Serba Serbi
Sejarah Kota Malang

KABARMALANG.COM – Kota Malang memiliki sejarah yang panjang dan penuh perubahan. Berikut adalah ringkasan singkatnya:
Awal Sejarah
Malang berasal dari kerajaan Gajayana yang berdiri pada masa lalu.
Raja Gajayana adalah tokoh sentral dalam sejarah awal kota ini.
Nama “Malang” muncul pertama kali pada Prasasti Pamotoh/Ukirnegara (1120 Saka/1198 Masehi).
Yang di temukan pada tanggal 11 Januari 1975 oleh seorang administrator perkebunan Bantaran di Wlingi, Kabupaten Blitar.
Penggunaan nama “Malang” setidaknya telah berlangsung sejak abad ke-12 Masehi, dan tidak bisa di pastikan asal mula penamaan wilayahnya.
Masa Kolonial
Pada tahun 1767, kompeni Belanda memasuki Malang. Pada tahun 1821, pusat pemerintahan Hindia Belanda di pusatkan di sekitar Kali Brantas.
Perkembangan Kota
Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda tanggal 1 April 1914, Malang di tetapkan sebagai Kotapraja dengan E.K Broeveldt sebagai wali kota pertama.
Kota ini berkembang pesat dengan adanya kereta api yang mulai beroperasi pada tahun 1879.
Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia,
Malang di bangun oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan fasilitas umum yang di rancang dan di rencanakan dengan sedemikian rupa hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga Belanda.
Kesan diskriminatif masih berbekas hingga saat ini, misalnya Jalan Besar Ijen dan kawasan sekitarnya.
Perang Kemerdekaan
Malang juga menjadi salah satu pusat perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 21 September 1945, Malang masuk ke dalam wilayah Republik Indonesia setelah sempat di duduki oleh Jepang pada tanggal 7 Maret 1942.
Dan pada tanggal 22 Juli 1947 Belanda dengan agresi militernya kembali menduduki Malang, yang berakhir pada tanggal 2 Maret 1950.
Di tandai dengan kembalinya Wali Kota M. Sardjono Wirjohardjono dari pengungsian dan menempati Balai Kota Malang.
Masa Kini
Malang terus berkembang menjadi kota besar dengan berbagai fasilitas modern dan menjadi pusat pendidikan dan pariwisata.
Malang memiliki berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Politeknik Negeri Malang.
Selain itu, Malang merupakan kota pariwisata dengan julukan “Paris of East Java”.
Karena suasana alamnya yang indah dan iklimnya yang sejuk. (*)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik































