Kabar Batu
Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Shining Tuli Gelar Outdoor Camping di Batu

KABARBATU.COM – Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Shining Tuli menyelenggarakan Outdoor Camping.
Kegiatan tersebut, di laksanakan di area Modal Konservasi dan Edukasi (AMKE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman, Oro-Oro Ombo, Kota Batu.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko turut hadir dalam acara pagi hari tersebut dan mengikuti senam bersama.
“Semoga kegiatan seperti ini terus di laksanakan agar dapat memberi kesempatan dan memenuhi hak penyandang disabilitas,” ujarnya.
“Mudah-mudahan anak-anak shining tuli bisa terus bersemangat, bisa terus belajar setinggi-tingginya dan mencapai cita-cita dan menjadi yang di inginkan,” sambung Dewanti.
Tuli, melalui organisasi shining tuli turut serta membangun jaringan pergerakan untuk mengawal peran aktif tuli dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagai warga negara.
Ketua Shining Tuli Kota Batu, Khoirun Rizky mengatakan fokus pergerakan saat ini di antaranya adalah persoalan aksesibilitas pendidikan, ketenagakerjaan dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).
Untuk itu, komunitas tuli ini secara intens mengadakan pertemuan dengan walikota dan DPRD serta bekerjasama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan.
Gerakan, mengawal aksesibilitas difabel di kota wisata Batu secara inklusif memerlukan dukungan semua pihak.
Untuk itu, kata Rizky pihaknya tak segan bekerjasama dengan semua pihak. Hari ini, 23 September, merupakan Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Tanggal 23 September, di peringati setiap tahun di seluruh dunia sebagai pelestarian bahasa isyarat bagi kalangan tuna rungu atau tuli guna mewujudkan hak asasi mereka.
Mengutip, laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini mengacu pada hari pembentukan World Federation of The Deaf, yakni perserikatan dari 135 asosiasi tuna rungu atau tuli.
Federasi, yang di bentuk pada 23 September 1951 ini mewakili 70 juta hak asasi tuna rungu atau tuli di seluruh dunia.
Saat ini, di ketahui ada kurang lebih 300 bahasa isyarat berbeda di seluruh dunia.
Di Indonesia, terdapat dua jenis bahasa isyarat yang paling umum di gunakan untuk berkomunikasi, yakni Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). (tik/fir)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan4 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























