Politik
Ajak Kaji UU Cipta Kerja, Jangan Pertontonkan Anarkisme

KABARMALANG.COM – Penolakan UU Cipta Kerja harusnya dilakukan lewat uji materi. Bukannya malah mempertontonkan anarkisme.
Ini anjuran Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim. Yakni, Ir R Agoes Soerjanto. Dia mengingatkan semua pihak yang akan menggelar demonstrasi.
Menurut Agoes, Malang dikenal barometer pendidikan. Malang adalah tempatnya dimana para pemikir kebijakan.
Karena itu malu jika di Malang malah muncul anarkisme. Sebaliknya, justru dari Malang harus lahir banyak pemikiran solutif. Terutama, tentang kebijakan yang perlu dikritisi.
“Bukan dengan mempertontonkan gerakan massa anarkis. Ini berpotensi ditunggangi oknum yang mengarah pada kericuhan, ” tegas Agoes Soerjanto.
Hak berekspresi dan menyampaikan pendapat sangat diakui. Pun, dilindungi Undang Undang.
Tapi, Malang lahir dari kebersamaan dan kultur pendidikan kuat. Banyak kampus di Malang.
Banyak juga SDM yang mumpuni. Mereka mampu mengkaji secara ilmiah dan akademik. Justru, itu yang harus ditonjolkan.
“Belum lagi kita punya ikon pemersatu. Meskipun berbeda-beda latar belakang, bisa hidup damai berdampingan. Yakni Arema, Aremania dan Aremanita yang begitu kuat. Jangan kotori Bhumi Arema dengan anarkisme, ” ujarnya.
Agoes mengajak semuanya santun dalam menyampaikan aspirasi.
“Kalangan pendidikan dan jajaran pimpinan daerah itu santun. Bisa mendengar menyusun dan menyampaikan aspirasi dengan baik,” katanya.
“Pusat akan mendengar suara dari Malang. Justru lucu dan aneh jika Malang mempertontonkan kekerasan,” lugasnya.
Sarankan Ajak Bicara Pimpinan Daerah
Agoes merasa yakin pemikiran solutif akan ditampung pemerintah daerah. Solusi konseptual, pasti diterima dan disampaikan ke pusat.
“Ajak bicara Wali Kota, Bupati. Ajak diskusi kalangan dewan. Ajak bicara pihak keamanan. Ajak bicara kalangan pengusaha. Jadikan konsep pemikiran bersama,” ajaknya.
Agoes menilai pemerintah sekarang pro rakyat. Pengalaman terpilih dua kali menjadi legitimasi memperjuangkan aspirasi rakyat.
Dia optimis kajian yang terkonsep akan diterima oleh pemerintah.
Bikin forum konstruktif dari semua elemen. Belajar secara detail memaknai UU Cipta Kerja. Ajak semua pimpinan daerah. Lalu, bersama hasilnya disuarakan ke pemerintah pusat.
Itu langkah yang lebih bermanfaat dan maslahat menurut Agoes.
“Kita sekarang tunjukkan dan pahamkan. Implentasikan nilai Pancasila sebagai solusi pemersatu atas perbedaan pendapat. Termasuk soal UU Cipta Kerja, ” paparnya.
UU Cipta Kerja memang ada kekurangan dan kelebihan. Maka, saatnya itu dikaji dan ditelaah bersama secara obyektif.
Jika banyak kemaslahatan maka wajib disampaikan. Sebaliknya, jika banyak kekurangan, maka disampaikan koreksinya. Penyampaiannya tentu secara akademik dan ilmiah.
“Tunjukkan Malang yang damai, cerdas dan elegan. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi Covid. Tunjukkan kepatuhan kita bersama. Bukan malah kontraproduktif, ” tutup CEO Arema FC ini.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang































