Serba Serbi
Raih Juara I di Kejurnas Karate Malang Open X, Shofi Hijrah ke Brunai Darussalam

KABARMALANG.COM – Meraih juara I di Kejurnas Karate Malang Open X 2019 di GOR Ken Arok. Karateka asal Kota Malang Shofiyah Nur Yustina mendapat tawaran untuk hijrah ke Brunai Darussalam.
Terkait tawaran ke Brunai, Shofi menceritakan bahwa itu datang usai ia berhasil mengalahkan karateka dari Brunai Darussalam saat diajang Kejurnas Karate Malang Open X 2019 di GOR Ken Arok, beberapa waktu lalu. Kesekian kalinya, Shofi berhasil menjadi juara I.
“Tawaran itu datang dari pelatih Brunei, setelah saya berhasil memenangkan pertandingan,” kata Shofi sapaan akrabnya, Kamis (28/11/2019) kepada KABARMALANG.COM
Lebih lanjut, Dia juga menyampaikan ketertarikannya untuk untuk mengembangkan ilmu karate di sana. Apalagi, banyak event-event karate yang bakal bisa diikutinya. Dia mengaku masih mempertimbangkan tawaran itu karena saat ini masih kuliah di Universitas Kanjuruhan Malang.
“Saya pertimbangkan dulu tawaran itu, soalnya, Saya masih kuliah,” ungkap mahasiswa Universitas Kanjuruhan ini.
Prestasi gadis cantik yang juga pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang ini sudah segudang. Sekitar 200 lebih medali emas, perak dan perunggu yang didapat. Termasuk kejuaraan di Italia, mengikuti event Shotokan International Cup. Menjadi juara I kelas nasional.

Karateka asal Kota Malang, Shofiyah Nur Yustina dengan segudang prestasi.
“Padahal sebelumnya, ia sempat deg-degan ketika sama-sama latihan sebelum bertanding,” cerita Shofi.
Di event Shotokan International Cup Italia tahun 2018, ia meraih tiga emas di kelas sabuk berwarna untuk pemula hingga junior serta sabuk hitam usia junior dan senior. Berlanjut di tahun 2019, di event yang sama, Shofi mendapat emas di kelas senior setelah mengalahkan karateka asal Jepang.
“Italia mengundang saya ikut Shotokan International Cup karena memang mencari siapa saja juara-juara karate di Indonesia. Tahun 2020 nanti diundang lagi,” ujarnya.
Mereka cukup surprise saat melihat kontingen Indonesia melakukan latihan. Saat itu, dari Malang hanya saya sendiri, sedangkan enam orang dari Surabaya dan dua lagi dari Sidoarjo yang ikut Shotokan International Cup yang diikuti 29 negara.
“Rata-rata yang ikut pertandingan ini adalah tim pelatnas,” katanya. Saat ini, ia kembali untuk mencari sponsor agar dapat ikut event itu.
“Sebab, sekali ikut Shotokan International Cup di Italia, setidaknya harus mengeluarkan biaya sampai Rp 60 juta. Dulu ada orang Belanda, namanya Hanz Nieuwenhuyzen yang mensponsori ke sana,” pungkasnya.
Shofi berharap ke depan memiliki akses ke Kementerian Olahraga untuk mensponsorinya. (ary/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari





































