Connect with us

Peristiwa

Update IHSG Hari Ini 4 Februari 2026: Parkir di Level 8.146, Sektor Bahan Baku Jadi Penopang

Diterbitkan

,

IHSG Hari Ini 25 Maret 2026: Menguat Tajam 1,12% ke Level 7.186 Usai Libur Lebaran
Setelah sempat bergerak liar di zona merah pada awal sesi, IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 0,30% ke level 8.146,72 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Setelah sempat bergerak liar di zona merah pada awal sesi, IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 0,30% ke level 8.146,72.

Penguatan ini terjadi di tengah nilai transaksi yang sangat masif, menunjukkan adanya rotasi sektor yang dilakukan oleh investor institusi.

Statistik Pasar Hari Ini

​Level Penutupan: 8.146,72 (+0,30%)

​Rentang Harian: 8.050 – 8.194

Nilai Transaksi: Rp25,74 triliun (Nilai yang sangat tinggi di atas rata-rata harian).

​Volume Saham: 45,43 miliar lembar.

Kondisi Emiten: 301 saham menguat, 391 saham melemah, dan 125 saham tidak bergerak.

​Pergerakan indeks hari ini didominasi oleh performa dua sektor utama:

​Sektor Bahan Baku (+1,69%): Kenaikan harga komoditas global dan sentimen positif emiten tambang menjadi katalis utama yang membawa sektor ini memimpin penguatan.

Sektor Keuangan (+0,13%): Meski menguat tipis, saham-saham perbankan buku IV tetap menjadi penopang stabilitas indeks di tengah gempuran aksi jual pada sektor lain.

​Sektor Konsumer Primer (-1,93%): Mengalami tekanan paling dalam, dipicu oleh kekhawatiran kenaikan biaya bahan baku dan pergeseran daya beli masyarakat.

Sentimen Utama: Kebijakan Baru OJK & Standar MSCI

​Pasar modal Indonesia saat ini sedang bertransformasi mengikuti regulasi baru yang bertujuan meningkatkan likuiditas dan transparansi:

​Klasifikasi Investor OJK: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperluas klasifikasi investor menjadi 27 sub-tipe, yang diharapkan dapat memberikan profil risiko yang lebih akurat dan perlindungan investor yang lebih baik.

​Aturan Free Float 15%: Emiten kini didorong untuk meningkatkan batas saham publik (free float) menjadi minimal 15%.

Langkah strategis ini diambil agar lebih banyak emiten Indonesia yang memenuhi syarat masuk ke dalam indeks global seperti MSCI, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak aliran dana asing (foreign inflow).

 

Iklan

Terpopuler