Connect with us

Hukrim

Update Kasus Teknisi Ibis Hotel Terjepit Lift, Ini Temuan Terbaru Polisi

Diterbitkan

,

Update Kasus Teknisi Ibis Hotel Terjepit Lift, Ini Temuan Terbaru Polisi
Kasat Reskrim Polresta Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota memberi update kasus meninggalnya seorang teknisi hotel Ibis Style Kota Malang berinisial ST akibat terjepit lift pada Jumat (28/5) lalu.

Pihak Polresta Malang Kota juga telah memeriksa empat orang dari pihak manajemen Hotel Ibis Styles Kota Malang.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan. Dari hasil update kasus teknisi Ibis Style Hotel itu, lift yang terletak di lantai dua tersebut memang butuh perbaikan.

“Memang ada laporan lift itu ada yang rusak, dari salah satu kepala karyawan service cek rusak dan itu mungkin dari korban inisiatif sendiri untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya, Senin (31/5) di Mapolresta Malang Kota.

Dari temuan terbaru penyelidikan polisi, ada indikasi human error dari korban dalam insiden tersebut.

“Yang jelas kita masih dalam proses penyelidikan. Kita masih mendalami dari pemeriksaan-pemeriksaan memang terlihat ada human error,” terangnya.

Kabar Lainnya : Orang Terjepit Lift Hotel Ibis Kota Malang, Damkar Turun Tangan.

Tinton mengatakan adanya indikasi terjadinya human error  karena si korban tidak melaksanakan SOP yang berlaku.

“Pertama dia tidak melaporkan kepada atasan kepala engineering. Kemudian, yang kedua dalam sistem lift itu seharusnya off atau sistem manual,” bebernya.

“Tetapi korban tidak melakukannya secara manual, tetapi secara auto. Yang itu bisa berakibat fatal atas kejadian itu,” sambungnya.

Tinton menjelaskan bahwa jika lift sedang dalam perbaikan harus dalam mode switch off. Di mode tersebut ada sistem auto dan manual.

“Sehingga dari auto dan manual itulah apabila ada perbaikan lift itu tidak akan bergerak. Kalau dia auto, dia akan bergerak pada level terdekat,” terangnya.

Untuk sementara ini Tinton belum bisa memberikan kesimpulan akhir dari insiden ini, karena masih dalam penyelidikan.

“Sementara kami masih mendalami, kami belum menyimpulkan. Tetapi dari hasil pemeriksaan kita seperti itu. Kemungkinan besar adalah human error,” tuturnya.

Dia juga belum bisa menetapkan adanya tersangka dalam insiden lift yang menelan korban jiwa tersebut.

“Saya tidak mengatakan ada tersangka atau tidak. Kalau pun itu human error, ya nggak bisa. Mau perikso korban e yo nggak iso,” akhirnya.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler