Connect with us

Wisata

Dusun Brau Gunungsari Surganya Susu Sapi

Published

on

Dusun Brau Gunungsari Surganya Susu Sapi
Wisatawan yang tengah memerah sapi di wisata edukasi perah susu Dusun Brau (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Batu semakin dikenal. Masyarakat rajin mendatangi wisata edukasi yang diresmikan Oktober lalu.

“Banyak yang tertarik dengan wisata edukasi perah susu ini. Setidaknya ada 70-100 wisatawan setiap harinya,” terang Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir, Sabtu siang (12/12).

Ini karena keunikan Desa Brau. Wisatawan boleh mencoba memerah susu sapi. Bonusnya, mereka bisa membeli susu Rp. 6.200 per liternya.

Tapi, belum ada produk turunan yang dikelola warga. Produk susu Brau banyak digunakan untuk suplai pabrikan. Oleh-oleh khas Dusun Brau sekarang masih susu segar saja.

Munir membeberkan, produk susu Brau rutin dikirim ke Bali. Susu Brau dijadikan produk turunan seperti keju dan yogurt.

Sebelum pandemi, kiriman susu bisa mencapai 10.000 liter. Namun karena pandemi, kiriman hanya bisa 5000 liter saja.

Untungnya, susu Brau masih dibutuhkan perusahaan besar. PT Indolakto meminta kiriman sebanyak 5000 liter setiap hari.

“Belum ada produk turunan susu di sini. Kami masih wacanakan untuk berkembang,” imbuh Munir.

Terpisah, Kades Gunungsari Andi Susilo menyebut Dusun Brau unik. Karena, jumlah sapinya lebih banyak daripada warga.

“Kalau tidak salah sapinya sekitar 700 ekor. Jumlah KK di sana 400 saja,” kata Andi.

Tahun 2021, Pemdes akan turun andil mengembangkan Brau. Andi berjanji akan menggelontorkan APBDes untuk Brau.

“Rp 100 juta untuk sanitasi. Sehingga, wisatawan yang memerah susu, nyaman dengan kondisi kandang. Sedangkan Rp 50 juta untuk event-eventnya,” tutupnya.(arl/yds)

Advertisement

Terpopuler