Connect with us

Serba Serbi

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 24 Juli 2026: Dominasi Cerah Berawan, Waspada Fenomena Bediding dan Udara Kabur

Diterbitkan

,

IMG 20260513 155005
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Jawa Timur yang secara umum didominasi oleh kondisi cerah (istimewa)

KABARMALANG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Jawa Timur yang secara umum didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan pada Jumat, 24 Juli 2026.

Memasuki periode puncak musim kemarau, dinamika atmosfer di berbagai kabupaten/kota menunjukkan variasi suhu berkisar antara 17°C hingga 32°C.

Kendati tutupan langit cenderung bersih di kawasan perkotaan seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penurunan suhu drastis pada malam hingga dini hari (fenomena bediding).

Serta kemunculan fenomena udara kabur (haze) yang berisiko mengurangi jarak pandang di sejumlah wilayah seperti Kota Batu, Trenggalek, Pacitan, hingga Probolinggo.

Masyarakat dapat memantau pembaruan parameter cuaca secara berkala melalui kanal portal data real-time prakiraan cuaca BMKG.

Tabel Rangkuman Kondisi Cuaca dan Suhu Wilayah Jawa Timur (24 Juli 2026)

​Untuk mempermudah mobilitas dan perencanaan aktivitas luar ruangan Anda, berikut adalah pemetaan kondisi klimatologi regional Jawa Timur:

Parameter & Kondisi

Cakupan Wilayah Kabupaten / Kota

Catatan & Imbauan Keselamatan BMKG

Dominasi Cerah Berawan

Surabaya, Malang Raya, Sidoarjo, Jember, Madiun, & Pulau Madura

Kondisi terik hangat sejuk; optimal untuk mobilitas dan transportasi harian.

Potensi Udara Kabur (Haze)

Kota Batu, Trenggalek, Pacitan, Lumajang, Kediri, Probolinggo, & Pasuruan

Pengendara diimbau waspada terhadap penurunan jarak pandang (visibility).

Kisaran Suhu & Kelembapan

Rata-rata wilayah: 17°C hingga 32°C (Kelembapan bervariasi)

Penurunan suhu ekstrem terjadi pada malam hari (fenomena bediding).

Penjelasan BMKG Mengenai Udara Kabur dan Fenomena Bediding

Informasi Klimatologi Regional:

Fenomena Bediding: Terjadi akibat pelepasan radiasi panas bumi secara masif ke angkasa pada malam hari karena minimnya tutupan awan kemarau, ditambah hembusan angin monsun dingin dari Benua Australia.

Udara Kabur (Haze): Kumpulan partikel kering mikroskopis yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer pada pagi/dini hari, yang dapat menghambat jarak pandang pengendara di daerah dataran tinggi maupun lembah.

Iklan

Terpopuler