Connect with us

Serba Serbi

World Allergy Week 2021, Deteksi Dini Alergi Anak, Tetap Berprestasi

Published

on

World Allergy Week 2021 Kalbe, Deteksi Dini Alergi Anak, Tetap Berprestasi
Webinar tentang World Allergy Week 2021. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Morinaga, brand KALBE Nutritionals, mendukung World Allergy Week 2021 melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat Indonesia.

Tahun ini Morinaga World Allergy Week 2021 mempersembahkan Webinar Kesehatan dengan tema “Atasi Alergi Si Kecil dengan Deteksi Dini“.

World Allergy Week merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO).

Ini dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai alergi dan penyakit lain yang terkait. Serta menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosis dan tindakan pencegahan.

Dewi Angraeni, Business Head Morinaga, KALBE Nutritionals meyakini setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh kembang secara optimal termasuk anak dengan kondisi alergi.

“Orang tua perlu mengetahui bahwa anak yang alergi tetap dapat tumbuh optimal dan berprestasi jika alerginya diatasi dengan deteksi secara dini. Untuk itu Morinaga selalu berkomitmen meningkatkan edukasi dan akses nutrisi melalui program World Allergy Week 2021,” jelas Dewi Angraeni.

Penyakit alergi seperti asma, rinitis alergi, alergi makanan, dermatitis atopik, serta alergi protein susu sapi merupakan kasus alergi yang paling banyak mengenai anak.

Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes. selaku Dokter Konsultan Alergi Imunologi Anak memaparkan gagasan soal alergi susu.

“Alergi susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling sering kena anak-anak di Asia. Kejadian alergi susu sapi pada anak-anak di Indonesia yaitu 0,5- 7,5 persen,” katanya.

Kabar Lainnya : Kampung Susu Brau Jadi Destinasi Wisata Baru.

Meskipun sebagian besar anak-anak pulih dari gejala saat meninggalkan periode balita, tetapi bukan berarti alergi ini sepele.

Jika kondisi alergi terdiagnosis sejak awal dan segera konsultasi ke dokter, maka ada tata laksana yang tepat. Sehingga tumbuh kembang anak optimal.

Sebaliknya, jika terlambat terdiagnosa dan orang tua mendiagnosis sendiri, maka bisa muncul dampak-dampak lain.

Yaitu dampak kesehatan tumbuh kembang anak. Serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi atau sakit jantung di kemudian hari.

“Kemudian dampak ekonomi karena harus sering berobat ke dokter. Serta dampak psikologis karena bisa timbul stress pada ibu dan anaknya,“ ungkap Prof Budi.

Dia juga mengatakan gejala yang bisa terjadi jika anak mengalami alergi susu sapi sangatlah beragam.

“Gejala alergi susu sapi dapat muncul dengan gejala ringan, sedang sampai berat. Dan dapat mengenai tiga organ,” ujarnya.

Kejadian yang paling sering yaitu keluhan di saluran cerna seperti diare sebanyak 53 persen. Kemudian kolik 27 persen.

Gejala susu sapi bisa juga bisa mengenai di saluran napas. Misalnya batuk-batuk di malam hari ke arah pagi hari.

Kejadian gejala di saluran napas yaitu asma 21 persen dan rinitis 20 persen. Gejala alergi bisa muncul di kulit, organ ketiga, kebanyakan berupa eksim atau dermatitis atopik sebanyak 35 persen.

“Sedangkan biduran atau urtikaria sebesar 18 persen. Gejala yang berat berupa sistemik yaitu timbulnya anafilaksis sebesar 11 persen,“ ujarnya.

Kabar Lainnya : Dusun Brau Gunungsari Surganya Susu Sapi.

Faktor risiko berkembangnya alergi pada anak dapat berasal dari faktor genetik atau keturunan. Yaitu dari keluarga dengan riwayat alergi.

Adapun kasus alergi protein susu sapi umumnya terjadi pada anak tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI).

Oleh karena itu, pencegahan alergi protein susu sapi dapat terhindarkan dengan cara memberikan ASI eksklusif bagi anak.

“Jika bunda tidak dapat memberikan ASI dan anak berbakat alergi tetapi belum muncul gejala alerginya, maka dapat beri susu formula khusus. Seperti susu dengan protein hidrolisa parsial (PHP),” tegasnya.

Namun jika gejala alergi sudah muncul dapat harus mendapat nutrisi medis khusus. Yaitu susu dengan protein terhidrolisa ekstensif. Susu dengan isolat protein kedelai (soya) atau susu asam amino.

Ariska Putri Pertiwi, Miss Grand International 2016, juga berbicara soal alergi yang memiliki anak alergi.

Dokter menyarankan nutrisi pengganti susu formula sapi dengan susu formula soya. Yaitu ketika mendiagnosis alergi susu sapi pada Kyara, anaknya.

Gejala yang muncul yaitu ruam kemerahan di kulit. Dia mengaku sempat khawatir mengenai susu formula soya.

Kabar Lainnya : Kesiapan UMM Menuju World Class University.

Namun dia memilih Morinaga Soya dari Kalbe karena nutrisinya ternyata setara dengan susu sapi. Terdapat probiotik Triple Bifidus yang mempercepat penyembuhan alergi.

“Terbukti saat ini Kyara 1,5 tahun tumbuh baik dengan berat dan tinggi badannya yang sesuai tahapan usianya, sehat, aktif dan ekspresif,“ ungkap Ariska yang berstatus juga sebagai Dokter Muda.

Isu mengenai alergi anak yang tidak teratasi dengan baik karena kurangnya pengetahuan dan kekhawatiran masyarakat sangat penting.

Ini merupakan salah satu motivasi Morinaga untuk memudahkan bunda mendeteksi gejala alergi, risiko alergi. Serta memantau pertumbuhan si kecil secara digital.

Morinaga beserta KlikDokter mempersembahkan aplikasi digital cek alergi untuk atasi alergi dengan deteksi dini.

Atasi alergi ini terdiri dari 3 langkah mudah yaitu tau – cegah dan atasi – sebar.

Langkah 1 : Tau – Cek Alergi.

Langkah pertama untuk mencegah dan mengatasi alergi anak adalah dengan terlebih dahulu mengenali gejala alergi.

Dalam hal ini, pengecekan gejala, risiko alergi anak dan artikel lengkap mengenai segala hal yang terkait dengan alergi bisa terakses di www.klikdokter.com/cek-alergi.

Yaitu modul digital yang mendukung ibu dalam mengakses berbagai informasi mengenai alergi anak secara digital.

Selain itu, ibu juga dapat memantau pertumbuhan anak untuk mengetahui kemajuan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin.

Yaitu yang berdasarkan standar World Health Organization (WHO) dan ada dalam Kartu Menuju Sehat dari Kementerian Kesehatan Indonesia.

Di akhir pengecekan dalam aplikasi, Bunda akan menerima informasi mengenai tingkat risiko alergi anak. Beserta status pertumbuhannya.

Informasi tersebut dapat digunakan sebagai deteksi dini alergi yang pastinya harus konsultasi dengan dokter.

KlikDokter memberikan akses langsung untuk live chat dengan dokter berpengalaman. Itu jika Bunda ingin segera berkonsultasi dalam aplikasi digital tersebut.

Langkah 2 : Cegah Dan Atasi.

Pada dasarnya, alergi dapat teratasi. Dan ibu bisa mencegah anak mewarisi bakat alerginya. Oleh karenanya, edukasi dan pemahaman mengenai pencegahan alergi dan solusi nutrisinya, berperan penting.

Untuk itu, Morinaga memiliki program tetap. Yaitu Allergy Solution yang merupakan solusi total alergi untuk anak melalui sinergi nutrisi yang tepat.

Ini hasil pengembangan KALBE Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang. Morinaga Allergy Solution terdiri dari tiga keunggulan.

Pertama, solusi nutrisi untuk mencegah dan mengatasi alergi protein susu sapi. Kedua, tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun.

Ketiga sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense, dan Body Growth.

Inovasi kandungan MoriCare+ Triple Bifidus adalah satu-satunya yang mengandung kombinasi tiga Probiotik (Bifidobacterium longum BB536, Bifidobacterium breve M-16V, Bifidobacterium infantis M-63).

Atau gabungan tiga bakteri baik dengan manfaat mengurangi gejala alergi saluran pernafasan, mencegah dan mengurangi gejala alergi pada kulit.

Serta mengurangi gejala alergi saluran cerna. Juga membuat anak lebih tenang dan tidak gelisah.

Kombinasi ketiga bakteri baik ini bekerja di saluran cerna. Sehingga mendukung pertahanan tubuh anak dan membantu penyerapan di saluran pencernaan yang sehat.

Karena saluran pencernaan yang sehat, bisa membantu anak menyerap kandungan-kandungan nutrisi. Ini untuk mendukung daya tahan tubuhnya sehingga tumbuh kembangnya optimal.

Langkah 3 : Sebar – Melalui ALLERGY Solution Smart Community (ALLYSCA).

Sebagai langkah terakhir, sebar menjadi salah satu langkah terpenting dalam menyebarluaskan informasi yang tepat.

Khususnya mengenai alergi pada anak. Agar sedini mungkin dapat dilakukan pencegahan dan penanganan yang tepat.

Untuk itu Morinaga mewadahi komunitas ibu yang memiliki anak dengan alergi untuk bertanya dan berbagi pengalaman dalam menangani alergi.

Morinaga, Kalbe membangun komunitas Allergy Solution Smart Community (ALLYSCA). Ini agar para orang tua bisa mendapatkan edukasi dari para pakar dalam bentuk Webinar dan KulWap seputar alergi.

Untuk bergabung dengan komunitas ALLYSCA, ibu bisa dapatkan aksesnya melalui www.klikdokter.com/cek-alergi.

Setiap anak memiliki kecenderungan alergi berbeda dan harus diatasi dengan penanganan yang tepat. Salah satu caranya adalah memberikan asupan makanan dan nutrisi bebas alergi untuk anak.

“Selain itu, orang tua perlu ikut aktif memantau pertumbuhan anak. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi digital CEKALERGI dari Morinaga. Tidak hanya menerima informasi, orang tua juga bisa berbagi pengalamannya dalam menangani alergi anak. Agar yang alergi tetap berprestasi,” jelas Dewi Angraeni.

Helly Oktaviana, Group Business Unit Head Nutrition for Kids KALBE Nutritionals mengamini. Karena itulah, ada edukasi tentang alergi dalam World Allergy Week 2021 ini.

“Tujuan kami adalah mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya pemahaman mengenai alergi anak,” ringkasnya.

“Hal ini sejalan dengan tanggung jawab sosial KALBE. Yaitu mendukung pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goal. Untuk mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler