Connect with us

Edukasi

Pak Tilab, Jukir Inspiratif Protokol Covid-19

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Sementara masih saja, ada sebagian masyarakat acuh menerapkan protokol kesehatan. Bahkan dari beberapa kali operasi gabungan (Opsgab) yang digelar Pemkot Malang, Kodim 0833 dan Polresta Malang Kota, banyak menemukan kalangan muda abai mengikuti anjuran pemerintah.

“Tak pakai masker dan abai physical distancing. Ada kesan merasa aman – aman saja berinteraksi dan berkomunitas sosial dengan teman teman sejawatnya. Tentu memprihatinkan, terlebih mencermati kasus Covid-19 juga diwarnai oleh mereka mereka yang OTG (Orang Tanpa Gejala),” terang Wali Kota Malang Drs H Sutiaji penuh prihatin, Selasa (16/06/2020).

Di tengah keprihatinan Wali Kota Sutiaji, pelajaran positif justru muncul diantara keriuhan kesibukan aktifitas masyarakat Kota Malang. Yaitu, seorang juru parkir (jukir) yang menjalankan tugasnya dengan mengedepankan protokol pencegahan Covid-19.

Sosok jukir diketahui bernama Pak Tilab itu terungkap dari video yang diunggah oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto. Pak Tilab adalah jukir yang beroperasi di kawasan Jalan S Parman atau bersebelahan dengan Hotel Ibis.

“Kami ketahui saat petugas pembina parkir melakukan monitoring wilayah. Seorang jukir (juru parkir) atas nama Pak Tilab, kedapatan menyemprot (spray) uang parkir dengan disinfektan hand sanitizer. Ini kelihatannya hal kecil, tapi sangat inspiratif,” kata Handi terpisah.

Adanya kesadaran tinggi yang ditunjukkan Pak Tilab sebagai upaya melindungi diri akan bahaya penyebaran virus Covid-19, diharapkan mampu memunculkan Pak Tilab selanjutnya. “Bahwa ada kesadaran untuk melindungi dirinya dan tentu juga yang lainnya, dengan melakukan sterilisasi atas uang yang didapatnya. Semoga ada Pak Tilab Pak Tilab lainnya,” ujar Handi.

“Semoga pula, hal sederhana yang dilakukan Pak Tilab, mampu diikuti yang lainnya untuk membangun pentingnya menjaga diri dari setiap celah masuknya virus Corona,” pungkas Handi. Dalam video berdurasi 33 detik tersebut, dengan membawa botol spray Pak Tilab nampak menyemprotkan cairan hand sanitizer ke selembar uang.

Edukasi

Wali Kota Malang Komitmen Bangun Pendidikan Karakter

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang Sutiaji

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji memastikan komitmennya membangun pendidikan berkarakter. Sutiaji menegaskannya saat berbicara dalam webinar pendidikan nasional 2020.

Tema webinar itu sendiri, Merajut Kembali Pendidikan Karakter Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar di era New Normal.

“Perlu ada keseimbangan pembangunan karakter dan skill. Ini kunci lahirnya generasi emas yang berilmu dan berakhlak,” tuturnya, Sabtu (28/11).

Demi mewujudkan ini, Kota Malang perlu meraih kota layak anak. Sutiaji menegaskan Pemkot Malang berkomitmen mewujudkan kota layak anak. Kebijakan pembangunan bakal inklusif dan ramah anak.

Namun, Sutiaji mengingatkan pengaruh pandemi Covid-19 terhadap pembangunan. Tak terkecuali pembangunan sektor pendidikan.

Pemda tetap harus melaksanakan sistem pembelajaran daring. Karena, tantangan dari Covid-19 masih nyata.

Karena itu, RPJMD 2018-2023 menjamin akses dan kualitas pendidikan. Termasuk kesehatan dan layanan dasar lainnya bagi semua warga.

“Sasarannya adalah tercapainya masyarakat terdidik dan berkarakter,” tegas penghobi bulutangkis itu.

Sutiaji juga berpesan agar seluruh tenaga pendidik menjaga humanisme. Pendidik diharap selalu mengedepankan dan menjaga hak sipil anak.

Supaya, misi menjalankan pendidikan yang baik tetap tercapai.(carep-04/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Tanam Pohon, Wawali : Kuatkan Pendidikan Karakter

Diterbitkan

||

Foto: Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menanam bibit pohon pule, ditemani Kadindikbud Kota Malang, Zubaidah (Istimewa).

KABARMALANG.COM –  Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyebut, gerakan menanam pohon bagian dari pendidikan karakter.

Karena ada unsur jiwa merawat dan menanam. Hal ini disampaikan Sofyan Edi disela gerakan menanam pohon di SMP Negeri 11 Kota Malang, Jumat (27/11), pagi.

Kegiatan bertajuk bulan bakti lingkungan sekaligus menyongsong penilaian Adiwiyata Nasional.

Gerakan ini ditandai dengan penanaman 20 bibit pohon pule oleh Wawali bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah, beserta perangkat SMP Negeri 11 Kota Malang.

“Jadi salah satu karakter yang ditanamkan saat ini, tidak saja mempunyai budi pekerti luhur, cinta tanah air, jiwa rela berkorban, tapi juga cinta lingkungan,” terang Edi, kepada wartawan, di SMP Negeri 11 Malang, Jumat pagi.

Menurut Edi, semua bagian itu diambil dari nilai-nilai dalam pendidikan karakter.

“Memang sengaja diadakan di lembaga pendidikan, karena ada unsur edukasi kepada anak-anak didik,” kata pria akrab disapa Bung Edi ini.

Kegiatan menanam pohon ini, kata Edi, menjadi momentum sangat tepat untuk merawat dan menjaga lingkungan.

“Jika sudah gemar menanam dan merawat. Alam akan lestari, kualitas lingkungan semakin baik, dan situasi semesta menjadi  stabil,” jelas Edi. (arl/rjs)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Perbaiki Konservasi, 7 Ekor Lutung Jawa Dikembalikan ke Alam

Diterbitkan

||

Lutung Jawa
Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Tujuh ekor Lutung Jawa kembali dilepas ke alam liar. Lokasi yang dipilih adalah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang berletak di kawasan Coban Talun Kota Batu.

Pelepasan perimata asli Jawa ini dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama pegiat dari Javan Langur Center TAFIP, Kamis (26/11/2020).

“Yang dilepas kembali ke alam liar adalah, satu ekor jantan dan enam betina. Umurnya bervariasi dari 2 tahun hingga 7 tahun,” terang Project Manager Javan Langur Center TAFIP (The Aspinall Foundation Indonesia Program), Iwan Kurniawan kepada Kabarmalang.com pada Kamis (26/11).

Iwan merinci terhitung sejak tahun 2012 BBKSDA Jawa Timur bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program telah melakukan 19 kali melepaskan Lutung Jawa ke habitat aslinya.

Dengan total Lutung Jawa sebanyak 102 ekor, untuk rinciannya 41 ekor di Coban Talun dan 61 ekor di Hutan Lindung Malang Selatan.

Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan program pelepasliaran ini terbukti mampu memperbaiki status konservasi satwa tersebut.

Karena jumlah populasi yang sebelumnya terhitung hanya berjumlah 100 ekor diantara 2010 sampai 2011, kini sudah mencapai 155 ekor.

Hal ini membuktikan bahwa Lutung Jawa mampu bertahan hidup dengan baik bahkan beberapa individu sudah berkembangbiak dan sebagian lagi bergabung dengan populasi liar di habitat barunya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat mengaku, pemeriksaan kondisi kesehatan telah dilakukan secara bertahap dan lengkap.

Tujuh Ekor Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Tujuh Ekor Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Sebelum Lutung Jawa tersebut dilepasliarkan ke habitat barunya. Sehingga dipastikan bahwa lutung yang dilepaskan telah terbebas dari penyakit berbahaya menular.

Seperti TBC, hepatitis B, herpes simplex, SIV (Simian Immunodeficiency Virus), STLV (Simian T-lymphotropic virus) dan SRV (Simian Retro Virus).

“Kami juga memasangkan microchip transponder dalam tubuhnya sehingga dapat dimonitor oleh kami,” imbuhnya.

Mamat juga menambahkan bahwa tujuan pemasangan microchip ini bukanlah untuk melacak jejak namun hanya untuk mengidentifikasi identitasnya. (arl/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com