlatar belakang merah.
Untuk latar putih tertulis “Keranda terbang yang lewat di atas satu rumah keluarga dan tetangga banyak sakit tiba-tiba, bukan Covid-19”.
Lalu kalimat dengan background merah tertulis “Awal gempa malang jatim dan bulan gerhana kemarin, buku primbon jawa kuno bertuliskan begeblok/penyakit datang tiba2”.
Sang pengunggah juga membuat kesan dramatis bernuansa religi dengan menambahkan sebuah back sound suara lelaki tentang kutipan pengingat kematian.
Latar suara video itu berbunyi seperti ini, “Hidup itu singkat, antara azan dan salat, hidup diazankan, dan mati disalatkan. Lantas apa”.
Beragam komentar warganet pun muncul menanggapi postingan viral keranda terbang itu. Misalnya dari beberapa netizen ini.
Kabar Lainnya : Dr Bambang Rahardjo SpOG (K) positif covid-19, Butuh Donor Darah A+
Akun @DIAZEnk ERNEZt NEW berkomentar: dulu nenek prnah crta…klo malam ad keranda terbang … firasat pagebluk(mati tiba2) cara orng dlu mnngkal pagebluk dngn prihatin(tdr stlh jm 12 mlm).
Kemudian ada akun @jheje yang mencoba mengonfirmasi lokasi dan alamat dari foto tersebut.
@jheje: ini malang mn? aku juga malang.
Lalu si pengunggah foto itu membalas komentar tersebut. Dia mengatakan lokasinya terletak di antara kawasan Karangploso hingga Kreweh Singosari Kabupaten Malang.
@paijo🇲🇨🇵🇸:karangploso sampek kreweh singgosari.
Ada juga netizen yang memberikan saran agar tidak terjadi fenomena keranda terbang seperti itu.
@linda_royani:di desa sya dsuruh bca burdah tiap masjid dan musollah kk.
Pun tak ketinggalan seorang netizen yang menasehati kepada khalayak daring agar selalu beribadah kepada yang maha kuasa.
Kemudian, ada juga netizen yang menyebut fenomena gaib keranda terbang di Malang ini peringatan untuk selalu mengingat Tuhan.
@IndarW87🇲🇨:itu seperti kiriman ghaib sebaiknya bnyk ibadah n slalu yakin KPD Allah SWT ️karena semua akan kembali padaNya.
Kendati demikian, belum ada kepastian apakah fenomena ini benar adanya, atau sekadar trik kamera.(fat/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























