Connect with us

Kabar Batu

Pemkot Batu Enggan Tambah Shelter Tingkat Kota

Diterbitkan

,

IMG 20201211 WA0071
Shelter Mutiara saat dikunjungi Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Pasien positif covid-19 Kota Batu banyak mengalami kesembuhan. Per 10 Desember, kesembuhan total mencapai 77 persen.

Pun, sepekan terakhir, ada 51 persen pasien kembali sehat. Pemkot Batu optimis tak akan ada shelter overload.

“Dari 95 kasus covid-19, kesembuhannya mencapai 48 jiwa. Ini data seminggu terakhir,” ungkap Bidang Komunikasi dan Publikasi Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu Santi Restuningsasi, Jumat (11/12).

Menurutnya, kasus positif hanya bertambah satu per Kamis (10/12). Total kasus positif sejak awal pandemi adalah 957 orang.

Wawali Kota Batu, Punjul Santoso optimis shelter tidak overload. Punjul yakin kapasitas shelter tingkat kota masih cukup.

Sekarang, RS dan shelter kota merawat 129 pasien. Pemkot Batu tidak akan menambah rumah isolasi.

“Shelter Mutiara berkapasitas 75. RS Karsa Husada berkapasitas 37. RS Baptis berkapasitas 17,” paparnya.

Tapi, Pemkot Batu tetap membuat langkah preventif. Shelter tingkat desa dan kelurahan diimbau tetap ada.

Asosiasi Pemerintah Desa dan Lurah Kota Batu langsung merespon. Kades dan lurah di Batu bakal membangun shelter desa.

“Semua sudah setuju. Tinggal menunggu juklak-juknis dari Dinkes saja,” ujar Wiweko, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa dan Lurah Kota Batu.

Namun, shelter tentu memerlukan peralatan dan SDM. Dia meminta nakes dan fasilitas untuk shelter desa. “Masih belum ada jawaban (dari Dinkes),” ujarnya.

Beberapa kades sudah mulai menyiapkan shelter desa. Satu di antaranya adalah desa Punten. Balai desanya disulap menjadi shelter.

“Kami menunggu juklak dan juknis juga. Tempat sudah ada. Satu ruangan dengan dua bed serta kamar mandi dalam. Sedangkan fasilitasnya masih menunggu,” tutup Kades Punten Hening Trisunu.(arl/yds)

Iklan

Terpopuler